
Hidup... Yin Sheng merasa semua gambar yang terpahat di dinding tersebut hidup dengan sendirinya. Pahatan gambar tersebut keluar dari permukaan dinding, melayang di hadapan Yin Sheng laku bergerak dalam suatu susunan cerita.
Yin Sheng tidak bisa mengedipkan mata. Apa yang tersaji di hadapannya terlalu mahal untuk dilewatkan bahkan jika itu hanya sedetik sekalipun.
Xu Feng yang berdiri di samping Yin Sheng juga tidak mau mengganggu Yin Sheng. Dirinya memberi waktu kepada Yin Sheng untuk memahami dengan benar apa yang ada di dalam pahatan gambar tersebut.
Pahatan gambar inilah yang menjadi alasan utama Xu Feng memilih basis lokasi Sekte Air terjun berantai. Dirinya secara tidak sengaja menemukan gua di belakang air terjun ketika bermeditasi di bawah kucuran air terjun. Karena merasa apa yang tersembunyi di dalam gua tersebut sangat berharga. Xu Feng membuat formasi pelindung agar tidak ada orang yang bisa sembarangan masuk ke dalam gua tersebut.
Gua tersebut juga Xu Feng manfaatkan sebagai ruang harta utama dirinya, selain cincin dimensi yang selalu dirinya bawa kemana-mana tentunya.
"Bagaimana?" Tanya Xu Feng setelah Yin Sheng selesai melihat semua sajian yang tersaji di hadapannya.
"Aku tidak bisa berkata-kata Senior. Semua ini adalah sebuah untaian sejarah yang tidak mungkin bisa di dapatkan di manapun. Aku merasa sangat beruntung telah bertemu dengan Senior dan mendapatkan kesempatan untuk melihatnya. Terima kasih banyak Senior... Bagaimana cara junior ini untuk membalas kebaikan Senior?"
"Hahaha... Untuk apa berterima kasih? Aku hanya memperlihatkan suatu hal lebih cepat dari yang seharusnya. Aku sangat yakin... Suatu saat nanti, kamu akan mendapatkan penglihatan seperti ini juga dari mata kananmu itu." Xu Feng mengelus janggut putihnya sembari tertawa puas.
Yin Sheng pun hanya bisa tersenyum, apa yang dikatakan oleh pria tua bijak di hadapannya memang benar adanya. Pahatan gambar yang dirinya lihat memang berhubungan dengan mata Azhura miliknya.
Yin Sheng melihat sejarah awal mula semua ras yang ada di dunia ini. Sang Maha Pencipta membuat lima ras untuk pertama kalinya. Kelima ras tersebut adalah ras Dewa, Manusia, Iblis, Monster, dan Tanaman.
Sang Maha Pencipta tidak hanya maha menciptakan, tapi juga Maha Adil dalam membentuk kelima ras tersebut. Dia memberikan anugerah kepada masing-masing dari kelima ras tersebut.
Sang Maha Pencipta memberikan anugerah kepada Dewa untuk bisa mengatur alam. Hujan, angin, badai, gempa, letusan gunung. Semua hal itu adalah sesuatu yang diatur oleh para dewa di dunia ini. Sang Maha Pencipta menciptakan Ras Dewa untuk menjadi tangan kanannya dalam mengatur dunia. Sehingga Sang Maha Pencipta tidak perlu turun tangan untuk hanya sekedar meniupkan angin dari laut ke daratan ataupun sebaliknya.
Ras Manusia diberi anugerah kecerdasan dalam berpikir. Setiap manusia diberi tambahan kecerdasan yang melebih ras lainnya. Sehingga ras manusia bisa berkembang dan bertahan hidup di dunia yang diatur oleh para Dewa.
Ras Monster adalah cikal bakal yang sekarang dikenal sebagai hewan sejatinya. Baik itu hewan ternak ataupun hewan buas dahulu kala adalah monster. Perubahan yang terjadi di alam dan proses adaptasi dari para monster menjadikan monster-monster berubah atau berevolusi menjadi hewan-hewan yang ada. Menyisakan sebagian kecil monster yang memang masih bisa bertahan untuk tetap menjadi monster yang dikenal sebagai Magical Beast. Ras Monster diberi kelebihan kekuatan yang lebih dari ras manapun yang Sang Maha Pencipta ciptakan.
Ras tanaman mungkin sedikit spesial. Sang Maha Pencipta menciptakan ras tanaman tanpa bisa bergerak sesuka mereka seperti yang lainnya. Tapi ras tanaman diberi kelebihan yang lebih dari yang lain, yaitu umur panjang yang tidak terbatas.
Ras yang terakhir adalah ras Iblis. Sang Maha Pencipta membuat dunia ini begitu seimbang. Ketika ada siang maka diciptakan malam. Ketika ada panas maka diciptakan dingin. Begitu pula dengan putih maka Sang Maha Pencipta ciptakan hitam. Iblis adalah bagian hitam dari dunia ini. Iblis diciptakan dengan kelebihan siasat yang sangat hebat serta hati yang tidak pernah merasa puas. Menjadikan Iblis sebagai ras yang paling ambisius dari pada ras lainnya. Setiap kata-kata yang Iblis keluarkan bisa menjerat manusia bahkan dewa sekalipun berada dalam kesesatan. Iblis memang diciptakan oleh Sang Maha Pencipta untuk memberi warna kepada kehidupan yang ada di dunia.
Diantara semua ras tersebut, Sang Maha Pencipta memilih satu pemimpin untuk memimpin masing-masing ras. Dan dari setiap pemimpin tersebut, Sang Maha Kuasa memberikan kelebihan yang lebih dari yang lainnya.
Ras Dewa dipimpin oleh seorang Dewa yang memiliki sayap emas dan tangan keberkatan. Setiap kibasan sayap emas tersebut akan memberikan berkah yang bisa menyembuhkan luka paling sekarat sekalipun. Setiap uluran tangan Dewa tersebut akan bisa menyelamatkan apapun dan siapapun dari kesusahan.
Pemimpin ras Monster diberi kulit yang tidak tertembus serta tanduk terkokoh. Kedua kelebihan tersebut membuat pimpinan monster menjadi sangat kuat dan tidak mungkin terkalahkan dalam pertarungan.
Berbeda dengan ketiga ras lainnya yang diberi hak istimewa yang terlihat secara fisik. Pemimpin ras tumbuhan diberi dua hal istimewa yang notabene tidak terlihat secara fisik. Yang pertama adalah kemampuan menyerap kekuatan alam. Kemampuan tersebut membuat pemimpin ras tumbuhan bisa tumbuh sangat cepat serta beregenerasi dengan cepat pula. Yang kedua adalah kemampuan menghasilkan serbuk kehidupan.
Yang Maha Pencipta menjadikan ras tanaman sebagai penopang kehidupan di dunia. Karena ras tanaman tidak bisa berpindah tempat, maka Yang Maha Pencipta memberikan serbuk kehidupan agar ras tanaman bisa berkembang dengan cepat selayaknya ras lainnya.
Yang terakhir adalah ras manusia. Ras manusia adalah satu-satunya ras yang memiliki pikiran yang berkembang. Karena pikiran yang berkembang itulah ras manusia begitu rentan untuk mendapat hasutan dari ras iblis. Oleh karena itu Yang Maha Pencipta memberikan mata Azhura serta hati yang terbijak kepada pemimpin ras manusia.
Yang Maha Pencipta menginginkan dunia yang berwarna, tapi Yang Maha Kuasa juga tidak ingin melihat dunia hancur karena pikiran berkembang manusia yang hatinya dihasut oleh ras iblis. Oleh karena itu Yang Maha Pencipta memberikan kedua hal spesial tersebut kepada pemimpin ras manusia.
Mata Azhura yang bisa melihat sesuatu hal melintasi aliran ruang dan waktu, diharapkan bisa membuat pemimpin ras manusia bisa mengambil keputusan yang tepat untuk menjaga kelangsungan dunia.
Kelangsungan dunia yang tertata selayaknya Yang Maha Pencipta inginkan berjalan lebih dari ribuan tahun. Namun karena perkembangan populasi yang terus berkembang, masing-masing ras tersebut akhirnya saling berpencar dan mencari tempat hunian yang cocok untuk mereka tinggali.
Tersebar artinya sulit terpantau. Pemimpin ras manusia tidak bisa mengatur anggota rasnya seperti ketika mereka semua hidup dalam satu tempat. Ras iblis menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan hasutan-hasutan pada manusia yang berjiwa lemah.
Ras iblis menghasut manusia, jika ras manusia adalah ras terlemah dari semua ras yang ada. Sang iblis juga menghasut jika Sang Maha Pencipta berlaku tidak adil kepada ras manusia, karena ras manusia memiliki umur paling pendek dari semua ras yang ada.
Para manusia tidak bisa membantah kata-kata hasutan dari iblis yang menghasut mereka. Semua yang dikatakan memang benar adanya. Dari hasutan iblis tersebut timbullah rasa iri dan dengki di hati para manusia.
Iblis yang merasa berhasil menghasut para manusia, akhirnya memberikan satu jalan keluar bagi para manusia. Iblis berkata jika manusia bisa saja menjadi sekuat monster dan berumur panjang selayaknya tanaman. Hanya saja para manusia perlu berusaha untuk mendapatkan kedua hal tersebut.
Para manusia tentu merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh iblis. Mereka pun meminta iblis untuk menjelaskan lebih jauh. Dan akhirnya iblis menjelaskan jika para manusia bisa menjadi kuat dan berumur panjang jika berhasil menebang pemimpin ras tanaman dan memakan buah serta daun yang dimiliki.
Sebagian manusia merasa terpanggil dengan penjelasan iblis, sebagian lagi merasa itu adalah suatu hal yang konyol. Namun pada akhirnya, lebih banyak ras manusia yang percaya daripada yang tidak percaya dengan hasutan iblis. Para manusia pun berbondong-bondong menghampiri pemimpin ras tanaman. Mencoba menebang dan memakan semua yang ada di tubuh pemimpin ras tanaman.
Apa yang dikatakan iblis benar adanya. Setelah ratusan tahun berusaha dengan susah payah dan korban yang tidak sedikit, akhirnya para manusia tersebut berhasil menebang pemimpin ras tanaman. Para manusia yang masih bertahan bisa melakukan apa yang iblis jelaskan dengan memakan buah, daun, bahkan akar dan batang pemimpin ras tanaman.
Setelah memakan pemimpin ras tanaman tersebut, para manusia bisa melakukan apa yang hanya bisa dilakukan oleh pimpinan ras tanaman dulu, menyerap energi alam.
Sejarah Kultivator berasal dari situ. Keturunan dari para manusia yang memakan pemimpin ras tanaman tersebut tetap mendapatkan kemampuan menyerap energi alam. Sedangkan para manusia yang tidak mengikuti hasutan iblis, mereka tetap menjadi manusia normal pada umumnya.