Heaven Road

Heaven Road
5. Kota Bintang Timur 10



Byur...


Segelas air disiramkan ke kepala Xue Bohai. Xue Bohai yang tadinya pingsan langsung terbangun. Namun dirinya mendapati seluruh tubuhnya telah terikat dengan sebuah kursi. Bukan hanya itu, seluruh sel di dalam tubuhnya terasa lemas tanpa tenaga. Bahkan untuk berteriak meminta tolong pun Xue Bohai tidak mampu melakukannya.


"Bagus kalau kau masih bisa membuka mata..." Yin Sheng berdiri dengan tenang di hadapan Xue Bohai, mengeluarkan sebuah pil dari cincin dimensinya dan memasukkannya ke mulut Xue Bohai.


Ajaib... Xue Bohai langsung merasakan seluruh tubuhnya menghangat, dan sel-sel di dalam tubuhnya kembali aktif seperti biasanya. Xue Bohai langsung memberontak, mencoba melepaskan diri dari ikatan yang membelenggunya. Bahkan Xue Bohai berusaha mengeluarkan Qi yang dimilikinya, untuk memperkuat tubuhnya sehingga bisa melepaskan diri.


"Aku tidak akan melakukan hal yang percuma jika jadi kamu..." Yin Sheng menunjuk satu jarum yang menusuk tepat di dantian milik Xue Bohai. Jarum tersebut membuat Xue Bohai tidak bisa menggerakkan Qi sedikitpun.


"Siapa kau? Lepaskan aku!" Xue Bohai berteriak sekuat tenaga. Berusaha agar ada seseorang yang mendengar teriakannya sehingga dirinya bisa diselamatkan.


"Tidak perlu berteriak... Aku sudah memasang arai peredam suara di ruangan ini. Tidak akan ada satu orang pun yang mendengar teriakan darimu selama pintu tidak terbuka." Lanjut Yin Sheng yang masih dengan tenangnya menatap Xue Bohai.


Song Huang yang berdiri bersandarkan dinding di pinggir ruangan hanya bisa tersenyum puas. Dirinya tidak habis pikir Yin Sheng akan memikirkan segala hal dalam penyekapan Xue Bohai. Identitas siapa sebenarnya Yin Sheng semakin ingin Song Huang ungkap. Master Alchemist termuda, ahli dalam teknik penyergapan, dan kini dirinya melihat Yin Sheng bisa menggunakan talisman dengan handal. Dirinya tidak bisa membayangkan akan seperti apa pencapaian Yin Sheng jika sudah menjadi lebih kuat nantinya.


"Apa yang kalian mau? Lepaskan aku! Apa kamu tidak tahu siapa aku? Ha?" Xue Bohai meronta sekali lagi. Tatapan matanya menunjukkan kemarahan dan niat membunuh yang kuat.


"Justru karena aku tahu siapa kamu, maka aku menyekapmu..." Yin Sheng terlihat tetap tenang dengan satu jari berlapiskan Qi menempel pada leher Xue Bohai. Yin Sheng sudah ratusan kali melihat bagaimana cara menyekap dan menyiksa seorang tahanan dari mata Azhura miliknya. Dan kini dirinya mendapatkan kesempatan untuk mempraktekkan secara langsung, sungguh suatu kesempatan untuk melepaskan niat tertahan yang sudah lama ingin dirinya lampiaskan.


"Ja... Jangan..." Xue Bohai tentu tahu betapa berbahayanya jari Yin Sheng tersebut. Meskipun Xue Bohai bisa mengetahui jika Yin Sheng baru berada di Alam penempaan Qi tahap 7, namun teknik mempertajam Qi selayaknya pedang yang Yin Sheng tunjukkan tidak bisa dirinya sepelekan. Sedikit saja Yin Sheng menekankan jarinya ke leher Xue Bohai, maka terbelahlah kulit-kulit leher miliknya.


"Bagus... Aku harap kamu tahu keadaanmu sekarang." Yin Sheng membalikkan badan dan berjalan ke arah satu ranjang yang ada di dalam ruangan. Tirai kelambu yang menutupi ranjang membuat Xue Bohai tidak bisa melihat apa yang ada di atas ranjang.


"Bebaskan dia dari pengaruhmu!" Perintah Yin Sheng sembari membuka tirai kelambu. Dong Huian nampak terbaring dengan wajah pucat di atas ranjang. Namun kepucatan yang nampak di wajahnya, tidak menghilangkan kesan cantik yang menempel di wajahnya.


"Hahahaha..." Xue Bohai tertawa terbahak-bahak setelah melihat Dong Huian di atas ranjang. Dirinya merasa begitu puas melihat gadis yang telah menolak cintanya tergeletak tak berdaya di atas ranjang.


"Lucu?" Yin Sheng merasa apa yang dilakukan oleh Xue Bohai adalah suatu bentuk hilangnya sisi manusiawi dari diri Xue Bohai.


"Jadi kalian suruhan si Walikota B#angsat itu? Berapa kalian dibayar olehnya? Aku akan membayar tiga kali lipat dari yang dia berikan selama kalian melepaskanku!" Xue Bohai yang telah mengerti akar masalah langsung mengambil inisiatif. Dirinya sangat yakin jika kedua orang yang menyekapnya memang suruhan Walikota Dong Liu untuk mencari dalang penyebab penyakit Dong Huian.


Xue Bohai sudah menggunakan teknik penyelaman roh yang hanya diajarkan oleh suatu sekte aliran hitam untuk membuat kondisi Dong Huian seperti itu. Xue Bohai juga tidak bodoh, bisa melacak jika dirinya adalah pelaku sebenarnya menunjukkan kedua orang tersebut bukanlah orang biasa. Selama dirinya bisa memberikan harga yang lebih dari yang Walikota Dong Liu berikan, semua tentu tidak akan menjadi masalah yang berarti.


Lagipula... Bisa bekerja sama dengan kedua orang tersebut tentu akan menguntungkan Keluarga Xue ke depannya, melihat latar belakang kedua orang tersebut tentu tidak biasa.


"Inilah yang selalu aku benci dari dunia ini. Kenapa menganggap sebuah kesehatan seseorang dapat dinilai dengan sebuah uang." Yin Sheng melemparkan sebuah jarum beracun ke tangan Xue Bohai.


Rasa terbakar, itulah yang Xue Bohai derita di tangan kanannya. Jarum tersebut mengandung racun dari air liur seekor Magical Beast berbentuk lipan sepanjang lima meter. Air liur tersebut bisa melelehkan sebuah besi jika digunakan dalam jumlah yang banyak. Dan jika hanya setetes yang digunakan rasa terbakar dan melepuh akan muncul di sekitar tempat tusukan jarum.


"Panas... Panas... Tolong... Air... Beri aku air... Ini panas sekali..." Xue Bohai meronta, meminta bantuan kepada kedua orang yang sadar di dalam ruangan tersebut. Namun kedua orang tersebut tampak tidak peduli dengan apa yang Xue Bohai alami.


"Bagaimana? Sakit?" Tanya Yin Sheng. "Apa kamu bisa menyembuhkan sakitmu ini dengan uang milikmu sekarang?" Yin Sheng kembali mengeluarkan beberapa jarum. Memainkannya di hadapan Xue Bohai, dan menusukkan satu lagi di kaki kirinya.


"Aaah...." Mengerang sekali lagi. Rasa terbakar di tangan kanannya masih belum hilang dan kini bertambah di kaki kirinya. Xue Bohai benar-benar tidak bisa menahan air matanya untuk keluar.


"Tolong... Lepaskan aku..." Xue Bohai memohon kepada Yin Sheng dengan buliran air mata di pipinya. Seumur hidup dirinya belum pernah mendapatkan siksaan seperti ini. Mentalnya sama sekali tidak siap untuk menghadapi hal seperti ini.


"Bebaskan dia!" Yin Sheng menunjuk Dong Huian. "Tapi ingat! Jarum-jarum milikku bisa lebih cepat dari usahamu untuk kabur." Pesan Yin Sheng kepada Xue Bohai sebelum melepaskan jarum yang menusuk dantian Xue Bohai. Yin Sheng perlu membebaskan Qi milik Xue Bohai agar bisa melepas teknik yang Xue Bohai gunakan pada Dong Huian.


Yin Sheng tidak mau berspekulasi dengan langsung membunuh Xue Bohai. Dirinya tidak yakin apakah roh di dalam tubuh Dong Huian akan keluar dengan sendirinya atau tidak setelah Xue Bohai terbunuh. Oleh sebab itu Yin Sheng perlu menyiksa Xue Bohai terlebih dahulu, agar tidak ada niatan dari Xue Bohai untuk mencoba kabur.


"Baik... Akan aku lepaskan." Xue Bohai mengalah, tidak ada jalan lain bagi dirinya untuk bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup selain menuruti kata-kata kedua orang di hadapannya.


Xue Bohai mengeluarkan aura Qi berwarna merah. Warna yang sama dengan benang Qi tipis yang menghubungkan Dong Huian dengan boneka yang dibawa Xue Bohai. Gumpalan energi berwarna merah tiba-tiba keluar dari tubuh Dong Huian dan menuju ke arah boneka yang ada di dalam jubah Xue Bohai.


"Sudah aku bebaskan! Kini lepaskan aku!" Ucap Xue Bohai pada Yin Sheng yang kini langsung memeriksa kondisi Dong Huian, putri Walikota Dong Liu.


Dong Huian mulai membuka mata setelah Yin Sheng mengalirkan sedikit Qi ke dalam tubuh Dong Huian. Namun kondisinya yang lemas karena terlalu lama tak sadarkan diri membuat Dong Huian tidak bisa bangkit dari ranjangnya.


"Telanlah ini! Ini akan membantumu untuk mengisi tenaga di tubuhmu." Yin Sheng menyodorkan pil ke mulut Dong Huian.


Dong Huian juga langsung menuruti kata-kata pria yang tidak dirinya ketahui identitasnya. Satu hal yang Dong Huian ketahui, dirinya tidak melihat ada niatan jahat di dalam mata Yin Sheng. Oleh sebab itu dirinya menuruti kata-kata Yin Sheng untuk menelan pil yang Yin Sheng berikan.


"Lepaskan aku! Aku sudah menuruti perintahmu!" Xue Bohai berteriak sekuat tenaga. Dirinya berharap Dong Huian akan mendengar teriakannya dan mengarahkan pandangan kepada dirinya. Siapa tahu dirinya masih bisa memanipulasi apa yang sebenarnya terjadi dan berpura-pura menjadi korban dari Yin Sheng dan Song Huang.


"Tuan Xue..." Lirih Dong Huian. "Apa yang terjadi?" Masih dengan suara pelan, namun semua orang di dalam ruangan tersebut bisa mendengarnya.


"Mereka... Mereka telah membuatmu tertidur selama berbulan-bulan Aku datang kesini untuk menyelamatkanmu, tapi mereka berhasil menangkapku."


Song Huang yang mendengar kata-kata dari Xue Bohai hanya menghela nafas pelan. Dari kata-kata Xue Bohai barusan, dirinya sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


Jleb...


Jleb...


Dua buah jarum menusuk tepat di mata Xue Bohai. Membuat Xue Bohai sekali lagi menjerit kesakitan. Penglihatan Xue Bohai kini sudah tidak bisa tertolong lagi.


Dong Huian ingin menjerit karena ketakutan, tapi dirinya terlalu lemas untuk melakukan hal tersebut Dirinya hanya bisa memandang tidak percaya pada apa yang baru saja dirinya lihat.


"Rupa-rupanya manusia yang telah kehilangan sisi manusiawinya sudah tidak bisa dipercaya. Bahkan kamu mencoba memutar balikkan fakta yang ada. Aku telah menilai dirimu. Dan untuk itu aku memutuskan untuk mengakhiri hidupmu disini."


Jleb...


Jleb...


Tiga buah jarum menusuk tepat di leher Xue Bohai. Jarum tersebut mengandung racun yang sama dengan yang ada di kaki dan tangannya. Racun yang ada di dalam jarum tersebut dengan cepat menyebar ke dalam pembuluh darah Xue Bohai. Membakar tubuh Xue Bohai dari dalam.


Xue Bohai berteriak histeris, merasakan kesakitan yang begitu mendera dari dalam tubuhnya. Dirinya tidak bisa berbuat apapun selain berteriak sampai nafas terakhir miliknya.


"Maafkan aku jika Nona harus melihat hal seperti itu. Aku harap Nona tidak terlalu memikirkan apa yang telah terjadi. Sangat tidak baik untuk kesehatan Nona jika terlalu banyak berpikir." Yin Sheng meminta maaf dengan tulus kepada wanita cantik di sampingnya.


Dong Huian tidak bisa berkata apa-apa, selain terbaring lemas tanpa tenaga dengan wajah penuh ketakutan.