
Lumut Samudra Biru banyak tumbuh di sekitar wilayah air terjun bertingkat. Pada mulanya lumut-lumut tersebut tumbuh dengan liar, namun karena kegunaan serta fungsinya yang cukup banyak, Sekte Air terjun bertingkat akhirnya membudidayakan lumut Samudra biru tersebut.
Lumut Samudra Biru adalah salah satu bahan dasar untuk membuat obat penyembuh tingkat rendah bagi Kultivator. Sifat dingin serta kemampuan meredam panas yang dimiliki oleh Lumut Samudra Biru juga menjadi alasan kenapa lumut ini sangat cocok untuk obat demam bagi manusia biasa. Oleh karena itu, permintaan Lumut Samudra Biru dari pasar ke Sekte Air terjun bertingkat tidak pernah mengalami penurunan. Malah cenderung selalu naik dari waktu ke waktu.
Tidak semua tempat bisa ditumbuhi Lumut Samudra Biru. Di daerah sekitar wilayah Sekte Air terjun bertingkat, hanya daerah Sekte tersebut saja yang ditumbuhi Lumut Samudra Biru. Karena hal itu, hanya Sekte Air terjun bertingkat saja yang bisa menjual Lumut Samudra Biru ke pasaran.
Menjadi satu-satunya produsen Lumut Samudra Biru membawa dua sisi pedang bagi Sekte Air terjun bertingkat. Sisi pertama tentu Sekte Air terjun bertingkat tidak akan kesulitan menjual Lumut Samudra Biru, karena tidak adanya pesaing lain yang menjual Lumut Samudra Biru.
Sisi lainnya tentu adalah munculnya rasa iri dari Sekte-sekte di sekitar mereka. Tidak sedikit Sekte yang secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi mencoba merebut wilayah penghasil Lumut Samudra Biru. Namun karena formasi pelindung yang diterapkan oleh Xu Feng memang cukup hebat, pencurian akan Lumut Samudra Biru nyaris mendekati nol.
Di antara beberapa Sekte yang mencoba merebut wilayah Lumut Samudra Biru adalah Sekte Bukit Berlian. Sebuah Sekte bintang empat yang menjadi tetangga wilayah dari Sekte Air terjun bertingkat. Berkali-kali Sekte Bukit Berlian mencoba melakukan sabotase, entah itu dengan mencoba menyusup ke wilayah air terjun atau menghadang pengiriman Lumut Samudra Biru. Namun semua langkah-langkah sabotase yang dilakukan oleh Sekte Bukit Berlian selalu berhasil digagalkan oleh Sekte Air terjun bertingkat.
Merasa tidak pernah berhasil mendapatkan padang Lumut Samudra Biru, akhirnya Sekte Bukit Berlian melakukan satu terobosan besar. Sekte Bukit Berlian sengaja memanaskan situasi yang ada dengan mengajukan tawaran untuk membeli Sekte Air terjun bertingkat. Hal itu mereka lakukan agar terpecahnya pertarungan antara kedua Sekte dalam memperebutkan sumber Lumut Samudra Biru.
Sekte Bukit Berlian percaya diri bisa menghabisi Sekte Air terjun bertingkat. Meskipun sama-sama hanya memiliki satu ranah Alam Dewa, namun Sekte Bukit Berlian kini merasa di atas angin. Ada dua faktor yang menjadikan Bukit Berlian merasa di atas angin. Faktor pertama adalah informasi dari penyusup yang mereka tempatkan jika Xu Feng sang Kultivator ranah Alam Dewa dari Sekte Air terjun bertingkat tengah melakukan latihan tertutup. Faktor yang kedua adalah telah datangnya satu orang Kultivator ranah Alam Dewa dari salah Sekte bintang tujuh yang akan membantu Sekte Bukit Berlian, Su Pengfei dari Sekte Blood Demon.
"Tuan Su... Sekte Air terjun berantai menolak tawaran dari kita. Kita bisa mulai menggerakkan rencana tahap kedua kita." Patriark Sekte Bukit Berlian yang bernama Gong Liwei berkata setelah membaca surat yang diantarkan oleh salah satu anggota sektenya.
"Seperti yang sudah kita duga Tuan Gong. Harga diri Sekte Air terjun bertingkat terlalu tinggi untuk mau melepaskan sumber daya milik mereka. Setelah rencana ini berhasil, jangan lupa dengan kesepakatan kita di awal." Su Pengfei mengingatkan Gong Liwei tentang kerja sama antara dirinya dengan Sekte Bukit Berlian. Jika bukan karena kerja sama tersebut, tentu dirinya tidak mau datang jauh jauh ke daerah timur Benua Kura-kura Raksasa ini.
"Tuan Su yakinlah pada kami... Seperti kesepakatan di awal, separuh dari Lumut Samudra Biru yang kita dapatkan akan menjadi milik Tuan Su.." Gong Liwei membalas dengan senyum yang dibuat-buat, dirinya terpaksa memasang wajah semenyenangkan mungkin agar Su Pengfei tidak tersinggung dan batal untuk mengulurkan bantuan.
Sebenarnya Gong Liwei cukup percaya diri bisa menghancurkan Sekte Air terjun berantai hanya dengan kekuatan sektenya sendiri. Dirinya sendiri adalah seorang Kultivator ranah Alam Dewa tahap awal. Jika Xu Feng memang benar masih dalam latihan tertutup, maka menghabisi Sekte Air terjun berantai adalah suatu hal mudah bagi dirinya. Namun Gong Liwei meminta bantuan dari Su Pengfei untuk berjaga-jaga dengan kemungkinan yang terburuk.
Su Pengfei akan ditugaskan untuk membantu Gong Liwei menghadapi Xu Feng jika Xu Feng telah keluar dari latihan tertutupnya. Dua Kultivator ranah Alam Dewa tentu akan lebih mudah dalam menghadapi Xu Feng daripada hanya satu Kultivator ranah Alam Dewa.
"Aku harap kamu tidak mengobral janjimu itu... Kamu tahu urusan yang akan menimpa sekte milikmu jika sampai kamu tidak menepati kata-katamu." Su Pengfei kembali mempertegas kata-katanya.
"Yakinlah pada kami Tuan Su... Sekarang mari kita bersulang untuk kemenangan kita nanti..." Gong Liwei menuangkan secawan arak untuk Su Pengfei. Mengajaknya bersulang untuk merayakan kemenangan yang akan diraih mereka berdua di pertarungan yang akan datang.
###
"Adik Roulan... Mungkin pemuda itu telah pergi..." Seorang pemuda nampak berjalan di belakang Xu Roulan yang tengah mencari keberadaan Yin Sheng sedari tadi.
Semenjak meninggalkan ruang tahanan bawah tanah, Xu Roulan sama sekali belum bertemu dengan Yin Sheng. Padahal Xu Roulan berniat untuk memberikan Yin Sheng pelajaran dengan meminta bantuan Seniornya Gao Gen yang merupakan salah satu anggota penjaga Sekte.
Gao Gen sendiri sudah tidak asing dengan Yin Sheng, dikarenakan Gao Gen sudah pernah bertemu dengan Yin Sheng dan sempat memberikan sebuah salam perkenalan kepada Yin Sheng. Melihat sedari tadi Xu Roulan dan Gao Gen tidak menemukan Yin Sheng, Gao Gen berkesimpulan jika Yin Sheng telah pergi dari Sekte Air terjun berantai.
"Aku pasti akan membantumu Adik Roulan... Tapi jika bocah pengecut itu sudah pergi, kita bisa apa lagi?" Gao Gen mencoba mencari alasan. Jujur saja dirinya lebih suka jika menghabiskan waktu berdua dengan Xu Roulan di tempat yang indah atau romantis daripada harus berjalan kesana kemari mencari keberadaan pemuda yang tidak jelas asal-usulnya.
"Aku yakin dia belum pergi. Kakek pasti mengajaknya ke suatu tempat." Xu Roulan bergumam sambil tatapannya masih mencari kesana kemari.
"Kakek? Maksud Adik Roulan? Tetua Agung?" Tanya Gao Gen.
"Mana lagi? Kakekku ya cuma dia seorang kan?" Xu Roulan justru malah semakin kesal pada Gao Gen karena mengeluarkan pertanyaan bodoh.
Wajah Gao Gen langsung sedikit berubah setelah mendengar Kakek Xu Roulan mengajak pemuda tersebut ke suatu tempat. Itu artinya Tetua Agung Xu Feng telah keluar dari latihan tertutupnya selama beberapa tahun belakangan ini.
"Ada apa Senior? Kenapa raut wajahmu seperti itu?" Tanya Xu Roulan yang menyadari perubahan sikap dari Gao Gen.
"Ah tidak... Sepertinya perutku sedikit terasa mual saat ini. Mungkin aku akan ke kamar mandi sebentar." Gao Gen mencoba mencari alasan untuk pergi meninggalkan Xu Roulan, ada satu hal penting yang harus dirinya lakukan tanpa diketahui oleh siapapun.
Belum sempat Xu Roulan menjawab perkataan dari Gao Gen, terdengar suatu dentuman keras dari arah air terjun atau pusat dari Sekte Air terjun berantai.
"Apa itu?" Suara dentuman tersebut langsung menarik perhatian Xu Roulan. "Ayo Senior... Kita lihat apa yang terjadi." Ajak Xu Roulan yang langsung menarik tangan dari Gao Gen. Gao Gen yang tidak siap pun akhirnya hanya bisa mengikuti Xu Roulan kemana dirinya ditarik.
Beberapa Tetua serta anggota Sekte juga ikut berkumpul di pusat Sekte Air terjun bertingkat ketika mereka mendengar suara dentuman yang keras. Mereka semua beranggapan Sekte mereka telah disusupi dan diserang.
Hujan gerimis tiba-tiba menyambut semua orang yang tengah berkumpul di sekitar air terjun. Semua mata mereka terpana, melihat dasar air terjun yang tadinya dipenuhi oleh air kini tengah mengering sesaat airnya, sebelum akhirnya terisi kembali oleh debit air yang turun daei air terjun.
"Siapa yang melakukan ini?" Bisik-bisik terdengar di kumpulan anggota Sekte. Para Tetua Sekte yang datang pun juga sempat ingin terpancing emosi melihat apa yang terjadi. Namun setelah melihat Tetua Agung Xu Feng berada di lokasi tersebut, mereka pun hanya memilih untuk diam.
"Siapa dia?" Bisik-bisik kembali terdengar dari para anggota Sekte. Mereka belum pernah melihat pemuda yang kini bersama dengan Tetua Agung Xu Feng di tengah-tengah kolam air terjun.
"Apa itu murid Tetua Agung?" Anggota Sekte malah bergosip membicarakan pemuda yang mereka lihat. Aura hitam legam yang nampak sangat mencekam menyelubungi pemuda tersebut.
"Jadi kamu disini!" Xu Roulan berteriak keras sembari melompat ke barisan paling depan.
Baik itu Xu Feng, Yin Sheng serta semua orang yang ada di tempat tersebut langsung mengarahkan pandangannya ke arah Xu Roulan. "Yin Sheng aku menantangmu untuk berduel dengan Seniorku!" Teriak Xu Roulan dengan bangganya sembari tangan kanannya menunjuk ke arah Yin Sheng yang kini tengah berada di tengah-tengah kolam air terjun bersama Tetua Agung Xu Feng.
"Berduel?" Yin Sheng justru tersenyum tipis ketika mendengar tantangan Xu Roulan barusan.