Heaven Road

Heaven Road
6. Yang tidak bisa tersembunyikan 6



"Luar biasa..." Yin Sheng tidak bisa untuk tidak terpana melihat rantai air terjun yang ada di pusat Sekte Air terjun berantai. Deretan air terjun yang bertingkat terlihat begitu mempesona bagi Yin Sheng yang baru pertama kali melihat air terjun. Apalagi pecahan warna yang terjadi karena warna putih yang terpecah oleh butiran air dari air terjun, membuat beberapa pelangi kecil di sekitar air terjun yang nampak sangat memukau bagi Yin Sheng.


"Kenapa begitu terkejut? Ini hanya sebuah air terjun." Xu Feng tertawa geli melihat raut muka Yin Sheng yang terpukau tanpa berkedip. Xu Feng seakan melihat seorang bayi polos yang baru saja menemukan mainan barunya.


"Ah... Maafkan aku Senior? Ini pertama kalinya aku melihat air terjun." Jawab Yin Sheng dengan wajah sedikit malu.


"Hahaha... Kamu sudah melihat banyak rahasia dunia dari matamu. Tapi begitu tertegun kala melihat sebuah air terjun... Hahaha..." Xu Feng tertawa puas. Kini dirinya bisa sedikit merasa tahu lebih banyak daripada Yin Sheng.


"Senior... Aku tetaplah seorang pemuda dari desa terlepas dari mata yang aku punya." Jawab Yin Sheng dengan sedikit cemberut.


"Sudah... Sudah... Ayo jangan berlama-lama." Xu Feng melompat ke salah satu tingkatan air terjun. Berdiri di atas batu besar yang ada di tingkatan air terjun tersebut.


"Ikuti aku!" Xu Feng berteriak kepada Yin Sheng di tengah deburan suara air terjun yang bising.


"Kamu enak bisa lompat begitu tinggi. Aku mana bisa melompat setinggi itu." Yin Sheng mengeluh sesaat sebelum menarik gagang pancingnya. Mengalirkan Qi ke dalam gagang pancing dan melemparkan kail pancingnya hingga tali pancingnya melilit sebuah batu.


Yin Sheng menggunakan tali pancing tersebut untuk menariknya ke atas hingga dirinya bisa berdiri sejajar dengan Xu Feng di atas sebuah batu besar.


"Hoho... Senjatamu itu sangat menarik anak muda." Xu Feng tertarik dengan senjata yang digunakan Yin Sheng. Gagang pancing Yin Sheng terlihat bukan sebuah kayu biasa, benang yang Yin Sheng gunakan pun Xu Feng duga bukan hanya benang yang biasa digunakan untuk merajut kain, karena benang tersebut bisa memanjang dan memendek sesuai dengan jumlah Qi yang Yin Sheng kucurkan ke dalam benang.


"Anda terlalu memuji Senior. Ini hanyalah sebuah kenang-kenangan dari kenangan masa laluku." Jawab Yin Sheng yang tidak ingin terlalu membuka semua tentang masa lalunya pada Xu Feng.


"Hahaha... Justru itulah yang membuat senjata milikmu begitu spesial." Ucap Xu Feng sebelum kembali melompat ke batu yang lebih tinggi.


"Benar..." Gumam Yin Sheng pelan sembari mengikuti Xu Feng.


Kedua orang tersebut terus melompati batu hingga sampai pada bagian tengah air terjun. Xu Feng mengarahkan tangannya di depan dada. Membentuk segel tangan, mengucapkan mantra, serta mengorbankan sebagian Qi yang dirinya miliki.


Sebuah lingkaran bercahaya biru keputihan muncul di tengah air terjun. Lingkaran biru keputihan yang terbuat dari Qi milik Xu Feng tersebut semakin membesar dan membelah air terjun hingga terbentuk sebuah lubang seukuran pria dewasa di tempat kemunculannya.


Xu Feng tidak berhenti disitu, dirinya kembali membentuk segel tangan dan mengucapkan mantra. Sebagian Qi miliknya juga kembali dirinya korbankan. Tanah yang ada di belakang air tiba-tiba terbelah dengan sendirinya. Memunculkan sebuah lorong gelap yang bisa dimasuki oleh dua orang pria dewasa.


Kegelapan lorong langsung sirna kala Xu Feng mengeluarkan sebuah bola bercahaya dari dalam cincin dimensi miliknya. Dengan dialiri Qi, bola bercahaya tersebut terbang dengan sendirinya di depan Xu Geng dan Yin Sheng. Menerangi jalan gelap di dalam lorong untuk bisa dilalui oleh kedua pria berbeda usia tersebut.


Tidak perlu waktu lama bagi kedua pria tersebut untuk sampai pada ujung lorong, karena lorong gelap tersebut memang tidak terlalu panjang. Sebuah ruangan seluas sepuluh kali sepuluh meter menjadi ujung lorong yang ditelusuri Yin Sheng dan Xu Feng.


Yin Sheng tidak bisa berkata-kata, melihat ruangan tersebut penuh dengan mana stone dan beberapa senjata kelas atas. Yin Sheng langsung menatap ke arah Xu Feng, memikirkan apa saja yang telah Xu Feng lalui hingga bisa mengumpulkan harta sebanyak itu.


"Hahaha... Jangan terlalu terkejut... Ini belum seberapa dibandingkan dengan harta simpanan sebuah Sekte besar." Xu Feng seakan tahu jalan pikiran Yin Sheng. Apa yang ada di dalam ruangan ini adalah hasil petualangan dirinya selama lebih dari seratus delapan puluh tahun. Banyak senjata kelas bumi ke atas yang berhasil dirinya dapatkan selama kurun waktu berpetualang.


"Kenapa Senior Feng tidak membagikannya kepada anggota Sekte Air terjun berantai? Kenapa hanya menyimpannya disini?" Yin Sheng penasaran dengan jalan pikiran Xu Feng yang hanya menyimpan semuanya di dalam sebuah ruangan. Padahal senjata dan mana stone yang ada di ruangan tersebut akan lebih berguna jika dibagikan dan digunakan oleh anggota Sekte Air terjun berantai.


"Hahaha... Kamu bisa berkata seperti itu karena belum pernah mengurus sebuah sekte. Tidak semua anggota sekte itu setia dan loyal kepada sekte sampai akhir hidupnya." Xu Feng tersenyum kecil menanggapi kata-kata Yin Sheng.


"Tidak sedikit Kultivator yang rela bergabung dengan sekte lain untuk mendapatkan sumber daya yang berharga. Bukannya aku tidak ingin membagikan senjata-senjata serta mana stone kepada anggota sekte, tapi aku hanya menyeleksi dengan cermat siapa yang memang pantas dan tidak pantas untuk diberi sumber daya."


"Lebih baik senjata dan mana stone ini terkubur di dalam tanah, daripada aku memberikan kepada anggota sekte lalu dibawa pergi begitu saja setelah mendapatkannya."


Yin Sheng tidak bisa berkata-kata lagi untuk membantah perkataan Xu Feng. Semua yang dikatakan oleh Xu Feng memang benar adanya. Dirinya sudah melihat banyak kejadian dari mata Azhura tentang gambaran keserakahan manusia. Tidak terkecuali di kehidupannya, pasti ada manusia yang serakah dan mencoba memanfaatkan kesempatan yang ada untuk keuntungan diri sendiri.


"Kenapa terlalu terfokus pada semua senjata? Lebih baik lihat lah bagian intinya..." Xu Feng mengajak Yin Sheng menuju ke bagian dinding ruangan.


Berbagai macam gambar terpahat dengan rapi di dinding ruangan tersebut. Sekali melihat, Yin Sheng bisa paham jika pahatan gambar-gambar tersebut merupakan satu kesatuan cerita yang dipahat oleh pembuatnya.


"Apakah Senior yang membuat ini semua?" Yin Sheng mencoba membuka kata. Dirinya masih mengamati pahatan gambar-gambar yang ada dengan seksama. Mencoba mengambil jalan cerita yang termaksud di dalam pahatan gambar-gambar yang ada.


"Apa kamu tidak bisa merasakannya? Coba salurkan Qi di tanganmu dan sentuhlah salah satu gambar itu." Kata Xu Feng dengan senyum tipis. Membayangkan wajah Yin Sheng yang pasti akan sangat terkejut setelah melakukan kata-katanya.


"Ini..." Yin Sheng tidak bisa berkata-kata setelah melakukan apa yang Xu Feng katakan. Bahkan setelah melihat begitu banyak hal dari mata Azhura miliknya, apa yang tersaji di hadapannya kini merupakan sesuatu yang luar biasa bagi dirinya.