Heaven Road

Heaven Road
6. Yang tidak bisa tersembunyikan 3



"Hahaha..." Kakek Xu Roulan yang bernama Xu Feng tertawa lebar melihat Yin Sheng terikat rantai di dalam ruang jeruji besi. Mungkin jika tidak tahu alasan Xu Feng tertawa, orang-orang akan menganggap Xu Feng adalah seorang psikopat. Yang sangat suka untuk menyiksa seorang manusia selayaknya boneka mainan.


Namun Xu Feng adalah seorang Kultivator ranah Alam Dewa fase puncak. Sekali melihat Xu Feng bisa menilai jika Yin Sheng bukanlah seorang pemuda yang biasa.


"Kakek... Apanya yang lucu? Pemuda ini telah menodai diriku!" Xu Roulan merasa ada yang aneh dengan pemikiran Kakeknya, dirinya mengajak Kakeknya kesini untuk memberi pelajaran kepada Yin Sheng yang telah berani berbuat kurang ajar kepada dirinya sewaktu di atas sampan. Namun apa yang terjadi diluar perkiraannya.


Meskipun terlihat kaku dan keras, hati Xu Roulan sangatlah lembut. Oleh karena itu Xu Roulan tidak turun tangan sendiri untuk memberi pelajaran kepada Yin Sheng. Tangannya dan hatinya sering tidak sinkron jika harus menyakiti orang lain, apa lagi memukul wajah seorang laki-laki yang notabene wajahnya di atas rata-rata seperti Yin Sheng.


"Menodaimu? Anak ini?" Xu Feng nampak tidak percaya dengan kata-kata Xu Roulan barusan. Dirinya tidak melihat satu sisi jahat sedikitpun dari Yin Sheng. Yang ada malah aura yang Yin Sheng keluarkan ketika berkultivasi sembari berdiri sangatlah mengagumkan.


"Ya Kakek..." Xu Roulan menggembungkan pipinya melihat Kakek satu-satunya tersebut tidak mempercayai kata-katanya.


"Kalau begitu jelaskan yang telah dia lakukan!"


"Itu..." Xu Roulan nampak kebingungan dengan perintah Kakeknya. "Itu sangat memalukan Kek..." Xu Roulan berkilah.


"Hahahaha... Aku tahu kamu akan mengatakan hal seperti itu." Xu Feng mendekat ke arah jeruji besi. Membuka pintunya dan mengibaskan tangannya di hadapan Yin Sheng.


Rantai-rantai yang mengikat kaki dan tangan Yin Sheng langsung terputus dengan sendirinya. Yin Sheng yang masih dalam meditasinya terpaksa harus terbangun karena jatuh di atas lantai.


"Lepas?" Yin Sheng terlihat kebingungan.


"Anak muda... Siapa namamu?" Xu Feng mendekati Yin Sheng dan mengulurkan tangannya untuk membantu Yin Sheng berdiri. Selain untuk membantu Yin Sheng, Xu Feng juga berniat untuk memeriksa tulang serta spirit root yang dimiliki oleh Yin Sheng. Aura yang dikeluarkan Yin Sheng ketika berkultivasi sungguh menarik minat dirinya, oleh karena itu Xu Feng ingin mengetahui seberapa berbakatnya Yin Sheng dalam berkultivasi.


"Terima kasih Senior... Namaku Yin Sheng." Menerima uluran tangan Xu Feng dan bangkit berdiri. Yin Sheng tahu jika Xu Feng mengalirkan Qi ke dalam tubuhnya, dirinya juga tidak melawan aliran Qi tersebut. Mata Azhura miliknya memperlihatkan energi Qi yang sangat melimpah dari kakek tua di hadapannya, menandakan kakek tua di hadapannya pasti seorang Kultivator ranah Alam Dewa.


"Ini..." Xu Feng terkejut, mendapati Qi miliknya terserap ke dalam dantian milik Yin Sheng.


Yin Sheng tidak mencoba menolak ataupun menarik mana milik Xu Feng yang masuk ke dalam dantian miliknya. Dirinya tidak melihat adanya potensi bahaya atau ancaman dari Xu Feng, sehingga membiarkan Xu Feng bertindak sesuka hati.


"Kamu benar-benar menarik Anak muda..." Xu Feng kini bisa merasa lega di dalam hati setelah mampu mengontrol jumlah Qi yang di serap oleh dantian Yin Sheng. Untuk melihat spirit root yang dimiliki Yin Sheng, Xu Feng wajib mengorbankan sebagian Qi miliknya untuk menjadi konsumsi dantian Yin Sheng.


Wajah Xu Feng nampak kebingungan karena tidak mendapati titik terang keberadaan spirit root milik Yin Sheng. Padahal dirinya sudah menjelajahi hampir keseluruhan bagian dantian milik Yin Sheng. Tidak sedikit pula jumlah Qi yang sudah diserap oleh dantian Yin Sheng untuk apa yang dirinya lakukan barusan.


"Hah... Hah..." Xu Feng akhirnya melepaskan tangannya dari tangan Yin Sheng. "Sepertinya aku sudah terlalu tua untuk hal seperti ini." Xu Feng berkilah, padahal hampir seperempat Qi miliknya telah diserap oleh dantian milik Yin Sheng. Bahkan kini tubuh Yin Sheng nampak sedikit bercahaya, karena terlalu banyak Qi yang di tampung oleh dantiannya.


Yin Sheng tidak menjawab perkataan Xu Feng, dirinya memilih untuk mengatur Qi yang baru saja dantiannya serap. Akan berbahaya bagi tubuhnya jika dirinya membiarkan Qi tersebut terus-terusan berada di dalam tubuhnya tanpa pengarahan.


Bush....


Kepulan asap keluar dari tubuh Yin Sheng. Menandakan Yin Sheng telah berhasil membentuk lapisan ke delapan yang selama ini sulit untuk dirinya tembus. Baik Xu Feng maupun Xu Roulan hanya bisa melongo dengan mulut terbuka, melihat seorang yang ditahan di dalam penjara namun bisa menaikkan kultivasinya.


"Terima kasih banyak Senior..." Yin Sheng memberi hormat kepada Xu Feng, bagaimana pun juga Xu Feng telah sangat berjasa dalam kenaikan tingkatnya barusan.


"Haha..." Xu Feng hanya bisa tertawa garing Ingin rasanya dirinya mengumpat kepada Yin Sheng karena Qi yang telah dirinya kumpulkan susah payah dalam latihan tertutup mesti hilang begitu saja dan diserap oleh Yin Sheng.


Namun Xu Feng juga tidak menyalahkan Yin Sheng atas semua yang terjadi. Semua ini juga karena ulah dirinya sendiri yang terlalu sembrono dalam bertindak.


"Darimana sebenarnya asalmu?" Xu Feng kini mengajukan pertanyaan kepada Yin Sheng. Seseorang dengan tubuh unik seperti Yin Sheng tentu sangat langka. Xu Feng menduga asal-usul Yin Sheng pasti dari suatu Sekte besar.


"Saya hanya pemuda dari desa kecil Senior..." Jawab Yin Sheng tanpa menghilangkan rasa hormat sedikitpun.


Uhuk... Uhuk...


Xu Feng tersedak beberapa kali mendengar kata-kata Yin Sheng. Jika pemuda seperti Yin Sheng bisa terbentuk di suatu desa kecil, maka akademi sekte-sekte besar pasti akan langsung tutup karena generasi muda lebih memilih pergi ke desa kecil. Xu Feng pun menduga guru Yin Sheng adalah seorang Kultivator hebat yang tengah mengasingkan diri. Namun karena Yin Sheng tidak ingin menyebutkan siapa gurunya, Xu Feng juga tidak ingin memaksa Yin Sheng memberi tahu. Pikiran Xu Feng berpikir jauh ke depan, jika sampai Guru Yin Sheng tersinggung. Masalah besar pasti akan menimpa Sekte Air terjun berantai di kemudian hari.


"Maafkan sikap cucuku karena telah bersikap sangat tidak sopan kepadamu..." Xu Feng menoleh ke arah Xu Roulan, memberi tanda kepada Xu Roulan untuk meminta maaf kepada Yin Sheng.


Mata Xu Roulan melebar sampai urat matanya hampir keluar. Dirinya memeriksa telinga miliknya, memastikan apakah telinganya telah rusak dan salah mendengar perkataan dari Kakeknya.


"Lan'er..." Xu Feng nampak tidak bisa mentolerir tindakan cucunya. Asal usul Yin Sheng sama sekali belum jelas. Jika sampai Xu Roulan memperpanjang masalah dengan Yin Sheng, Xu Feng takut Sekte mereka akan mendapat tambahan masalah.


"A... A... Aku minta maaf?" Xu Roulan sempat ragu sejenak, namun tatapan tajam dari Kakeknya langsung membuat dirinya meminta maaf dengan cepat.


Yin Sheng tidak menjawab, dirinya hanya mengangguk. Bukan masalah besar bagi Yin Sheng mendapat perlakuan seperti tadi. Dirinya hanya mencatat satu orang yang mesti mendapat pelajaran darinya nanti.


"Bagaimana kalau kita berbincang-bincang sejenak... Aku yakin kamu perlu merilekskan tubuhmu yang kaku karena telah terikat selama seharian. Aku punya teh yang bagus di ruangan pribadiku." Ajak Xu Feng kepada Yin Sheng.


"Terima kasih atas kebaikan Senior.." Yin Sheng menggestur tangannya agar Xu Feng menunjukkan jalan. Xu Feng pun mulai berjalan diikuti Yin Sheng untuk pergi ke ruangan pribadinya, meninggalkan Xu Roulan yang masih diliputi rasa kesal.


"Dasar laki-laki sombong! Awas saja nanti!" Gumam Xu Roulan yang merasa Yin Sheng sangat beruntung karena mendapat bantuan dari Kakeknya. Dirinya langsung memutar otak untuk membalas Yin Sheng yang telah mempermalukan dirinya di hadapan Kakeknya.