
Butuh waktu dua hari untuk menunggu asap ungu dari racun Demon Cruel menghilang se-enuhnya. Selama dua hari itu juga Yao He dan Yin Sheng harus tidur di atas pohon untuk menghindari ditemukan oleh Magical Beast.
Namun penantian dua hari mereka terbayar. Gua yang mereka tempati saat ini memang layak untuk dijadikan tempat tinggal. Ada banyak lorong lorong di dalam gua, yang mungkin butuh satu hari penuh untuk bisa menjelajahi semuanya.
Di dalam gua tersebut juga ada sebuah mata air kecil di salah satu lorong gua. Kemana air tersebut mengalir, Yao He dan Yin Sheng belum menelitinya. Karena tidak ada air sedikitpun yang keluar dari mulut gua. Memungkin jika adanya satu sungai bawah tanah di dalam gua tersebut.
Selama dua hari penantian itu juga, Yao He dan Yin Sheng harus menghemat makanan untuk mereka berdua. Bahan makanan yang mereka bawa dari desa tidaklah banyak, mereka harus benar-benar bijak mengatur konsumsi makanan untuk membuat mereka bertahan hidup.
"Kita harus mulai berburu makanan... Jika seperti ini terus, kita akan mati kelaparan nantinya..." Yao He mulai duduk berpikir dan memikirkan cara untuk berburu Magical Beast yang ada di hutan.
Dirinya tidak menduga, memindahkan mata Azhura miliknya ke Yin Sheng akan menimbulkan satu masalah baru. Jika saja dirinya masih memiliki mata Azhura, tentu dirinya masih bisa berburu Magical Beast level 3 atau 4.
Tapi kini? Jangankan berburu Magical Beast level 3 atau 4, bertemu Magical Beast level 2 saja dirinya memilih untuk kabur. Qi di dalam tubuhnya tidak bisa bertahan lebih dari 2 jam bahkan setelah Qi di dalam tubuhnya terisi penuh.
Mengandalkan Yin Sheng yang memiliki mata Azhura miliknya juga sepertinya percuma. Anak Yin Jiang tersebut masih harus dipoles sedemikian rupa sehingga bisa melawan Magical Beast level 3 atau 4.
Yao He mengeluarkan begitu banyak tanaman herbal yang di simpan di cincin dimensi miliknya. Tanaman herbal tersebut tidak hanya tanaman yang dirinya ambil di desa melati hijau, ada juga tanaman herbal yang memang miliknya sedari dulu. Terutama untuk tanaman-tanaman berkelas yang sudah berumur lebih dari ratusan tahun.
"Sepertinya aku harus mengorbankan ini..." Gumam Yao He sembari memegang sebuah akar pohon yang nampak telah berumur ratusan tahun.
Yao He mengeluarkan satu kuali besar. Meminta Yin Sheng untuk mengisinya dengan air hingga penuh.
"Perhatikan baik-baik... Aku tidak bisa mengajarimu ini dua kali karena ketersediaan bahan yang tipis. Kamu harus mengingat semua bahannya dan takarannya dengan benar." Yao He mulai memasukkan bahan-bahan yang diperlukan.
"Guru ingin membuat apa?" Yin Sheng bertanya dengan penuh antusias.
"Ini adalah ramuan perileks tubuh. Tapi aku akan membuat dalam skala yang besar."
Yin Sheng mengangguk penuh semangat dan membantu Yao He mengaduk ramuan yang dibuat. Membuat ramuan untuk pertama kalinya tentu membuat antusias Yin Sheng berada pada titik maksimal
"Ini yang terakhir..." Yao He memasukkan akar pohon Giganfoot yang berumur lebih dari 200 tahun. "Semua alchemist di dunia akan memaki diriku jika mereka tahu aku menggunakannya untuk apa..." Yao He hanya bisa tersenyum ketir, dirinya tidak punya pilihan lain selain memanfaatkan akar Giganfoot.
"Yin Sheng... Masuklah... Ramuan ini akan membuat tubuhmu lebih kuat dan rileks."
"Guru... Apa kau yakin? Ini masih dimasak..." Yin Sheng mulai berpikir jika gurunya sedang bercanda. Dirinya masuk ke dalam kuali yang sedang dimasak? Apa gurunya ingin menjadikan muridnya sup daging?
"Jangan banyak alasan! Cepatlah masuk!" Yao He langsung mendorong tubuh Yin Sheng ke dalam kuali.
"Bagaimana? Enak kan?" Tanya Yao He dengan wajah kemenangan.
"Luar biasa guru... Padahal air ini mendidih, tapi kenapa panasnya bisa sangat pas di kulit?"
"Tenangkan dirimu, dan mulailah bermeditasi! Ramuan ini akan meresap ke dalam tubuhmu untuk memperkuat tulang dan otot. Ramuan ini juga akan mempermudah Qi masuk ke dalam tubuhmu."
"Baik guru... Murid mengerti." Yin Sheng langsung melakukan apa yang gurunya katakan.
Barulah setelah Yin Sheng tenggelam dalam meditasinya, Yao He menambahkan satu bahan yang tersisa ke dalam ramuannya. "Maafkan aku Yin Sheng..." Ucap Yao He pelan.
Tenggelam dalam meditasinya membuat Yin Sheng tidak menyadari apa yang dilakukan Yao He. Ramuan yang dibuat oleh Yao He benar-benar merilekskan semua anggota tubuhnya. Bahkan saking rileksnya, Yin Sheng sampai tertidur di dalam meditasinya.
Malam harinya...
"Guru... Guru..." Yin Sheng terkejut mendapati dirinya tergantung dengan kepala di bawah ketika dirinya bangun. Seluruh tubuhnya diikat dengan kencang, membuat Yin Sheng sama sekali tidak bisa membebaskan diri.
Kepanikan Yin Sheng semakin menjadi ketika mendapati beberapa pasang mata merah muncul di balik semak-semak.
"Guru... Tolong aku guru... Ada Magical Beast yang ingin memakanku."
Sekeras apapun Yin Sheng memanggil gurunya, gurunya tidak juga muncul. Seakan-akan gurunya sengaja menjadikan muridnya makanan para Magical Beast.
"Mati aku..." Yin Sheng menelan ludah melihat tiga belas Serigala berbulu besi keluar dari semak-semak. Taring-taring tajam mereka seakan sudah menandai kulit dirinya sebagai sasarannya.
Aaarggh...
Aaargg...
Salah satu Serigala besi melompat ke arah Yin Sheng, mulut bertaringnya terbuka lebar siap untuk merobek kulit Yin Sheng.
"Aaa... Guru... Tolong aku..." Yin Sheng meronta, mengangkat badannya agar condong ke atas. Gigitan Serigala berbulu besi bisa dihindari.
Satu persatu Serigala berbulu besi melompat ke arah Yin Sheng. Membuka mulut penuh taring tajam mereka dan berusaha menggigit Yin Sheng.
Namun Yin Sheng juga menolak untuk menjadi santapan mereka semua begitu saja. Dirinya terus menghindar dengan mengangkat tubuhnya.
Bruk...
Aaarggh...
"Waduh... Mereka semakin marah..." Yin Sheng merasa ada yang tidak beres melihat salah satu Serigala berbulu besi ambruk begitu saja. Dirinya juga tidak bisa memastikan apakah serigala yang ambruk itu mati atau hanya sekedar pingsan.
Kedua belas serigala yang tersisa semakin aktif melompat ke arah Yin Sheng. Yin Sheng pun benar-benar dipaksa untuk melakukan sit up di udara secara terus menerus.
Bruk...
Bruk...
Semakin aktif serigala-serigala tersebut, semakin cepat pula mereka jatuh di atas tanah. Yin Sheng tidak mempunyai waktu untuk memikirkan apa yang terjadi, dirinya masih disibukkan dengan ancaman gigitan yang tersisa.
Bruk...
Satu Serigala berbulu besi terakhir akhirnya tumbang di atas tanah. Yin Sheng merasa begitu lega tidak ada lagi serigala yang berusaha membunuhnya.
"Sekarang bagaimana caranya aku bisa membebaskan diri?" Gumam Yin Sheng yang merasa kelelahan setelah terpaksa melakukan ratusan sit up di udara.
Clang...
Sebuah kilatan muncul di mata kirinya. Sebuah gambaran tiba-tiba bisa Yin Sheng lihat melalui mata kirinya.
Gambaran tersebut bergerak ke kanan ke kiri. Seakan akan Yin Sheng melihat dari sisi sang pemilik tubuh. Sebuah ikatan tali bisa Yin Sheng lihat mengikat erat di tubuhnya.
"Apa ini? Kenapa penglihatan mata kanan dan kiriku berbeda?" Yin Sheng tentu terkejut, mendapati ada dua penglihatan yang dirinya lihat secara bersamaan.
Slash...
Yin Sheng melihat ikatan tali tersebut terlepas begitu saja. Entah darimana, Yin Sheng juga bisa tahu jika pemilik tubuh terikat telah memotong tali menggunakan tangan berlapiskan Qi.
"Ini... Apakah ini contoh untuk aku melepaskan diri?" Yin Sheng bergumam sendiri. Mencoba melakukan apa yang telah dicontohkan.
Slash...
Bruk...
Yin Sheng tentu terkejut tali yang mengikat tubuhnya telah terpotong begitu saja, alhasil dirinya harus terjatuh dengan kepalanya yang menjadi pijakan.
"Aduh... Untung tidak patah ini leher..." Yin Sheng memijat punggungnya yang terasa sedikit nyeri setelah terjatuh.
"Bagus sekali..." Yao He tiba-tiba turun dari salah satu pohon dan mendekati Yin Sheng.
"Guru... Dari tadi guru ada disitu?" Kenapa tidak menolongku?" Yin Sheng memasang wajah cemberut, hampir saja dirinya kehilangan nyawa oleh para Serigala berbulu besi.
"Itu adalah latihan pertamamu!" Yao He berdalih. "Bagaimana kamu bisa lepas dari ikatan itu?" Yao He yakin sudah mengikat Yin Sheng dengan sangat kencang. Dirinya datang juga untuk melepaskan ikatan Yin Sheng.
"Aku memotongnya dengan ini guru..." Yin Sheng menunjukkan jarinya yang berlapiskan Qi putih tipis. Meskipun belum bisa terlihat dengan jelas, Qi yang melapisi jari Yin Sheng terlihat sangat tajam.
"Darimana kamu mempelajari itu?" Yao He tentu terkejut, melihat Yin Sheng bisa melakukan kontrol Qi seperti itu. Meskipun masih belum sempurna, apa yang dilakukan oleh Yin Sheng itu merupakan suatu teknik dasar perwujudan perubahan Qi dalam teknik berpedang. Butuh latihan bertahun-tahun untuk bisa melakukan hal seperti itu. Belum lagi Kultivator yang bisa melakukan hal itu harus memahami betul yang namanya aura pedang.
"Entahlah guru... Aku hanya melihat suatu gambaran di tangan kiriku, dan aku bisa mencoba melakukannya."
"Ini... Mata Azhura yang melakukannya kah? Tidak... Mata Azhura hanya bisa memperlihatkan gambaran dari pemilik sebelumnya. Untuk pemahaman tekniknya, itu murni dari pemilik mata. Jangan-jangan..." Yao He tersenyum kecil mengetahui asal kemampuan Yin Sheng. Dirinya pun kini merasa memberikan mata Azhura sebagai penyegel kekuatan Yin Sheng adalah tindakan yang tepat.
"Guru... Serigala-serigala ini kenapa?"
"Oohh... Mereka terkena efek ramuan perileks yang kamu gunakan kemarin... Mereka akan pingsan paling tidak dua hari... Siapapun yang mencium aroma tubuhmu saat ini, maka dia akan merasa rileks sampai pingsan dengan sendirinya."
"Kenapa aku tidak pingsan Guru?"
"Karena kamu sudah kebal... Ramuan itu hanya bisa berlaku untuk orang di sekitarmu. Karena kamu telah mandi dengan ramuan itu, tubuhmu kebal dengan ramuan penenang apapun."
"Jadi... Guru menjadikanku sebagai umpan untuk menangkap serigala-serigala ini?" Yin Sheng terkejut setengah mati. Dirinya hampir saja kehilangan nyawa karena tindakan gurunya.
Bruk...
"Guru..." Yin Sheng yang ingin marah kepada gurunya malah menjadi panik, mendapati gurunya pingsan begitu saja di hadapannya.