Hi Mr !

Hi Mr !
Tugas baru



Setelah berjanji pada Jill, si kembar mulai menutup matanya. Elusan tanganku di kepala keduanya mengantarkan si kembar ke alam bawah sadarnya.


***


Jacob pov


Gadis ini mirip sekali dengan Anne. Nyaris sama. Hanya rambutnya lurus dan pendek. Twins saja langsung menganggap mereka ibu. Tapi tidak mungkin Anne hidup kembali. batinku.


Kukode gadis itu untuk mengikutiku setelah kulihat twins sudah terlelap. Mengapa twins penurut sekali terhadap gadis itu. Jo saja tidak pernah mau disuapi, langsung mau. Twins tidak pernah mau menelan sayur, tapi diam ketika disuapi olehnya. Aneh. pikirku kembali.


***


Author pov


Jacob duduk di sofa ruang tamu. Diikuti Via yang masih ragu untuk duduk karena si pria kejam itu diam saja.


"Duduklah" perintah Jac. Menepuk sofa tepat disampingnya. Jacob sangat penasaran dengan gadis ini.


Via yang takut berdekatan dengan pria kejam memilih untuk duduk di sofa bersebrangan dengan pria itu. Ada meja rendah yang membatasi keduanya.


Jac menatap lekat-lekat gadis di depannya. Gadis itu menundukan kepalanya dengan jari yang terjalin terlihat gelisah dan takut bersamaan. Sekilas Jac melihat bekas keunguan di leher gadis itu. Kiranya bekas itu adalah perbuatannya semalam.


"Namaku Jacob Smith. Mereka adalah anakku. Jonathan Wiliam Smith dan Jill Wilona Smith. Tampaknya twins sangat menyukaimu"


Hening sejenak.


Via memeras otaknya. Bingung merangkai kata yang pas. Takut salah berkata maka nasib sial akan menghampirinya. Pria bernama Jacob itu bukan orang biasa.


"Emh, maaf tuan. Saya tidak tahu mengapa si kembar menyukai saya. Semalam saya hanya datang membawakan handuk", kalimat Via mengambang. "Lalu, lalu saya membantu Nona minum dan kemudian Nona Jill memanggil saya mommy" suaranya nyaris hilang akhir kalimat.


"Emh.." Via bingung dengan keheningan ini. " Semalam Nona Jill sempat muntah dan saya membuatkan mereka bubur agar bisa minum obat kembali. Hanya itu Tuan" Via frustasi sendiri dengan keheningan di ruangan itu.


Jacob terdiam menyadari bahwa kelanjutan dari cerita Via adalah cekikannya sendiri.


"Mulai sekarang kau dipindahtugaskan sebagai pengasuh anaku. Kau juga harus tinggal dirumahku. Gajimu naik 3 kali lipat", tandas Jac.


"Tap, tapi saya masih berstatus pegawai disini tuan. Sa,saya bisa didenda karena berhenti bekerja sebelum kontrak saya habis", sanggah Via. Bagaimana mungkin hidup satu atap dengan pria kejam bernama Jacob itu, batinnya.


"Kau masih tetap karyawanku. Kau bisa kembali kerja disini jika anakku sudah tidak menginginkanmu lagi"


Sudah tidak ingin ? Memangnya aku mainan. Astaga.


"Tidak ada penolakan. Kau sendiri yang mengajukan penawaran untuk pembebasan Scout"


Mati sudah. Tidak ada pilihan. Via terdiam tidak bisa menjawab. Pikirannya kembali melayang ke rumah pamannya.


"Urusan keluargamu beres. Mereka tahu kau dipindahtugaskan ke luar kota", kalimat Jac menjawab seluruh kebingungan Via.


Sepertinya pria ini cenayang. Via menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kau harus menjaga twins dengan nyawamu. Sedikit saja twins tersakiti, maka tidak hanya nyawamu yang lenyap, tapi keluargamu dan keluarga Scout tandas sampai akarnya" Setelah ancaman mengerikan itu, Jac keluar kamar meninggalkan Via yang ternganga.


Apa ini akhir hidupku ya Tuhan, kalimat itu terlintas dalam benaknnya.


Tak lama kemudian, pria yang mengenalkan namanya Ken tadi masuk. Duduk di sofa bersebelahan dengan sofa yang kududuki. Meletakan sebuah map di atas meja di depanku.