
Via benar-benar mati kutu. Ia sudah tidak tahu lagi dimana ia akan sanggup menampakan wajahnya di depan Mr. Jac. Dua kali dalam sehari suara perutnya benar-benar sangat memalukan. Via mengacak rambutnya frustasi.
Tapi sebersit pikiran waras menghampiri otaknya. Ia harus makan. Perutnya ini akan terus berbunyi kalau tidak diisi. Segera Via melupakan kejadian tadi dan melesat ke dapur.
Via asik mengisi makanannya di piring tanpa sadar ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Via memilih makan di serambi kanan dapur disitu ada kolam ikan.
Tangan Via tertangkup saat berdoa dan mulai menyendok makanannya dengan gembira. Sesekali Via melemparkan sedikit makanan ke kolam ikan membuat ikan-ikan berdisko berebut makanan. Dan Via tertawa sendiri melihatnya. Sedangkan seseorang yang masih setia mengawasi tadi tersenyum melihat kekonyolan Via. Bisa tertawa-tawa dengan ikan. Inilah perbedaan Via dan Anne. Anne sama sepertiku yang hanya tertawa di saat tertentu. Tapi gadis ini bisa tertawa sepanjang hari, ucap Jac dalam hati. Tanpa sadar Jac membandingkan Via dengan Anne.
Jac segera pergi sebelum Via masuk kembali ke dapur. Jac menyusul naik ke lantai 2 untuk bercengkrama dengan kedua putranya. "Hai twins kesayangan daddy", sapa Jac melihat keduanya asik bermain. Jill langsung minta gendong. Hap, Jac mengangkatnya. Dan ketiga larut dalam permainan.
Sementara Via masih berkutat di dapur untuk menyajikan camilan untuk twins. Seelah nampannya siap dengan wafel isi es krim dan buah-buahan segar. "Pasti si kembar suka", senyum Via segar.
"Taraa.....", seru Via saat masuk kamar bermain Jo dan Jill. Via langsung terdiam melihat sosok Mr. Jac ternyata ada di dalam. Via hanya bisa tersenyum canggung karena tingkahnya sendiri.
"Asssikkkk !! camilan... !!", seru Jo dan Jill menghambur kepada Via.
"Eits...", Via tersenyum menghindarkan nampan saat tangan Jo dan Jill hampir bisa menggampai mangkuk wafel. Memberi kode pada si kembar
Segera Jo dan Jill duduk bersiap menyantap camilannya diikuti Via. Sekejap saja, Jo dan Jill sudah teralihkan oleh Via. Twins sangat penurut padanya, guman Jac.
"Emh, maaf, apakah Mr juga ingin cemilan ?", tawar Via memberanikan diri.
"Boleh. Tapi jangan pakai es krim"
"Baik tuan" jawab Via tanpa sadar
Tak lama semangkuk wafel buah dengan parutan sudah siap. Jac menyantapnya bersama si kembar. Via hanya menunggu mengambil jarak pada keluarga kecil itu. Jac sendiri mengakui, baru kali ini ia menyantap camilan. Entah mengapa Jac ingin makan setelah melihat twins sangat lahap. Akhir-akhir ini twins juga terlihat berbeda. Lebih ceria, lebih aktif, dan bersemangat. Jac tersenyum dengan perubahan twins.
Setelah acara makan camilan, twins merengek untuk bermain sepeda kepada ayahnya. Tentu saja Jac mengiyakan. Jac sudah berganti training dan kaos pendek, sementara Via juga harus ikut sesuai instruksi Mr. Jac. Mereka berempat sudah siap di lapangan. Jac sedang memasangkan helm dan pengaman pada Jo dan Jill sementara Via gelisah ditempatnya.
Satu sepeda dewasa milik Jac, dua milik Jo dan Jill serta sepeda dengan keranjang mini milik Via sudah berjajar rapi.