Hi Mr !

Hi Mr !
Senin pagi



Masih seperti sarapan sebelnlumnya. Jac meminta menu yang sama dengan twins saat sarapan. Saat akan berangkat pun Jac juga meminta kotak bekalnya untuk dibawakan Ken.


Tumben Mr. Jac membawa bekal. Apa mungkin Mr.Jac sedang krisis keuangan ?, batin Ken saat menerima kotak bekal yang diulurkan Via.


"Selamat sekolah twins kesayangan daddy", ucap Jac mengecup puncak kepala Jo dan Jill bergantian. Jo dan Jill tersenyum menggemaskan.


"Bubu jangan lupa jemput kami ya", teriak Jo dan Jill kompak.


Via tersenyum dan mengangguk. Sekarang namaku bubu. Tidak apalah. Yang penting bukan Mommy, kekeh Via dalam hati.


Saat akan berbalik menuju mobil satunya yang biasanya mengantar Via pulang, Jac berucap, "Kau ikut ke kantor"


"Silahkan nona", sambung Ken agar Via tersadar dari keterpakuannya akibat ucapan Jac.


Via segera mengangguk dan masuk. Karena Ken sudah duduk di kursi samping supir maka Via mau tak mau duduk bersebelahan dengan Mr. Jac.


Sepanjang perjalanan hening. Mr. Jac sibuk dengan gadgetnya. Ken beberapa kali tatapan pada Via yang kurang nyaman berada di samping Mr. Jac. Via sendiri hanya bisa melempar pandangan kearah jendela. Melihat deretan bangunan.


Mobil berhenti di sebuah gedung raksasa. Ada petugas khusus yang membukakan pintu mobil untuk Mr. Jac dan Via. Mr. Jac langsung melangkah duluan. Dan Via yang menangkap kode dari Ken untuk ikut berusaha mengekor di belakang 2 pria tinggi itu. Langkah Via nyaris berlari agar sampai di lift yang sedang ditahan oleh tangan Ken.


Lift bergerak ke lantai 10. Via langsung minggir untuk memberi jalan pada Mr. Jac untuk keluar duluan. Baru Ken dan Via terakhir.


"Ikut aku masuk ke ruangan" ucap Mr. Jac


Via melongo lagi. Dan Ken kembali mengulurkan kotak bekal yang sedari tadi dibawa Ken. Mengkode Via segera masuk. Jac melepas jasnya dan langsung duduk di kursi singgasananya. Sementara Via masih mematung di depan pintu.


"Baik", Via mendaratkan bokongnya di sofa sambil terus berfikir untuk apa ia dibawa kemari oleh Mr. Jac


"Via, tolong buatkan aku minuman yang kemarin"


" Maaf Mr. yang mana ?" tanya Via takut-takut.


"Kemarin sore. Dan minta bahannya pada Ken"


Via mengingat sore kemarin ia hanya membuat infused water dengan isian lemon, madu, strobery dan daun mint. Via segera keluar dari ruangan. Menghampiri Ken yang sedang duduk di balik laptop. Disamping Ken ada seorang wanita cantik yang dimeja ada tulisan Secretary.


"Maaf Tuan Ken, saya ada perlu sebentar",ujar Via sesopan mungkin.


Ken mengangguk dan berdiri.


Keduanya melangkah agak jauh. " Maaf tuan Ken saya mengganggu tuan. Tapi Mr. Jac menyuruh saya untuk membuat minuman dan meminta bahannya kepada anda", jelas Via.


"Oh cuma itu, katakan saja. Tidak perlu sungkan. Ayo kita pergi" ajak Ken dan sebelum pergi Ken meminta izin pada Mr. Jac.


"Kita punya waktu 15 menit untuk berbelanja. Karena pukul 9 Mr. Jac ada rapat", jelas Ken begitu sampai di pusat perbelanjaan tak jauh dari gedung tadi.


Tanpa membuang waktu, Via langsung melesat mengambil semua yang ia perlukan. Bahkan Via sempat mengambil selasih dan nata de coco sebagai tambahan. Baru kali ini Via berbelanja tanpa harus memikirkan harga.


Sesampai di kasir, Ken menyerahkan sebuah kartu dan transaksi serta belanjaan selesai tepat waktu. Jadi untuk ini, gadis ini dibawa ke kantor. Seperti ada yang unik dengan gadis ini, batin Ken.