Hi Mr !

Hi Mr !
Milik Mr. Jac



Via siuman setelah beberapa saat. Bajunya telah diganti, lukanya telah ditutup. Jo dan Jill menunggui bubu-nya di samping tempat tidur. Mr. Jac memang membawa Via ke lantai 3. Mr. Jac menunggu duduk di sofa.


"Bubuuu...", teriak Jo dan Jill saat mata Via terbuka. Keduanya langsung memeluk Via. Menciumi pipi Via sampai basah. Via hanya meringis menahan sakit. Ia maklum dengan tingkah si kembar.


"Twins sayang, jangan begitu. Luka bubu masih sakit", ucap Mr. Jac mengangkat Jill dan Jo. Jo dan Jill mengangguk patuh. "Sekarang bubu sudah sadar, kalian istirahat, sudah waktunya tidur"


"Tidur sama bubu", rengek Jill.


"No sayang. Bubu butuh istirahat", kalimat tegas Jac membuat kedua anaknya patuh untuk turun dari tempat tidur. Pak Gim yang sudah siap di ambang pintu pergi untuk mengantar twins kembali ke kamarnya.


Setelah hanya tinggal berdua, Mr. Jac mendekati Via. "Apa yang terjadi, hm ?", tanya Jac mengusap pipi Via yang memerah.


"Akh", Via meringis karena usapan ibu jari Jac terasa sakit di luka.


"Maaf" ucap Jac cepat. "Kau mau bercerita ?"


Via terdiam. Ada ekspresi takut, cemas, dan khawatir ditangkap oleh Jac. "Ceritakanlah. Jangan takut apapun. Kau milikku. Tak ada yang boleh menyentuhmu. Ingat itu"


Walau kalimat Mr. Jac menenangkan tetap saja Via takut mengungkap kebenarannya. "Aku, Saya tidak tahu Mr. Aku hanya membuat minuman di pantry dan langsung ada yang menamparku. Ta, tapi aku tidak tahu siapa orangnya ", jelas Via.


Mr. Jac tahu Via berbohong. Tapi Mr. Jac tidak memaksa. "Makanlah sedikit, minum obat lalu istirahat", ucap Mr. Jac seraya mendudukan Via tanpa mau menunggu reaksi gadis itu. Via makan beberapa suap dengan tangannya sendiri, menelan obat lalu minum air.


"Sekarang tidur"


"Bolehkah.."


"Tidur disini Via", sambar Mr. Jac.


Lagi-lagi Via tidur dengan Mr. Jac. Hanya tidur ya pembaca. Tidak ada yang lain. Nanti kalau ada lain-lain, Author akan berusaha menuliskannya ya..


Mr. Jac memeluk Via, tapi tidak seerat biasanya.


***


"Waah.. kalian sudah siap. Maafkan bubu", Via terharu melihat si kembar.


"Tidak papa bubu. Daddy bilang bubu harus banyak istirahat supaya cepat sembuh", terang Jo.


"Bubu harus cepat sembuh ya", lanjut Jill.


"Iyah", Via memeluk Jo dan Jill.


Dan pemandangan itu membuat Jac yang baru saja keluar dari kamar mandi tersenyum.


***


Seakan tidak kapok, Mr. Jac kembali membawa Via ke kantor. Tapi kali ini, Mr. Jac tidak menyuruh Via membaca, melainkan tidur di kamar yang baru Via ketahui ternyata ada di balik dinding di belakang kursi kerja.


Via yang disuruh tidur langsung terlelap karena efek obat yang dikonsumsinya tadi pagi.


Ken masuk saat Mr. Jac memanggilnya. Ken menyerahkan laporan kejadian kemarin. Mr. Jac membacanya.


Laura datang sekitar pukul 1.06 p.m. Saat akan naik lift dihadang oleh security dan Laura nekat menggunakan lift OB untuk naik ke lantai atas. Dari rekaman terlihat Lauran mengikuti Via kearah pantry, lalu mengunci pintu dan membuang sesuatu ke arah jendela.


Ken menyodorkan kunci pantry yang telah ditemukan.


"Tidak ada yang boleh menyentuh milik Mr. Jac", desis Jac mengerikan.


Kalau sudah begini, Ken sudah dapat menerka nasib wanita itu.