Heaven Road

Heaven Road
7. Mentari esok masih bersinar 4



Peluit dari pimpinan pasukan pelindung Sekte Air terjun berantai ditiupkan. Peluit tersebut adalah sebuah panggilan paksa kepada semua anggota pasukan pelindung Sekte Air terjun berantai untuk segera berkumpul ke arah sumber suara.


Tidak terkecuali Xu Shaoqing, Bei Zing serta beberapa Tetua Sekte juga ikut berkumpul di tempat pimpinan pelindung sekte meniupkan peluit.


"Patriark..." Pimpinan pelindung sekte langsung memberi hormat begitu melihat kedatangan Xu Shaoqing. Beberapa Tetua yang hadir juga ikut memberi hormat kepada pimpinan tertinggi Sekte Air terjun berantai.


"Jelaskan apa yang terjadi!" Xu Shaoqing tanpa basa-basi langsung memasang wajah serius. Adanya penyusup yang bisa masuk ke dalam sekte mereka tanpa terdeteksi adalah suatu masalah besar.


"Kita diserang Patriark..." Jawab pimpinan pasukan pelindung.


"Orang bodoh juga tahu kalau kita sedang diserang. Yang aku ingin tahu siapa penyerangnya dan bagaimana bisa mereka tidak terdeteksi?" Xu Shaoqing justru semakin marah mendengar jawaban sederhana dari pimpinan pasukan pelindung.


"Penyerangnya kemungkinan besar dari Sekte Bukit Berlian. Masalah tidak terdeteksinya..." Pimpinan pasukan pelindung ragu untuk menjawab. Pasalnya dirinya juga tidak tahu pasti kenapa formasi pelindung yang bisa melacak keberadaan penyusup tidak bekerja.


"Ah... Sial..." Xu Shaoqing ingin memukul pimpinan pasukan pelindung karena sangat ceroboh dalam bertugas. Namun Bei Zing segera menghentikannya.


"Patriak... Yang terpenting sekarang adalah mengatasi masalahnya. Bukan menyalahkan pasukan yang berjaga." Ucap Bei Zing sembari menahan tangan Xu Shaoqing untuk tidak memukul pimpinan pasukan pelindung.


"Hah..." Xu Shaoqing mengeram. Belum habis satu masalah tentang putrinya yang menghilang kini ditambah satu lagi masalah yang menimpa dirinya.


"Kalau mereka inginkan perang maka akan aku berikan. Pasukan penjaga prioritaskan untuk menyelamatkan wanita dan anak-anak. Para Tetua kita menyebar, aku benar-benar harus melampiaskan amarah hari ini." Ucap Xu Shaoqing sebelum dirinya melompat pergi dari tempat tersebut.


Bei Zing beserta kelima orang Tetua Sekte Air terjun berantai pun langsung berpencar ke beberapa arah. Sementara pasukan pelindung sekte segera bertindak untuk mengamankan para wanita dan anak-anak yang ada.


Wajah Xu Shaoqing semakin merah karena amarah yang semakin memuncak ketika melihat beberapa Kultivator berpakaian serba hitam tengah membakar serta merusak rumah-rumah yang ada. Lebih dari tujuh orang Kultivator dengan tingkat kultivasi paling tinggi ranah Alam Ksatria nampak mengeluarkan beberapa jurus mereka. Seakan-akan para Kultivator menggunakan rumah-rumah yang ada sebagai sasaran latihan mereka dalam mengeluarkan dao magic.


"Kalian ingin bermain? Maka akan aku layani kalian!" Xu Shaoqing yang baru saja menapakkan kaki di hadapan para Kultivator langsung membuat segel tangan dan menapakkan tangannya ke atas tanah.


Para Kultivator yang ada terkejut karena melihat kemunculan Xu Shaoqing yang tiba-tiba, namun keterkejutan mereka tidak bertahan lama. Pasalnya dari bawah tanah tempat mereka berdiri keluar pilar-pilar air yang meluncur deras ke atas.


"Rasakan ini... Jurang Rantai Air!" Teriak Xu Shaoqing.


Pilar-pilar air yang muncul dari dalam tanah kini tak hanya bergerak ke atas. Pilar-pilar air tersebut meruncing, seakan berubah menjadi rantau air dan menyasar ke arah semua Kultivator berpakaian hitam yang ada di tempat tersebut.


Kejadian yang begitu cepat membuat semua Kultivator berpakaian hitam tidak bisa bereaksi tepat waktu. Rantai-rantai air tersebut melilit dan mengikat semua Kultivator, membuat pergerakan mereka terhenti seketika.


"Sial... Teknik ini sangat kuat!" Umpat salah satu Kultivator yang terperangkap dalam lilitan rantai air. Namun umpatan tersebut hanya menjadi umpatan kosong semata.


Sebuah pisau air menembus kepala Kultivator tersebut dengan sangat cepat. Membuat Kultivator tersebut tidak bisa melakukan apa-apa lagi, meskipun itu hanya sekedar bernafas. Semua Kultivator yang terikat rantai air akhirnya juga mengalami hal yang sama. Entah itu kepala mereka atau leher maupun tepat di bagian jantung, masing-masing dari mereka mati dengan satu serangan pisau air.


"Berani berurusan dengan Sekte Air terjun berantai, artinya kalian siap mati." Umpat Xu Shaoqing yang tidak berkedip sedikitpun melihat para Kultivator yang baru saja dirinya bunuh.


"Hahaha.... Seorang Patriark Sekte seharusnya bermain dengan yang selevel denganmu..." Suara seseorang mengejutkan Xu Shaoqing.


"Pan Zhong..." Xu Shaoqing menggigit giginya sendiri, melihat siapa yang berdiri di atap rumah adalah seseorang yang dirinya kenal.


"Lama tidak jumpa... Sepertinya kamu bertambah kuat." Ucap Pan Zhong yang tanpa basa-basi langsung melompat, menerjang ke arah Xu Shaoqing. Sebuah pedang di tangan kanannya berayun dengan cepat sembari membawa beberapa titik embun air di sekitar pedang.


Boom...


Xu Shaoqing tidak cukup bodoh untuk menghalau serangan tersebut. Embun-embun air yang ada di sekitar pedang tersebut terlalu berbahaya jika dihadapi secara langsung.


"Pedang itu... Kembalikan kepadaku!" Ucap Xu Shaoqing yang semakin merasa marah setelah melihat dengan jelas pedang yang digunakan oleh Pan Zhong. Pedang tersebut adalah Pedang sembilan embun pembunuh, salah satu senjata milik Sekte Air terjun berantai. Senjata kelas bumi yang secara langsung diberikan oleh Xu Feng kepada anak pertama Xu Shaoqing beberapa tahun lalu.


Melihat pedang tersebut berada di tangan Pan Zhong, Xu Shaoqing kini akhirnya tahu siapa yang telah membunuh anak laki-lakinya beberapa tahun silam.


"Mengembalikan? Hahaha... Pedang ini sudah bersama denganku beberapa tahun, itu artinya pedang ini adalah milikku!" Pan Zhong mengibaskan pedangnya ke arah Xu Shaoqing, sembilan tetes embun yang melayang di sekitar pedang tersebut langsung meluncur ke arah Xu Shaoqing. Embun-embun tersebut semakin menebal dengan sendirinya karena menyerap air yang ada di udara hingga membentuk sembilan pisau air yang tajam.


Thang...


Thang...


Xu Shaoqing mengeluarkan pedangnya dari cincin dimensi miliknya. Menangkis kesembilan pisau air yang menyasar dirinya.


"Untuk ukuran orang setua dirimu, kamu cukup gesit." Pan Zhong yang setelah menyerang langsung ikut maju menerjang ke arah Xu Shaoqing, kini telah berada di hadapan Xu Shaoqing. Pedang sembilan embun pembunuh kini siap menyasar bahu kanan Xu Shaoqing.


Xu Shaoqing juga bukanlah anak bau kencur yang baru bertarung satu dua kali. Merasa tidak bisa menghindar atau menangkis, Xu Shaoqing mengeluarkan Qi dalam jumlah yang besar untuk membentuk pelindung air di bahunya.


Slep...


Tebasan pedang sembilan embun pembunuh tertahan oleh pelindung air yang Xu Shaoqing buat. Pan Zhong yang tidak menduga langkah bertahan Xu Shaoqing berusaha menarik pedangnya, namun pelindung air tersebut seakan menahan pergerakan pedangnya.


Dug...


Dug...


Dug...


Dua pukulan beruntun dan diakhiri dengan satu tendangan telak di perut berhasil Xu Shaoqing daratkan ketika Pan Zhong masih terkejut. Pukulan penuh dengan tenaga dan dilapisi Qi tersebut membuat Pan Zhong harus terlempar puluhan meter ke belakang.


"Kamu telah melakukan hal yang salah dengan menunjukkan pedang ini di depanku. Kini pedang ini yang akan mengakhiri hidupmu..." Xu Shaoqing mengambil pedang yang melekat di pelindung airnya dan mengarahkannya ke arah Pan Zhong yang masih terbaring.


"Akan aku tunjukkan bagaimana cara menggunakan pedang ini dengan benar!" Xu Shaoqing mengalirkan qi ke dalam pedang sembilan embun pembunuh. Embun-embun yang melayang di sekitar pedang langsung menebak dengan sendirinya. Embun tersebut terus menebal hingga membentuk sembilan pedang air yang melayang di sekitar Xu Shaoqing.


"Tarian air terjun pedang!" Xu Shaoqing menyerang Pan Zhong dengan cepat. Tangan kanannya menggenggam pedang sembilan embun pembunuh dengan sangat erat. Amarah serta bayangan akan anak laki-lakinya yang dulu menggunakan pedang tersebut kini terbayang di benaknya.