Hi Mr !

Hi Mr !
Hari Minggu



Saat makan malam, mereka kembali kedatangan tamu. Siapa lagi kalau bukan Laura. Dengan tingkah genit Laura menebar kecupan pada 3 orang yang sedang khitmad makan. Tentu saja Jo dan Jill langsung undur diri seperti biasanya.


"Via, besok buat 3 kotak bekal", perintah Jac saat Via mendekat untuk mengambil Jill.


"Baik Mr", Via hanya mengiyakan untuk segera pergi dari ruang makan. Membawa Jill dalam gendongan dan Jo yang digandeng.


Setelah Jo dan Jill tertidur. Via masih berkutat di dapur untuk mempersiapkan bekal esok hari. Tiba-tiba sebuah tangan mencengkram keras bahu Via, menarik paksa Via untuk berbalik. "Akh," pekik Via.


"Kau ini memang j***** ! Sudah kubilang jangan mendekati Jac !! Tapi kau malah seharian merawat Jac kemarin ! Kau pikir aku tidak tahu akal busukmu !" cerca Laura menyeramkan.


Via menggeleng. "Bu,bukan begitu Nyonya"


"Bukan begitu apanya !" bentak Laura. Tangannya menjambak rambut Via.


"Kemarin saya merawat Mr. Jac karena Jo dan Jill yang menarik saya keatas. Selama diatas, Jo dan Jill juga ada nyonya. Saya tidak berbuat apa-apa", jelas Via meringis menahan sakir di rambutnya.


"Lain kali, kau harus menelponku kalau Jac sakit ! Paham ?!" sentak Laura melepaskan jambakannya mendorong kepala Via lepas. Tanpa sadar dorongan itu membuat kepala Via terbentuk tembok. Pelipisnya memar karena menghantam siku tembok.


Via meringis menahan sakit. Setelah dirasa wanita itu benar-benar pergi, Via langsung lari ke kamarnya.


flasback kejadian sebelumnya.


Seperti biasa Laura dengan genit menggoda Jac di ruang kerja. Laura duduk di meja kerja di samping laptop Jac. Menaikan kaki ke kursi Jac sehingga tubuh bagian bawahnya terekspos sempurna jika Jac mau memandang. Dan Jac acuh membuang muka. Jac malah membawa laptopnya pindah ke sofa.


Laura mengekor. Duduk memeluk Jac dari samping. Mengusap dada Jac berharap si junior bangkit.


"Jac, kau tidak pernah seperti ini. Ada apa Jac ?"


"Aku sedang tidak ingin Laura. Pergilah" usir Jac.


"Ini akhir pekan Jac. Besok kau sudah sibuk ? Apa kau ingin melakukannya di kantor ?" Laura pantang menyerah.


"Tidak Laura. Pergilah !" usir Jac.


"Jac.." Laura yang tidak tanggap malah menyerang Jac dengan ciuman. adan otomatis Jac langsung mendorongnya kasar.


"Jangan melewati batasmu Laura ! Kau tahu aku tidak suka disentuh",hardik Jac.


Dengan Kasar Jac menarik paksa Laura keluar dari ruang kerjanya. "Aku ingin istirahat agar badanku pulih", tandas Jac diluar ruang kerja.


"Kau sakit Jac ?" lagi-lagi Laura tidak kenal kata diusir menempelkan tangan ke dahi Jac.


Jac menepisnya kasar. "Ck. Singkirkan tanganmu. Aku sudah sembuh"


"Kapan kau sakit Jac ?" teriak Laura sebelum Jac menutup pintu dengan kasar di depan wajah Laura.


Hal itu benar-benar membuat Laura geram. Laura menghentakan kaki sepanjang jalan menuju pintu. Dan emosinya jadi tersulut saat ekor matanya menangkap Via melesat kedapur. Laura jadi ingat pesan Jac pada Via saat di ruang makan tadi. 3 kotak bekal, artinya untuk Jo, Jill dan JAC. Pikiran itu membuat Laura tambah emosi. Selama ini Jac tidak pernah membawa kotak bekal makanan. Dan sekarang Jac minta dibuatkan oleh pengasuh si kembar. Sedangkan Jac bisa memerintah koki untuk langsung menghidangkan makanan di meja kantornya tanpa harus membawa bekal.


Dan kejadian selanjutnya seperti diatas...