Heaven Road

Heaven Road
6. Yang tidak bisa tersembunyikan 9



Badai salju yang sangat dahsyat terpampang di depan mata. Angin yang kencang, ditambah intensitas jumlah butiran salju yang ikut tertiup oleh angin membuat jarak pandang hanya bisa memandang lurus ke depan sejauh dua meter ke depan.


Namun bukan hanya sekedar butiran salju serta angin kencang yang Yin Sheng lihat dari mata Azhura miliknya. Mata Azhura miliknya menampilkan gelombang energi yang saling bertabrakan di celah-celah udara yang terus bergerak tak beraturan. Kedua gelombang energi yang masing-masing berwarna merah dan biru tersebut nampak saling berbenturan satu sama lain, saling beresonansi membentuk sebuah pusaran energi dua warna yang menuju ke dalam satu titik.


Yin Sheng melihat sang pemilik mata sebelumnya mendekat ke arah pusat pusaran energi, ingin mengetahui secara pasti perihal apa yang telah membuat badai salju dengan dua energi berbeda warna itu.


Selang beberapa saat penyebab badai tersebut akhirnya bisa terlihat. Sebuah tanaman kecil berdaun merah, berbatang biru terlihat berdiri di tengah-tengah pusaran badai energi dua warna. Pusaran energi dua warna tersebut bergerak berputar dan masuk menuju ke setiap daun maupun batang tanaman dua warna. Seakan akan tanaman dua warna tersebut sedang menyerap dua energi berbeda warna yang ada di sekitarnya.


Sang pemilik mata mencoba memetik tanaman dua warna dengan tangannya, namun sebuah energi berwarna merah nampak menghalau tangan sang pemilik mata. Mencegah tangan sang pemilik mata untuk bisa menyentuh tanaman dua warna.


Sang pemilik mata tidak tinggal diam. Dari tangan sang pemilik mata keluar aura berwarna hitam legam. Benturan kedua aura berbeda warna tersebut pun akhirnya terjadi di tengah badai salju yang kini semakin menggila. Badai salju seakan ikut terdistorsi ke dalam benturan energi tanaman dua warna dengan pemilik mata Azhura.


Aura gelap pemilik mata Azhura akhirnya berhasil menekan aura merah seutuhnya. Membuat pemilik mata Azhura bisa mencabut tanaman dua warna tersebut dari akar-akarnya.


Ledakan energi berwarna merah terjadi kala pemilik mata Azhura berhasil mengangkat tanaman dua warna tersebut dari akarnya seutuhnya. Membuat tubuh pemilik mata Azhura terpental hingga tersungkur ke atas tanah.


"Hah... Hah...." Yin Sheng menghela nafas begitu berat setelah mendapat penglihatan dari mata Azhura barusan, keringat dingin membasahi punggung serta dahinya. Menandakan tubuh Yin Sheng benar-benar memerlukan energi yang besar untuk bisa menahan penglihatan yang diberikan oleh mata Azhura.


Namun Yin Sheng tidak hanya mendapatkan penglihatan yang seperti biasanya. Entah bagaimana caranya, sebuah informasi ikut masuk ke dalam pikirannya. Informasi tentang energi berwarna biru dan merah yang dilihatnya dalam penglihatan mata Azhura.


"Ada apa?" Xu Feng merasa khawatir akan kondisi Yin Sheng. Dirinya kini tengah mencoba memasang kembali formasi pelindung yang menutupi bola energi di hadapan mereka berdua.


"Jangan ditutup Senior... Aku sekarang tahu fungsi bola itu..." Cegah Yin Sheng sebelum Xu Feng menutup sempurna formasi pelindungnya.


"Maksudmu?" Xu Feng mengerutkan dahi. Memandang Yin Sheng dengan penuh tanda tanya. Namun dirinya langsung bisa dengan cepat mengambil kesimpulan, jika Yin Sheng baru saja mendapatkan penglihatan dari mata Azhura miliknya.


Yin Sheng memaksakan tubuhnya untuk berdiri, meskipun dengan sedikit sempoyongan. Menstabilkan nafasnya sejenak dan menatap bola energi berbagai warna yang terus memancarkan aura mencekam.


"Bola Ini semacam Qi yang dipadatkan. Hanya saja ini bukanlah Qi yang bisa diserap oleh para manusia."


"Hem..." Xu Feng terdiam, namun menunggu penjelasan selanjutnya dari Yin Sheng.


"Energi di alam terbagi menjadi dua lebih tepatnya. Energi positif atau Sheng Qi dan negatif atau Sha Qi."


"Lantas?"


"Energi yang biasa kita serap adalah energi positif, sedangkan energi negatif tidak bisa kita serap karena sifatnya yang sangat aktif seperti yang kita lihat di dalam bola itu."


"Kalau tidak bisa diserap? Kenapa ada yang bisa memadatkannya dalam bentuk bola seperti itu?"


"Hihi..." Yin Sheng justru tersenyum kecil mendengar pertanyaan dari Xu Feng. Dirinya mengeluarkan aura Qi miliknya dalam jumlah besar untuk semakin mendekat ke arah bola aneka warna di atas meja.


"Apa yang akan kamu lakukan bocah?" Xu Feng terkejut melihat apa yang dilakukan Yin Sheng. "Jangan bilang kau... Itu berbahaya!" Xu Feng segera tahu maksud dari Yin Sheng melakukan hal seperti itu, dirinya langsung memperingatkan Yin Sheng untuk tidak melakukan hal yang ceroboh.


"Jangan khawatir Senior Feng... Aku tahu apa yang aku lakukan..." Yin Sheng kini tengah sampai di depan bola aneka warna. Dirinya mengatur nafas sesaat karena harus menahan tekanan yang diberikan oleh bola aneka warna di hadapannya.


Xu Feng ingin mencegah Yin Sheng tapi melihat sorot mata Yin Sheng yang tidak menunjukkan satu pun keraguan, Xu Feng akhirnya membiarkan Yin Sheng bertindak sesukanya. Dari sorot matanya Xu Feng bisa melihat jika Yin Sheng telah sangat memahami apa yang akan dirinya lakukan.


"Ha....." Yin Sheng memfokuskan sebagian besar Qi di dalam tubuhnya pada tangan kanannya, membentuk Qi di tangannya selayaknya pedang yang menempel pada tangan kanannya. Bola aneka warna tersebut semakin memperbesar aura yang dikeluarkan, namun aura Qi milik Yin Sheng dengan halus memotong aura yang dikeluarkan oleh bola aneka warna.


Bagaikan di redam... Aura yang dikeluarkan oleh bola aneka warna langsung hilang seketika ketika Yin Sheng berhasil menggenggam bola aneka warna tersebut.


"Aaah...." Yin Sheng berteriak hebat setelah menangkap bola aneka warna tersebut. Semua aura yang tadinya menekan dirinya kini tengah mencoba menerobos masuk ke dalam tubuhnya.


"Bocah... Cepat lepaskan bola itu!" Xu Feng nampak panik. Dirinya takut jika bola aneka warna tersebut akan mencelakai Yin Sheng. Sangat disayangkan jika bakat seperti Yin Sheng harus mati di tempat ini di umur yang begitu muda. Lagipula Xu Feng juga tidak ingin berurusan dengan latar belakang Yin Sheng yang masih misterius.


Yin Sheng tidak mengindahkan perkataan Xu Feng. Dirinya memilih duduk bersila dan mengatur Sha Qi yang kini tengah mengalir deras ke dalam tubuhnya. Yin Sheng menarik semua Sheng Qi di dalam tubuhnya ke dalam dantian miliknya. Menjaganya agar tidak ada sedikitpun Sheng Qi yang bertubrukan dengan Sha Qi di meridian miliknya. Yin Sheng membiarkan semua Sha Qi dari bola aneka warna mengisi seluruh meridian di dalam tubuhnya hingga penuh total.


"Gawat... Bocah ini tak sanggup menahan semua energi yang terkandung dalam bola itu." Xu Feng mulai panik. Melihat sebagian energi dari bola aneka warna mulai merembes keluar dari tubuh Yin Sheng. Kasus seperti itu jika terjadi pada Kultivator biasa maka tubuh Kultivator tersebut akan meledak.


Xu Feng mengumpulkan Qi di telapak tangannya, melakukan segel tangan untuk membentuk suatu formasi guna membantu Yin Sheng. Namun belum sampai dirinya menyelesaikan segel tangan, semua energi yang tadinya merembes keluar terserap kembali ke dalam tubuh Yin Sheng.


"Bocah ini...." Xu Feng tidak bisa untuk tidak terkejut. Dirinya sudah pernah mencoba untuk menyerap energi yang terkandung di dalam bola aneka warna tersebut, dan tubuhnya sangat tertekan ketika berusaha memasukkan energi tersebut ke dalam dantian miliknya.


Namun Yin Sheng seakan berbeda... Meskipun Xu Feng bisa melihat jika raut muka Yin Sheng cukup tertekan karena menyerap energi yang sangat aktif dari bola aneka warna, namun dari segi kondisi tubuhnya hal tersebut masih dalam batas wajar. Seakan-akan Yin Sheng sudah pernah melakukan hal seperti itu puluhan kali.


Yang tidak Xu Feng ketahui adalah. Yin Sheng tidak mencampurkan energi dari bola aneka warna dengan Qi miliknya. Melainkan dirinya membuat energi tersebut bersanding sejajar dengan Qi miliknya di dalam dantian miliknya. Sedangkan dantian milik Yin Sheng adalah dantian yang spesial, dimana dantian Yin Sheng mampu menyimpan energi jauh di atas kapasitas yang seharusnya bisa ditampung.


Kini di dalam dantian Yin Sheng bersanding dua energi berwarna hitam dan putih. Putih merupakan energi bawaan Qi milik Yin Sheng, sedangkan hitam adalah energi yang berasal dari bola aneka warna. Dua energi berbeda warna tersebut saling bersanding satu sama lain, tidak tercampur namun menjadi satu kesatuan di dalam dantian Yin Sheng.


Perlu waktu tiga jam bagi Yin Sheng untuk bisa menyerap semua energi yang ada di dalam bola aneka warna. Bahkan di tengah-tengah penyerapannya, Yin Sheng membentuk energi yang berasal dari bola aneka warna untuk menjadi lapisan dantian. Yin Sheng perlu melakukan hal tersebut agar dantian miliknya tetap stabil. Karena kedua energi tersebut saling berbeda sifat, maka Yin Sheng harus mensejajarkan keduanya secara seimbang.


Dengan apa yang Yin Sheng lakukan tadi, kini Yin Sheng seakan menjadi dua Kultivator yang berada di dalam satu tubuh. Karena total lapisan dantian miliknya kini berjumlah enam belas lapis. Tujuh lapisan energi putih, sembilan lapisan energi hitam.


"Fiuh...." Yin Sheng mengeluarkan satu hembusan nafas yang sangat kasar. Dari hembusan nafas tersebut keluar asap hitam yang sangat pekat. Keringat serta beberapa cairan berwarna hitam juga keluar dari permukaan kulit Yin Sheng.


Yin Sheng tidak tergesa-gesa berdiri. Dirinya mengambil satu pil dari cincin dimensi miliknya yaitu pil penstabil dantian. Dirinya baru saja melakukan tingkatan kultivasi alam penempaan Qi sembilan tingkat secara langsung. Dantian miliknya harus di stabilkan terlebih dahulu jika tidak ingin sampai dantian miliknya retak dan bocor tak berguna.


"Kamu memang penuh kejutan." Xu Feng Mengelus janggutnya melihat Yin Sheng duduk bersila sembari menyerap efek pil. Cara yang dilakukan oleh Yin Sheng untuk menyerap energi bola aneka warna memang sangat tepat. Namun cara tersebut memang hanya bisa dilakukan oleh Yin Sheng.


Jika seseorang Kultivator biasa melakukan apa yang Yin Sheng lakukan, spirit root mereka tentu sudah akan rusak ketika menyerap jumlah energi yang sangat banyak. Namun dengan dantian tanpa spirit root seperti Yin Sheng, hal seperti itu bisa terjadi.


"Maafkan aku karena telah merusak barang berharga milikmu Senior?" Yin Sheng mengembalikan bola yang tadinya berwarna aneka warna kini telah menjadi hitam legam seutuhnya.


"Ini..." Xu Feng bingung ingin berekspresi seperti apa. Bingung, sedih, senang semua menjadi satu. Namun akhirnya dirinya mengikhlaskan bola tersebut untuk Yin Sheng karena apa yang di dalamnya tadi memang hanya bisa digunakan oleh Yin Sheng.


"Bola itu sudah menjadi jodohmu. Aku sudah sangat beruntung karena melihat kejadian ini." Balas Xu Feng yang mencoba menghibur diri.


"Aku tidak tahu dengan cara apa aku akan membalas kebaikan Senior Feng." Yin Sheng memberikan hormat kepada pria tua di hadapannya. Bagaimanapun juga bola aneka warna sudah menjadi barang berharga Xu Feng selama ratusan tahun, dan kini semua yang ada di dalamnya telah hilang begitu saja terserap di dalam tubuh Yin Sheng.


"Hahaha... Asal kamu tidak melupakan Sekte Air terjun berantai di masa depan, itu sudah cukup bagiku." Jawab Xu Feng yang tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada.


"Tentu Senior... Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan Sekte ini sampai kapan pun. Kapan pun Sekte ini butuh bantuan ku kelak, aku tidak akan pernah berkedip sedikitpun untuk membantu."


"Hahaha... Kalau begitu... Mari kita lihat seperti apa kekuatan barumu itu. Aku masih dipenuhi rasa penasaran." Xu Feng pun mengajak Yin Sheng meninggalkan gua. Karena tidak mungkin bagi mereka berdua untuk mengetes kekuatan Yin Sheng di dalam ruangan harta Sekte Air terjun berantai.