Hi Mr !

Hi Mr !
Keputusan



Mr. Jac termenung di ruang kerjanya, pikirannya penuh dengan ucapan Via semalam. Apakah Mr menganggap saya ******* ?, kalimat itu sempat dilontarkan Via sebelum akhirnya mereka terlelap. Tentu saja Jac tidak menganggap Via seperti itu. Tapi entah lidahnya kelu untuk menjawab pertanyaan itu, sehingga akhirnya keheningan tanpa jawaban mengantar Via dan Jac terlelap. Lelah. Via lelah karena tidak mendapat jawaban. Dan Jac lelah karena belum dapat memastikan perasaannya sendiri.


Via gadis baik, keibuan, sabar, telaten dan sangat menyayangi Jo dan Jill. Tapi semua itu belum cukup untuk menjadi pendamping Jac. Jac jelas tahu apa maksud dari alur pertanyaan Via semalam. Bagi Jac yang sudah dewasa terlebih dulu, pelukan,ciuman, bahkan **** tentu bukan barang tabu. Apalagi Jac sudah pernah menikah dengan Anne. Jac teringat sosok Anne.


Anne seorang perempuan tangguh. Ayahnya seorang dari kalangan yang sama dengan keluarga Jac. Pernikahan Jac dan Anne tidak lepas dari hubungan kerja. Tapi berjalannya waktu, Jac jatuh hati pada Anne. Anne tidak pandai memasak, cara berpakaiaannya cenderung maskulin dan rapi, tapi tetap elegan. Rambutnya panjang selalu digerai. Anne ahli menggunakan senjata. Anne juga mumpuni dalam mengatur strategi. Dan itulah yang membuat Jac jatuh hati. Merasa Anne adalah pendamping yang tepat sehingga Jac tidak khawatir dengan keadaannya.


Tapi ternyata hanya Jac yang jatuh hati. Karena Anne tidak. Hati Anne telah dimiliki pria lain, tapi Anne cukup pandai menutupi perasaannya. Bagaimanapun Anne menghormati Jac sebagai suaminya.


Selain karena kepribadian Anne, Jac punya kenangan lain yang membuatnya langsung tertarik pada Anne saat pertama kali berjumpa. Kenangan masa lalu yang membuat Jac bertekad mewujudkannya saat dewasa.


Satu tahun pernikahan Jac dan Anne berjalan dengan baik. Anne hamil pada bulan kelima pernikahan mereka. Tapi Anne benar-benar berubah sejak kehamilannya. Jac sangat maklum saat Anne tidak mau disentuh bahkan Anne menolak tidur sekamar. Jac mengingat pesan dokter bahwa masa kehamilan awal emosi ibu hamil akan sangat cepat berubah.


Pada akhir benang kusut pikirannya Jac memutuskan untuk pergi. Butuh kesendirian untuk memastikan hatinya sendiri. Berusaha menjauh sembari memberi Via ruang agar Via sendiri mantap dengan hatinya. Jac tahu Via adalah tipe gadis polos dan belum pernah tersentuh. Dengan perlakuan Jac selama ini tentu saja dengan mudah Via jatuh dalam pesonanya. Tapi Jac tidak menginginkan itu. Jac ingin Via benar-benar siap dan mantap menjadi pendampingnya.


***


Malam itu entah mengapa Via merasa sangat kegerahan. Akhirnya Via memilih tidur dengan gaun putih transparan bertali spageti tanpa dalaman. Via sudah mengunci pintu kamarnya.


Namun ditengah nyenyaknya mimpi, Via merasakan ada sesuatu menyerbu dadanya, basah, panas dan menuntut. Badannya merinding tapi geliat badannya tertahan oleh suatu belitan. Via berusaha sebisa mungkin kembali ke alam sadarnya tapi bukan kantuk yang mengendalikannya, nafsunya naik menggebu dan membuat Via melayang tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah gelombang maut itu lewat Via kembali jatuh tertidur.