
Malamnya datang sosok perempuan cantik denga tinggi semampai dan body yang bak model. Memakai dres ketat berwarna ungu mengkilap yang terlihat glamor dengan make up yang menawan. Perempuan itu masuk langsung menghampiri Jac yang tengah makan malam bersama twins.
Sesampainya di dekat Jac, perempuan itu langsung mendaratkan kecupan di pipi Jac seraya berucap, "Selamat malam sayang". Sementara Jac tidak bergeming. Kemudia perempuan itu beralih mengecup pipi Jo dan Jill bergantian yang membuat si kembar berhenti makan dan melotot. Tanpa perintah siapa pun Jo dan Jill langsung mengusap bekas kecupan perempuan tadi dan membuat perempuan tadi terkekeh.
"Bagaimana kabarmu Jac ?" tanya perempuan itu mengambil kursi tepat di sebelah Jac.
"Jaga etika makanmu Laura", tegur Jac yang tidak suka berbicara saat makan berlangsung.
"Iiibuuu....."suara Jill melengking memecah keheningan saat makan. "Jill mengantuk", lanjut Jill saat mendapat tatapan tajam dari ayahnya. Jac menoleh mengkode Via untuk mengambil Jill.
Via segera menggendong Jill sembari mengucap "Permisi Mr"
"Jo juga mengantuk dad", pamit Jo berlari mengikuti Via dan Jill.
Jacob hanya bisa menghela nafas. Jac sadar twins tidak menyukai Laura. Laura adalah perempuan yang dijodohkan untuk urusan bisnis perusahaan keluarganya. Jac sendiri tidak menggubris keberadaan Laura. Ia hanya membutuhkannya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Bagaimana pun sepeninggalan mendiang Anne, Jac tidak pernah berniat mencari istri baru. Hatinya beku. Cintanya dibawa Anne ke surga. Sementara untuk kebutuhannya, karena Jac tidak suka berganti-ganti pasangan, membuat Jac membutuhkan Laura sebagai pelampiasan. Tidak berniat menjadikan Laura sebagai Ny. Jac Smith
Laura Johnson sendiri sangat bangga saat ayahnya menjodohkan dirinya dengan Jac. Bagaimana tidak, Laura sudah melambung membayangkan menjadi Ny. Jac Smith. Belum lagi kegagahan Jac di usia 30 tahun yang terlihat sangat seksi dan matang. Hanya ada satu ganjalan Laura, yaitu twins Jac Smith.
Selesai makan, Laura mengekori Jac ke ruang kerja.
Sementara di sisi lain, Via membaringkan Jill di ranjangnya. "Bubu... sebenarnya Jill masih lapar. Tapi Jill tidak suka dengan Tante Laura", ujar Jill dengan polosnya.
Tak lama kemudian pintu terbuka karena Jo menyusul ke kamar Jill.
"Pokoknya Jill tetap tidak suka. Tante itu genit sekali pada daddy", protes Jill. Jo sendiri mengangguk setuju, sudah ikut berbaring di ranjang Jill.
Karena tidak ingin memperpanjang perdebatan, Via menawarkan susu kepada si kembar. "Kalian mau susu hangat ?"
"Mau bu mau.mau", jawab Jo dan Jill bersahutan.
"Tunggu sebentar ya", dan Via menghilang di balik pintu.
Langkahnya ringan menuju dapur. Dengan cekatan dua gelas susu porsi jumbo sudah siap untuk si kembar. Dan saat berbalik sambil mengangkat nampan, Via terkejut mendapati perempuan yang disebut si kembar dengan nama Laura sudah berdiri tepat dibelakangnya. Hampir saja nampan itu tumpah mengenai perempuan elok tadi.
Mata Laura menatap tajam wajah Via. "Aku baru sadar. Wajahmu sama persis dengan Anne. Pantas saja twins langsung jatuh padamu." Laura tersenyum sinis.
"Meskipun twins memanggilmu ibu, jangan pernah berpikir untuk menjadi Nyonya Jac Smith. Karena dirimu sama sekali tak pantas, j***** !" bentak Laura pada Via.
Via hanya menatap bingung. Bagi Via yang sudah kenyang mendengar makian di rumah Paman Rob sama sekali tidak terganggu dengan konfrotasi wanita tadi.
"Hanya aku yang pantas ! Jadi camkan peringatanku ini !" tandas Laura garang.
Via tak bergeming. Pantas saja twins tidak suka. Jadi begini kelakuannya. Dasar aneh, batin Via.