Hi Mr !

Hi Mr !
Hati Jac



Malam itu Jacob termenung di ruang kerjanya. Tangannya mendekap sosok cantik yang sampai detik ini adalah ratu dihatinya. Itulah Anne. Istri Jac yang telah meninggal karena sebuah insiden saat hamil anak kembar mereka.


Kilas kejadian sebelum Jac kembali keruangannya, Jac memeriksa masing-masing kamar twins yang ternyata kosong. Dan ketika mengecek kamar pengasuh ternyata twins tertidur di ranjang pengasuhnya dengan posisi Jill di tengah. Si pengasuh sendiri tidur dengan posisi setengah terduduk, di tangannya ada buku dongeng.


Entah mengapa melihat kejadian tersebut, pikiran Jac melayang pada mendiang istrinya. Jac seperti melihat sosok Anne yang sedang menidurkan buah hati mereka. Lagi Jac membuang pikiran itu jauh.


Setelah di ruangan dan menatap sosok Anne, Jacob berpikir keras karena sosok Anne dan Via sangat mirip secara fisik. Bentuk, tinggi badan, garis wajah dan strukturnya semuanya mirip. Perbedaannya adalah rambut Anne panjang bergelombang, sedangkan Via berambut pendek dan lurus. Anne sedikit tomboy dibanding perangai Via. Tadi pagi saja hanya mendengar suara tembakan, Via pingsan. Padahal sosok Anne adalah penembak yang handal.


Sore tadi Jac mengamati Via dari balkon kamarnya. Twins sangat asik bermain dengan pengasuhnya di halaman. Jac sendiri bingung twins langsung sangat akrab dengan orang baru. Mereka berkejaran dan tertawa.


Sampai saat ini, Jac belum mendapatkan informasi rinci masa kecil Via. Jac benar-benar penasaran dengan sosok Via. Jovia Maroon. Kata itu selalu mengusik pikirannya.


***


Esoknya seperti kemarin twins menyambut Jac dengan pelukan dan ciuman pagi yang hangat. Twins sudah berada di meja makan dengan piring masing-masing. Sementara Jac baru menyusul ke meja makan.


Setelah bokong Jac mendarat sempurna di kursi, "Samakan menuku dengan twins", ujarnya yang membuat Via tergagap.


Setangkup nasi merah yang sepertinya sudah dibumbui dengan cumi dan sedikit sayuran membuat aromanya sungguh bercita rasa. Suwiran daging ayam. Dua potong dadar gulung. Potongan kering tempe, kentang dan ikan kecil serta semangkuk sup wortel. Aroma makanannya menggugah nafsu makannya.


Mr. Jac menyuap menu di piringnya satu per satu. Setelah dirasa cukup, Mr.Jac mulai mengkombinasikan menu itu dengan beberapa variasi, nasi dan ayam, nasi+sup+ayam. Dan akhirnya piring Mr.Jac bersih tak bersisa. Entah mengapa Jac merasa sangat puas dengan sarapannya pagi ini. Moodnya jadi sangat baik.


Kali ini Jac mengantar twins sendiri tanpa supir. Tapi Via tetap ikut. Jac tidak mau ambil resiko, Jill menjerit protes di pagi hari.


Begitu sampai sekolah Mr. Jac dan Via mengantarkan Jo dan Jill masuk ke sekolahnya. Pagi itu Jac melihat senyum bahagia anak kembarnya merekah sepanjang jalan sampai hilang di pintu masuk sekolah.


Jac lalu menghela Via untuk segera masuk mobil. Via hanya menurut tanpa bicara.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang bicara. Hanya Jac yang membuka jendela mobil sambil bersiul senang. Via tetap diam.


Begitu sampai di rumah, Jac turun duluan dan melempar kunci mobil pada pelayannya yang membukakan pintu mobil.


Via sendiri baru turun saat Jac sudah menghilang masuk ke dalam rumah. Memantapkan hatinya sendiri saat akan masuk rumah.