
Miris... Itulah yang Yin Sheng rasakan kala melihat cucu kakek tersebut yang bernama Nuying. Tidak sadar sambil menggigil di atas ranjang, dengan tubuh yang dipenuhi dengan bintik-bintik bernanah.
"Apa yang terjadi Kakek?" Yin Sheng berinisiatif bertanya.
"Nuying... Nuying..." Kakek tersebut tidak menjawab pertanyaan Yin Sheng, namun dirinya justru malah menangis di samping tubuh cucunya yang terus menggigil.
Tanpa ijin dari Kakeknya, Yin Sheng memegang dahi Nuying. Panas... Suhu tubuh Nuying terbilang panas. Jika hal seperti ini dibiarkan, maka nyawa Nuying bisa tidak terselamatkan.
"Maafkan aku Kakek karena telah lancang?" Yin Sheng memegang pergelangan tangan Nuying, mengalirkan Qi miliknya ke dalam aliran darah Nuying. Dengan cepat Qi Yin Sheng menyebar ke seluruh tubuh Nuying, memeriksa apa yang salah dengan tubuh Nuying hingga bisa sepanas ini.
"Ini..." Yin Sheng merasa ada yang aneh dengan darah Nuying. Ada suatu zat lain yang terkandung di dalam darah Nuying. Yin Sheng sangat yakin, zat tersebutlah yang membuat tubuh Nuying panas dan juga mengeluarkan bintik-bintik bernanah.
Dengan Qi miliknya, Yin Sheng memfokuskan diri untuk menarik seluruh zat aneh yang terkandung di dalam darah Nuying. Semua zat tersebut Yin Sheng kumpulkan di pergelangan tangan Nuying yang dirinya pegang.
Jleb...
Jleb...
Jleb...
Tiga tusukan Yin Sheng berikan tepat di nadi Nuying dengan sebuah jarum. Dari luka tusukan tersebut langsung mengalir cairan hitam bercampur sedikit darah.
"Apa yang kamu lakukan?" Kakek Nuying tentu terkejut, dirinya baru sadar akan tindakan Yin Sheng setelah melihat darah cucunya keluar dari tangannya. "Kamu ingin membunuh cucuku?" Kakek Nuying marah dan memukuli Yin Sheng dengan sebuah tongkat.
Yin Sheng tidak bergeming. Dipukul oleh kakek-kakek dengan sebuah tongkat bagaikan digigit semut bagi Yin Sheng. Yin Sheng tidak bergeming dari aktifitasnya, dirinya tetap berfokus untuk membersihkan semua zat aneh yang ada di dalam tubuh Nuying.
Baru setelah lima belas menit, Kakek Nuying berhenti memberikan pukulan. Dirinya tidak bisa berkata-kata ketika melihat cucu satu-satunya tersadar dan membuka matanya.
"Nuying... Kamu sadar?" Kakek Nuying sekali lagi menangis, namun kali ini bukan tangisan kesedihan. Melainkan tangisan karena terharu.
"Kakek... Kakek sudah pulang? Kakak ini siapa?" Nuying berusaha bangkit, namun langsung dicegah oleh Yin Sheng.
"Tetaplah berbaring. Aku akan menutup luka bekas tusukan terlebih dahulu. Akan berbahaya jika sampai kamu kehabisan darah." Kata Yin Sheng dengan tenang. Dirinya mengeluarkan beberapa lembar daun dari cincin dimensi, mengunyahnya hingga halus dan menempelkannya pada pergelangan tangan Nuying. Terakhir Yin Sheng merobek salah satu kain yang ada di ranjang untuk mengikat pergelangan tangan Nuying.
"Terima kasih banyak Nak... Maafkan aku karena telah bertindak tidak sopan padamu tadi?" Kakek Nuying kini bersikap sangat sopan pada Yin Sheng.
"Tidak usah dipermasalahkan Kek... Sudah menjadi kewajiban kita untuk saling menolong pada yang membutuhkan." Jawab Yin Sheng secara halus. Yin Sheng langsung berisitirahat. Hampir setengah Qi miliknya terbuang untuk menghilangkan zat aneh di dalam tubuh Nuying.
"Kalau boleh tahu, Anda ini siapa? Bisa mengobati cucuku yang sekarat seperti itu pasti Anda bukanlah orang biasa..."
"Nama saya Yin Sheng Kek... Tolong jangan terlalu sopan kepada saya... Bagaimanapun juga Kakek jauh lebih tua dari saya."
"Tuan Yin... Terima kasih banyak... Nama saya Huan, saya tidak memiliki apa-apa di rumah ini. Bagaimana saya bisa membalas kebaikan Tuan Yin?"
"Lupakan saja Kakek Huan. Bukankah sudah aku katakan jika saling tolong menolong itu adalah suatu kewajiban? Dan tolong Kek... Jangan terlalu sopan kepada saya." Jawab Yin Sheng yang benar-benar merasa sangat sungkan diperlakukan dengan sangat hormat oleh orang yang jauh lebih tua darinya.
"Kalau boleh tahu, sebenarnya cucu Kakek itu kenapa? Bagaimana bisa cucu Kakek seperti keracunan seperti itu?"
"Keracunan?" Kakek Huan terkejut mendengar penjelasan Yin Sheng. "Cucuku ini terkena wabah penyakit yang sedang berkembang di desa ini. Banyak warga yang telah mati karena penyakit seperti cucuku ini. Karena itu aku sangat berterimakasih karena Tuan Yin telah menyelamatkan cucu saya."
"Saya belum menyelamatkan sepenuhnya Kek... Saya hanya menghentikan waktu kritisnya. Cucu Kakek masih belum sembuh sepenuhnya."
Malam tersebut akhirnya Yin Sheng mendapat sebuah tumpangan untuk menginap meskipun dengan kondisi yang seadanya. Kakek Huan bukanlah orang yang terpandang, sehingga hanya bisa memberikan sajian yang pas-pasan kepada Yin Sheng. Yin Sheng tentu juga tidak mempermasalahkannya. Dirinya justru mengeluarkan beberapa potong daging Magical Beast untuk dimasak oleh Kakek Huan.
Malam yang tadinya mungkin akan dipenuhi tangis, berubah menjadi penuh dengan senyum bahagia karena kedatangan Yin Sheng.
Keesokan paginya, Kakek Huan memberitahukan kepada warga sekitar akan apa yang dilakukan oleh Yin Sheng semalam pada cucunya. Semua warga yang terkena penyakit tersebut akhirnya datang ke rumah Kakek Yongzheng untuk meminta bantuan Yin Sheng.
Yin Sheng yang melihat antrian panjang mengular di depan rumah Kakek Huan hanya bisa menatap pasrah. Dirinya tidak bisa membayangkan akan seperti apa lelahnya dirinya hari ini.
"Pak Kepala Desa... Bisa tolong bantu saya untuk mengarahkan para warga? Tolong utamakan yang memang kritis terlebih dahulu, untuk yang masih gejala ringan kita bisa tangani belakangan." Yin Sheng mencoba meminta bantuan Kepala Desa yang sudah datang pagi-pagi ke rumah Kakek Huan. Dirinya ingin melihat seperti apa tabib yang sudah berhasil menyembuhkan cucu Huan dari penyakit misterius.
Kepala Desa awalnya ragu dan mengira jika Huan hanya membual. Namun keraguan Kepala Desa sirna setelah melihat cucu Kakek Huan yang nampak begitu segar meski masih ada bintik-bintik bernanah di tubuhnya.
"Baik Tuan Yin..." Kepala Desa tentu sudah mengetahui nama Yin Sheng dari Kakek Huan. Dirinya pun meminta para warga untuk berpindah ke rumahnya yang lebih besar. Rumah Kakek Huan terlalu kecil untuk bisa menampung hampir separuh warga desa.
Satu persatu Yin Sheng memeriksa kondisi para warga, semua warga yang datang memiliki masalah yang sama. Terdapat zat aneh yang ada di dalam darah mereka. Setiap mengurus tiga sampai lima pasien, Yin Sheng akan beristirahat untuk menyerap Qi Absorption pil. Qi miliknya tidaklah banyak, untuk menarik zat aneh di dalam tubuh manusia memerlukan Qi dalam jumlah yang besar.
Para warga juga dengan sabar menunggu, mereka sadar jika Yin Sheng masih sangat muda sehingga tentu tidak mudah bagi Yin Sheng untuk mengobati semua warga yang ada.
"Tuan Yin... Apakah Anda masih sanggup bertahan?" Kepala Desa yang bernama Du Xing bertanya pada Yin Sheng. Peluh serta keringat terlihat membanjiri baju Yin Sheng yang berwarna biru tua. Membuat Du Xing merasa kasihan kepada Yin Sheng yang telah mengobati lebih dari setengah warganya.
"Tinggal tersisa warga dengan gejala ringan. Aku mungkin masih bisa melanjutkannya sampai malam. Tolong Tuan Du memberikan pil-pil ini kepada warga yang telah aku obati. Obat ini akan membantu mereka pulih." Yin Sheng mengeluarkan satu kantong berisi Cleansing Blood pil.
Semua pil tersebut adalah ciptaan Yin Sheng selama bertahun-tahun. Dirinya terus menyimpan semua pil yang dirinya buat. Tidak dirinya duga, pil buatannya akan langsung dirinya gunakan begitu dirinya keluar dari hutan.
"Tuan Yin... Ini..." Du Xing sedikit paham akan harga pil yang diberikan oleh Yin Sheng. Satu Cleansing Blood pil itu saja bisa berharga 2 sampai tiga perak, dan Yin Sheng begitu saja memberikannya dengan cuma-cuma. Namun bukan soal harganya, kesulitan dalam menemukan pil tersebut lah yang lebih sulit. Kebanyakan pil-pil tersebut akan langsung dibeli oleh para Kultivator sebelum dibeli oleh warga biasa.
"Kenapa? Apakah kurang? Aku masih memiliki beberapa jika kurang." Yin Sheng tidak mengalihkan pandangannya. Dirinya tetap berfokus mengatur Qi miliknya untuk menolong pasiennya.
"Tidak... Tidak Tuan... Ini sudah lebih dari cukup." Du Xing hampir muntah darah mendengar kata-kata Yin Sheng. Di dalam kantong tersebut ada lebih dari lima ratus pil. Tentu saja jumlah tersebut lebih dari cukup untuk diberikan kepada seluruh warga.
Hampir tengah malam sampai Yin Sheng selesai mengobati semua warga yang bergejala. Yin Sheng mendudukkan diri dengan lemas, lebih dari 40 kali dirinya mengisi Qi di dalam tubuhnya dengan Qi Absorbtion pil. Yin Sheng harus mengeluarkan sisa-sisa pil yang tidak ikut terserap di dalam tubuhnya, jika tidak sisa-sisa pil tersebut akan menghambat kultivasi dirinya.
Sebutir Cleansing Blood pil dirinya konsumsi, dan Yin Sheng melakukan meditasi. Menyerap semua fungsi kandungan pil lalu menyebarkan ke dalam tubuh. Sisa sisa pil akan dengan sendirinya terkumpul di dekat titik dantian.
Bush...
Angin surga keluar dengan sendirinya. Du Xing yang baru saja datang untuk berterima kasih kepada Yin Sheng secara tidak sengaja menghirup aroma dari angin surga. Muka masam langsung dirinya tahan agar dirinya tidak menyinggung Yin Sheng yang telah membantu desanya.
"Tuan Yin... Apakah ada sesuatu hal yang Anda perlukan?" Du Xing tetap bersikap ramah, meskipun hidungnya kini sedang tersiksa.
"Ah... Tuan Du... Maafkan aku telah tidak sopan di depan Anda..." Yin Sheng yang terbangun dari meditasinya langsung sadar diri jika Du Xing baru saja menghirup aroma angin surga.
"Tidak... Tidak... Itu bukan apa-apa." Bohong Du Xing yang tidak ingin menyinggung Yin Sheng.
"Tuan Du... Apakah Anda tahu penyebab dari wabah penyakit ini? Jika kita tidak menghentikan penyebabnya, wabah ini tidak akan berhenti dengan sendirinya."
"Itu..." Du Xing nampak ragu untuk menjawab pertanyaan Yin Sheng.