
Adu tatap mata terjadi antara Yin Sheng dan Spirit Beast tersebut. Keduanya masih meneliti satu sama lain kekuatan yang dimiliki keduanya.
"Namaku Yin Sheng... Maaf karena telah memaksamu keluar dari lubang persembunyianmu? Aku datang tidak dengan maksud jahat." Yin Sheng memulai pembicaraan, mencoba untuk bernegosiasi dengan Spirit Beast tersebut.
"Tidak bermaksud jahat katamu?" Spirit Beast wanita tersebut justru tersenyum kecut. "Jika kamu tidak bermaksud jahat, kenapa kamu memaksaku keluar?"
"Aku hanya ingin memintamu pergi dari wilayah ini secara halus..."
"Hah... Dasar... Semua manusia memang sama saja... Menyuruhku pergi sama saja dengan mengusirku bodoh!" Spirit Beast wanita nampak geram, dirinya langsung menyerang Yin Sheng dengan sebuah cairan yang dirinya keluarkan dari mulutnya.
Yin Sheng langsung melompat menghindar, firasatnya mengatakan jika cairan tersebut sangat berbahaya.
"Ini..." Dan benar saja... Bebatuan yang terkena cairan tersebut langsung meleleh seketika. Yin Sheng tidak sempat untuk memikirkan tentang efek cairan tersebut. Spirit Beast wanita telah mendekati Yin Sheng dan mengerahkan ujung ekornya yang runcing ke kepala Yin Sheng.
Thang...
Benturan antara ujung ekor Spirit Beast dan gagang pancing Yin Sheng terjadi. Yin Sheng terpental beberapa meter ke belakang karena kondisinya yang tidak siap.
"Kekuatan dan kecepatan reaksimu lumayan bocah..." Puji Spirit Beast wanita pada Yin Sheng, dirinya langsung menyerang Yin Sheng sekali lagi.
Thang...
Thang...
Yin Sheng dipaksa terus memundurkan langkahnya, serangan Spirit Beast wanita tersebut sangat terkoordinir. Kombinasi serangan cakar di tangan dan ekornya selalu mengincar titik vital Yin Sheng. Beruntung Yin Sheng memiliki mata Azhura yang bisa melihat pergerakan Spirit Beast wanita dengan sangat jelas.
"Kamu hanya memiliki satu mata, tapi bisa menghindari serangan dari titik buta. Sebenarnya siapa kamu?" Spirit Beast wanita tersebut mulai merasa ada yang aneh, berkali-kali ekornya mengincar titik buta Yin Sheng yang hanya memiliki satu mata. Tapi serangannya seakan-akan sudah terbaca semua oleh Yin Sheng.
"Sudah aku bilang namaku Yin Sheng. Kita bisa bicara baik-baik dan aku akan membiarkanmu pergi dari sini dengan selamat."
"Banyak omong kamu bocah!" Spirit Beast wanita tersebut mengeluarkan aura ungu dari dalam tubuhnya. Sekali lagi dirinya melesat menuju Yin Sheng.
"Cepat sekali..." Yin Sheng sempat terkejut mendapati kecepatan Spirit Beast wanita tersebut meningkat dengan tajam. Dirinya masih beruntung tidak menurunkan kewaspadaan, sehingga bisa menangkis serangan-serangan yang datang.
Spirit Beast wanita tersebut merasa geram melihat Yin Sheng bisa menangkis semua serangannya, padahal dirinya sudah mengeluarkan salah satu teknik andalannya. Terlalu asik menyerang membuat Spirit Beast wanita lengah akan pertahanannya.
"Seven Art of Kill... Second step!" Yin Sheng menemukan sebuah titik celah untuk bisa menyerang balik di tengah-tengah gempuran serangan, dengan cepat Yin Sheng memberikan lima tebasan secara zig-zag ke tubuh Spirit Beast wanita.
Slash...
Slash...
Tidak seperti yang Yin Sheng harapkan, tebasan gagang pancing diselimuti Qi tidak bisa menembus kulit Spirit Beast tersebut. Tebasannya barusan hanya membuat Spirit Beast wanita tersebut terlempar ke belakang.
"Kulitnya keras sekali..." Gumam Yin Sheng pelan. Tebasan Yin Sheng yang diselimuti Qi biasanya bisa menebas seekor Magical Beast tingkat lima dengan mudah. Tidak adanya luka yang bisa dirinya ciptakan, menunjukkan kekerasan kulit Spirit Beast tersebut berada di tingkat enam ke atas.
Yin Sheng tetap menunggu Spirit Beast tersebut bangkit, bagaimanapun juga dirinya tidak ingin mengakhiri semua ini dengan membunuh Spirit Beast wanita tersebut.
"Mati kau..." Spirit Beast wanita tersebut mengarahkan tangan kanannya ke arah Yin Sheng. Tidak ada apapun yang keluar dari tangan Spirit Beast tersebut. Namun ratusan ular beracun yang ada di tebing bagaikan sebuah anak panah yang mengincar Yin Sheng.
Ciu...
Ciu...
Semua ular beracun melompat ke arah Yin Sheng. Yin Sheng berhasil menghindari beberapa ular pertama yang datang kepadanya. Namun seiring banyaknya ular yang datang, Yin Sheng ragu bisa menghindari semuanya.
"Gelombang bola angin!" Yin Sheng mengeluarkan sebuah talisman dari cincin dimensinya, mengalirkan Qi ke dalamnya dan sebuah bola angin menyelubungi dirinya. Bola angin tersebut berputar dan semakin membesar, membawa semua ular beracun yang mengincar Yin Sheng mengikuti arah angin.
Semua ular tersebut akhirnya jatuh di atas tanah dengan kondisi pingsan. Diputar-putar sedemikian cepat tentu membuat ular-ular tersebut kehilangan kesadarannya.
"Sudah cukup... Aku tidak ingin membunuhmu!" Ucap Yin Sheng setelah terlepas dari serangan ular-ular beracun. Ada dua sampai tiga ular yang berhasil mengenainya.
Namun dengan cepat Yin Sheng menekan racun ular tersebut dengan Qi miliknya. Semua racun yang ada di dalam tubuh Yin Sheng keluar dengan sendirinya bagaikan keringat yang keluar dari tubuh.
"Cih... Besar mulut!" Spirit Beast wanita tersebut kembali menyerang secara langsung. Spirit Beast tersebut paham, hanya dengan serangan fisik secara langsung dirinya bisa melukai Yin Sheng.
"Aku sudah memperingatkanmu..." Yin Sheng tidak ingin melanjutkan pertarungan ini lagi. Dirinya pun terpaksa menggunakan teknik andalan dari mata Azhuranya.
"Segel mata... Divine Prison!"
Bagaikan menjadi sebuah batu, Spirit Beast wanita tersebut berhenti bergerak beberapa centi di depan Yin Sheng. Terlambat sedikit saja Yin Sheng mengaktifkan segel mata, maka kuku tajam Spirit Beast wanita tersebut pasti sudah menembus mata kirinya.
"Sekarang... Bisakah kita bicara?" Yin Sheng mengeluarkan sebuah talisman sekali lagi. Mengalirkan Qi dan mengaktifkannya.
Akar-akar tanaman kini mencuat dari dalam tanah, mengikat Spirit Beast wanita tersebut dengan sangat kuat. Yin Sheng ingin bicara empat mata, selama Spirit Beast wanita tersebut terkurung dalam Divine Prison tentu dia tidak akan bisa bicara.
"Lepaskan aku..." Spirit Beast wanita tersebut berusaha melepaskan diri. Namun sayang, akar-akar yang mengikatnya terlalu kuat untuk bisa dirinya hancurkan.
"Kamu ingin kita bicara, atau?" Yin Sheng mengeluarkan sebuah talisman sekali lagi. Dirinya membuat sebuah bola api di tangan kanannya. Dengan bola api tersebut, dirinya bisa membakar Spirit Beast wanita kapan saja.
"Apa yang kamu mau?" Spirit Beast wanita tersebut akhirnya menyerah, api adalah kelemahannya. Jika dirinya dibakar, maka tamat sudah riwayatnya.
"Aku ingin kamu pergi dari wilayah ini. Sebagai gantinya, aku akan membantumu satu hal."
"Cih... Membantuku... Kamu bisa apa?"
"Aku tahu kamu sedang tersiksa dengan ini..." Yin Sheng menunjuk sisik Spirit Beast wanita yang berwarna putih. "Aku akan membantumu jika aku tahu penyebab masalahmu."
Spirit Beast wanita tersebut nampak berpikir keras. Menimbang-nimbang apakah yang dikatakan Yin Sheng tersebut benar atau tidak. Spirit Beast seperti dirinya adalah incaran banyak Kultivator. Tidak sedikit Kultivator yang rela membeli inti jiwa dari Spirit Beast dengan harga yang mahal untuk menaikkan kekuatannya.
"Tawaranku tidak akan aku ulangi untuk kedua kalinya... Tentukan sekarang!" Yin Sheng merasa Spirit Beast wanita tersebut terlalu lama berpikir. Yin Sheng pun mengarahkan api di tangannya ke muka Spirit Beast wanita, meminta jawaban sesegera mungkin.