
Talisman... Talisman adalah suatu teknik yang tersimpan di dalam sebuah gulungan kertas. Kertas yang digunakan untuk membuat Talisman tentu bukanlah kertas biasa. Kertas tersebut terbuat dari kulit Magical Beast yang diiris halus, direndam dalam larutan khusus lalu dikeringkan.
Talisman biasanya berisi kata-kata yang indah. Setiap kata-kata tersebut akan mewakili kekuatan yang terkandung di dalam Talisman. Misal Hell of field yang dikeluarkan Yao He bisa mengeluarkan api yang sangat panas dalam radius tertentu.
Cara mengaktifkan Talisman juga tergolong mudah, cukup mengalirkan Qi ke dalam gulungan dan Talisman akan aktif dengan sendirinya. Besar kecilnya Qi yang dikeluarkan tergantung pada efek yang dihasilkan oleh Talisman. Semakin besar efek serangan, semakin besar pula Qi yang dibutuhkan.
Itulah yang Yao He jelaskan kepada Yin Sheng begitu sampai di gua tempat tinggal mereka. Yin Sheng yang mendengarkan dengan sangat teliti, nampak begitu bahagia mendapat satu ilmu tambahan dari gurunya.
"Apa itu artinya aku juga bisa menggunakan Talisman guru?" Tanya Yin Sheng dengan penuh semangat.
"Selama kamu memiliki Qi yang cukup untuk membuat efek talisman bekerja, kamu selalu bisa menggunakannya."
"Itu dia... Itu dia..." Yao He nampak mendapat pencerahan dari pertanyaan Yin Sheng barusan.
"Apanya Guru?"
"Talisman... Talisman lah jawaban dari masalahmu..." Yao He mengguncang-guncang pundak Yin Sheng. Merasa bahagia karena telah memecahkan masalah Yin Sheng yang tidak memiliki spirit root.
"Dengan talisman, kamu bisa membuat api untuk melakukan teknik Furnance in Flame... Hahaha..." Yao He tertawa penuh semangat. Membayangkan dirinya akan memiliki penerus yang sesungguhnya dalam ilmu Alchemist miliknya.
Yao He langsung mengeluarkan selembar kertas kosong. Menuliskan sebuah kata 'nyala api' di atas kertas tersebut.
"Sekarang cobalah aliri kertas ini dengan Qi milikmu..." Yao He memberikan kertas yang sudah dirinya tulis.
Boom...
Diluar ekspektasi Yao He, Yin Sheng mengeluarkan api yang bisa membakar tubuhnya hingga hangus. Yao He langsung cepat-cepat menyiram Yin Sheng dengan air.
"Ah... Memang tidak mudah..." Yao He tersenyum kecut. Bukanlah hal yang mudah untuk bisa langsung membuat api yang cocok untuk membuat pil. Namun Yao He juga tidak berkecil hati, Sudah cukup bagus Yin Sheng bisa mengaktifkan Talisman dalam satu kali percobaan. Padahal Yin Sheng saat ini masih berada di Alam penempaan Qi tahap 1, yang notabene tidak berbeda jauh dengan manusia biasa.
"Sepertinya kamu perlu menaikkan kultivasimu terlebih dahulu." Yao He merasa Yin Sheng perlu belajar banyak dalam pengendalian Qi yang dirinya keluarkan. Terlihat jelas dalam ujicoba pertama, Yin Sheng mengeluarkan Qi terlalu banyak, sehingga efek Talismannya terlalu berlebihan.
Kultivasi seorang Kultivator dibagi menjadi 5 secara garis besar.
Tahap pertama dikenal sebagai Alam Penempaan Qi. Alam penempaan Qi adalah Alam terpenting dalam kultivasi. Pada alam ini para Kultivator membentuk lapisan Qi diluar dantian milik mereka. Lapisan Qi tersebutlah yang digunakan sebagai tingkatan tahap di Alam penempaan Qi. Total lapisan yang bisa di buat maksimal 10 tingkat lapisan.
Berapa banyak lapisan yang bisa dibuat Kultivator Alam penempaan Qi tergantung pada seberapa berbakat seseorang tersebut dalam menjadi Kultivator. Semakin tinggi tingkat seseorang di Alam penempaan Qi, semakin besar pula kemungkinan Kultivator untuk bisa masuk ke Alam ranah Dewa.
Tahap Kedua adalah Alam penetapan pondasi. Lapisan Qi yang sudah terbentuk di Alam penempaan Qi akan dipadatkan di Alam penetapan pondasi Butuh minimal Alam penempaan Qi tahap 5 untuk bisa naik ke Alam penetapan pondasi. Pada Alam ini hanya dibagi menjadi lima kategori. Meskipun hanya lima kategori, tidak semua Kultivator yang sudah naik ke Alam penetapan pondasi bisa mencapai puncak alam ini.
Seorang Kultivator yang hanya sampai di Alam penempaan Qi tahap 5 dan naik ke Alam penetapan pondasi, dirinya hanya bisa membentuk pondasi berwarna putih, atau pondasi dasar. Untuk Kultivator Alam penempaan Qi tahap 6 yang naik ke Alam penetapan pondasi akan bisa membentuk pondasi berwarna biru muda.
Untuk tahap 7 dan 8 yang naik ke Alam penetapan pondasi, pondasi Dantian yang akan terbentuk berwarna biru tua. Sedangkan untuk tahap 9 pondasi yang terbentuk nantinya berwarna ungu.
Untuk tahap 10 sendiri nantinya akan membentuk pondasi dantian berwarna emas. Namun Kultivator yang bisa mencapai tahap 10 sangatlah jarang, bahkan selama yang Yao He ketahui, hanya ada satu orang yang bisa melakukannya. Pasalnya Kultivator yang bisa mencapai tahap 10 memiliki kemungkinan besar untuk bisa menembus Alam di atas Alam Ranah Dewa.
Bahkan konon diceritakan. Jika Kultivator Alam penempaan Qi tahap 10 akan naik tingkat ke Alam penetapan pondasi, langit akan marah dan mengirimkan petir ke Kultivator tersebut. Benar atau tidaknya hal tersebut masih belum diketahui dengan jelas, karena selama ini memang baru ada satu orang yang berhasil naik ke Alam penempaan Qi tahap 10.
Alam selanjutnya adalah Alam Ksatria. Pada alam ini Dantian telah terbentuk sempurna. Pada Alam ini para Kultivator akan mengumpulkan Qi untuk semakin memperlebar dan memperkuat lapisan Dantian yang sudah mereka bentuk. Pada Alam ini hanya dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap awal, tahap menengah dan tahap akhir.
Alam selanjutnya adalah Alam Raja. Ketika naik ke alam ini, Kultivator akan membentuk sebuah lapisan tambahan di permukaan Dantian. Menambah jumlah Qi yang bisa mereka serap untuk digunakan dalam bertarung. Namun tidak semua Kultivator bisa memasuki Alam Raja. Hanya yang memiliki pondasi berwarna biru tua ke atas yang bisa memasuki alam ini.
Alam Dewa adalah Alam tertinggi yang bisa dicapai kebanyakan orang saat ini. Kultivator yang bisa memasuki Alam ranah Dewa hanyalah Kultivator yang berhasil membentuk pondasi berwarna ungu. Itupun mereka harus dibantu dengan sumber daya yang tidak sedikit.
Untuk Alam di atas Alam ranah Dewa disebut sebagai Alam ranah Abadi. Proses masuk ke alam tersebut masih belum diketahui caranya, karena memang belum ada yang berhasil masuk ke Alam ranah Abadi. Jika ada yang berhasil masuk pun tentu orang tersebut tidak akan mengumbarkan cara yang digunakan.
"Baiklah... Untuk mempercepat kultivasimu, minumlah pil ini..." Yao He mengeluarkan sebuah pil dari cincin dimensinya. Pil Tersebut adalah satu dari ratusan pil yang dirinya buat ketika masa jayanya dulu.
"Apa ini guru?"
"Itu adalah Smoothing Motion pil, pil itu akan membantu membersihkan meridian di dalam tubuhmu dan memperlancar jalannya Qi dari atau menuju Dantian."
Tanpa basa-basi Yin Sheng memakan pil tersebut. Manis... Itulah yang dirinya rasakan, tidak seperti kebanyakan pil obat pada umumnya.
Tubuh Yin Sheng menghangat secara perlahan. Yao He lalu memberi instruksi pada Yin Sheng untuk melakukan meditasi. Mencoba menyerap Qi dari alam.
thet.... thet... thet...
Rentetan suara keluar begitu saja dari Yin Sheng yang tengah bermeditasi. Yao He yang melihat hal tersebut bukannya marah tapi malah bahagia, dengan keluarnya gas-gas dari salah satu lubang tubuh Yin Sheng. Artinya Smoothing Motion pil bekerja dengan optimal. Meridian Yin Sheng kini jauh lebih lancar daripada sebelumnya.
"Maafkan aku Guru?" Yin Sheng yang mencium bau tidak sedap keluar dari tubuhnya meminta maaf pada Yao He. Merasa dirinya sudah berlaku tidak sopan di hadapan Gurunya tersebut.
"Tidak apa... Masih bisa dimaafkan... Lagipula itu menunjukkan pilnya telah bekerja."
Melihat sikap Yao He yang justru terlihat senang, Yin Sheng merasa sedikit curiga pada Gurunya. Dirinya pun beranggapan jika Yao He memiliki sedikit keunikan tersendiri, yaitu menyukai bau kentut.
"Sekarang kamu coba serap inti jiwa ini..." Yao He menyerahkan bola hitam yang tidak lain merupakan inti jiwa dari Snaketail Ape.
"Apa tidak apa-apa guru? Aku takut jika nantinya tubuhku berubah menjadi seperti Magical Beast itu."
"Tenanglah... Ada Gurumu disini... Lagipula kamu memiliki mata Azhura yang melindungimu."
Yin Sheng sudah tidak berani menolak jika Gurunya sudah berkata seperti itu. Dirinya memegang inti jiwa tersebut dengan kedua tangan dan mulai bermeditasi.
Aura hitam mulai keluar dari inti jiwa. Aura hitam tersebut sejatinya adalah Qi, namun masih tercampur dengan keberadaan jiwa Magical Beast. Tangan Yin Sheng perlahan juga mengeluarkan aura putih, kedua aura tersebut saling bertubrukan. Beradu satu sama lain.
Yin Sheng yang sedari tadi menutup matanya mulai berkeringat. Tubuhnya terasa mendapat serangan yang berat dari dalam. Mata Azhura akhirnya terbuka dengan sendirinya. Aura hitam yang tadinya ganas mengobrak-abrik aura milik Yin Sheng kini bagaikan hewan peliharaan yang patuh.
Aura hitam perlahan-lahan bercampur dengan aura putih, memudarkan warnanya dengan sendirinya hingga menjadi putih dan akhirnya masuk ke tubuh Yin Sheng.
Butuh lebih dari dua jam bagi Yin Sheng untuk bisa menyerap semua Qi di dalam inti jiwa Snaketail Ape.
Aaarggh...
Yin Sheng berteriak dengan kencang saat Yin Sheng selesai menyerap semua Qi yang ada di dalam inti jiwa. Gua tempat tinggal mereka sampai bergetar dengan hebat akibat getaran dari raungan Yin Sheng barusan.
"Apa yang terjadi?" Yao He yang sedang menanti sembari tiduran santai langsung melompat dan bersiaga. Dirinya sudah beranggapan ada Magical Beast yang datang menyerang.
"Maaf Guru... Sepertinya aku membangunkan Guru..." Yin Sheng menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sekali lagi merasa bersalah pada Gurunya.
"Itu kamu? Bagaimana bisa?" Yao He teringat akan raungan yang dikeluarkan oleh Snaketail Ape. Jika Yin Sheng barusan melakukannya, itu artinya Yin Sheng juga telah menggunakan teknik yang sama dengan Snaketail Ape.
"Entahlah Guru... Aku tiba-tiba ingin berteriak saja tadi ketika tenggorokanku terisi penuh oleh Qi."
"Anak ini... Sebenarnya apa yang ada di dalam tubuhnya itu?" Yao He tidak bisa berpikir tentang kondisi tubuh Yin Sheng. Bisa menyerap Qi dari lawan, bisa menyerap teknik Magical Beast setelah menyerap inti jiwanya. Dan lagi dirinya telah memberi satu mata Azhura kepadanya.
"Sepertinya aku telah membangunkan seorang monster Kultivator."