
Gong Liwei tidak bisa untuk tidak tertawa puas ketika melihat Gao Gen membawa seseorang yang sangat berharga untuk dijadikan sandera. Xu Roulan yang tidak sadarkan diri dan dibawa oleh Gao Gen merupakan satu kunci keberhasilan mereka dalam usaha merebut ladang Lumut Samudera Biru.
"Tuan Gong... Jangan lupa dengan kesepakatan kita di awal. Kamu berjanji tidak akan menyakiti Adik Roulan." Gao Gen yang melihat senyum puas penuh kelicikan Gong Liwei merasa sedikit khawatir akan keselamatan Xu Roulan.
"Hahaha... Gao Gen... Apa spesialnya gadis itu? Jika kita berhasil menjalankan rencana kita dan kamu bergabung dengan Sekteku, gadis seperti ini hanya akan menjadi mainan semalammu. Hahaha" Gong Liwei kembali tertawa puas diikuti dengan tawa beberapa orang Tetua dari Sekte Bukit Berlian yang ada di tempat tersebut.
Sementara Su Pengfei yang duduk terdiam di samping Gong Liwei hanya bisa tersenyum kecut menatap Gao Gen. Dirinya sangat menyayangkan kecerobohan yang dilakukan oleh Gao Gen dalam menuruti perintah Gong Liwei. Meskipun hal tersebut juga suatu keuntungan bagi dirinya, tapi melihat kebodohan Gao Gen sungguh membuat dirinya merasa prihatin pada Gao Gen.
"Tuan Gong... Aku sangat mencintai Adik Roulan. Aku tidak akan melakukan hal seperti itu." Gao Gen menatap Gong Liwei dengan tajam. Meskipun dirinya juga masih menjaga sikap, takut jika dirinya dan Xu Roulan dibunuh di tempat.
"Hahaha... Setelah kamu membukakan segel formasi pelindung untuk kita. Kamu dan gadis kecilmu itu bisa pergi kemanapun sesukamu." Gong Liwei tidak ingin mengambil pusing dengan Gao Gen. Yang terpenting sekarang adalah Gao Gen bisa membukakan segel formasi pelindung yang melindungi Sekte Air terjun berantai. Karena tanpa dibukakannya formasi pelindung, mustahil bagi mereka untuk bisa menyerang Sekte Air terjun berantai.
"Baik... Kapan rencana penyerangan akan dimulai?" Gao Gen seakan sudah tidak sabar untuk segera memulai penyerangan dan meninggalkan Sekte Bukit Berlian. Terlalu lama berada di kandang Sekte Bukit Berlian membuat nyalinya sedikit merasa gentar.
"Kita mulai malam ini... Semua orang sudah tidak sabar untuk melihat kehancuran dari Sekte Air terjun berantai... Hahaha..." Gong Liwei tertawa puas diikuti tawa oleh semua orang yang ada di tempat tersebut.
Malam harinya pergerakan Sekte Bukit Berlian yang dipimpin oleh Gong Liwei akhirnya dimulai. Lebih dari seratus orang berpakaian serba hitam kini tengah berlari dengan cepat menerobos gelap dan lebatnya pepohonan hutan.
Gao Gen yang menjadi penunjuk jalan dari rombongan penyerang tersebut berlari di barisan paling depan. Dirinya bertugas membimbing rombongan Sekte Bukit Berlian agar bisa menyusup tanpa diketahui oleh siapapun dari Sekte Air terjun berantai.
"Berhenti!" Gao Gen memberi tanda kepada semua orang untuk berhenti. Semua orang yang berada dalam rombongan langsung mengikuti apa yang dikatakan oleh Gao Gen.
"Ada apa?" Gong Liwei yang ada di dekat Gao Gen langsung bertanya.
"Sabarlah Tuan Gao... Di depan kita ada sebuah formasi pelacak. Jika kita melewati formasi tersebut maka keberadaan kita akan diketahui." Su Pengfei yang ada di sebelah Gong Liwei membuka kata.
"Orang ini..." Gao Gen nampak terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Su Pengfei. Formasi di hadapan mereka tidak terlihat ataupun terdeteksi oleh Qi. Hanya seorang yang sangat berpengalaman yang bisa mengetahui keberadaan formasi tersebut.
"Xu Feng benar-benar hebat. Bisa membuat formasi seperti ini dalam jangkauan yang sangat luas." Su Pengfei tersenyum kecut melihat formasi pelacak di hadapannya. Jika saja bukan karena peringatan dari Gao Gen tadi, mungkin dirinya juga tidak akan menyadari keberadaan formasi pelacak ini.
"Dia memang benar-benar kuat. Ditambah lagi dia sudah keluar dari latihan tertutupnya." Gao Gen menimpali sebelum dirinya menyibukkan diri dengan membuka formasi pelacak yang ada. Status dirinya yang merupakan anggota elit dari pasukan pelindung membuat dirinya bisa mematikan formasi pelacak untuk beberapa saat. Selama semua anggota Sekte Bukit Berlian berhasil melewati formasi pelacak dalam kurun waktu tersebut, maka sudah tidak ada masalah bagi mereka untuk bergerak tanpa terdeteksi.
"Hem... Begini jadi lebih seru..." Su Pengfei justru tersenyum mendengar peringatan daei Gao Gen. Sementara Gong Liwei merasa sedikit khawatir karena mendengar peringatan Gao Gen. Xu Feng akan menjadi satu masalah yang paling merepotkan, karena dirinya dan Su Pengfei harus bekerja sama dalam menghadapi Xu Feng jika tidak ingin rencana mereka digagalkan oleh Xu Feng.
***
Xu Shaoqing mondar-mandir tidak jelas di ruangannya. Malam sudah mulai larut, namun anak perempuan satu-satunya belum juga kembali ke kediamannya. Dirinya sudah meminta para pelayan untuk mencari ke seluruh kediaman, namun keberadaan Xu Roulan tidak diketahui. Bahkan Xu Shaoqing juga menurunkan tim pelindung untuk mencari keberadaan Xu Roulan di sekitar hutan, namun sampai saat ini belum ada laporan yang diberikan kepada dirinya tentang keberadaan Xu Roulan.
"Ayah... Ini semua karena Ayah..." Xu Shaoqing tidak bisa untuk tidak menyalahkan ayahnya, Xu Feng. Jika bukan karena Xu Feng yang telah membentak Xu Roulan di depan umum, maka hal seperti ini tidak akan terjadi.
"Shaoqing... Ini semua karena kamu terlalu memanjakan Lan'er... Jika kamu mendidiknya dengan benar. Maka dia tidak akan kekanak-kanakan seperti itu." Xu Feng yang masih dengan tenang duduk di kursi ruangan tidak ingin sepenuhnya disalahkan.
"Jadi ini salahku? Paling tidak aku tidak membela orang luar di hadapan semua orang." Xu Shaoqing juga tidak ingin kalah. Dirinya sudah mengetahui apa yang terjadi tadi siang, dirinya pun menyalahkan Xu Feng yang terlalu membela Yin Sheng yang merupakan orang dari luar sekte.
"Terserah kamu mau berkata apa. Aku hanya melakukan yang kurasa itu benar. Lan'er memang sejatinya juga perlu diberi pelajaran agar lebih dewasa." Xu Feng mengelus janggut putih panjangnya.
"Lagipula dia tidak mungkin keluar dari formasi pelindung sekte. Selama dia ada di dalam formasi pelindung sekte, tidak akan ada hal buruk yang menimpanya." Lanjut Xu Feng yang sangat percaya diri dengan formasi pelindung sekte yang dibuatnya.
"Ah... Ayah benar... Semoga dia cepat pulang..." Xu Shaoqing terlalu malas untuk melanjutkan perdebatan dengan ayahnya. Bagi dirinya yang terpenting adalah Xu Roulan segera ditemukan dengan selamat.
Namun belum juga dua tarikan nafas setelah Xu Shaoqing selesai berkata. Suara ledakan serta teriakan terdengar dari luar.
Baik itu Xu Shaoqing maupun Xu Feng langsung menuju ke arah jendela, melihat untuk memastikan apa sebenarnya yang telah terjadi di luar ruangan.
"Serangan?" Xu Shaoqing reflek berucap, melihat sebuah rumah warga sektenya kini tengah terbakar oleh lalapan api.
Sementara Xu Feng segera menerobos jendela untuk terbang ke arah sumber api. Memastikan lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi. Pasalnya dirinya tidak mendeteksi sedikitpun adanya penyusup yang tengah melewati formasi pelindung yang dirinya susun mengelilingi sekte.
Boom...
Sebuah bongkahan batu tiba-tiba melesat ke arah Xu Feng yang tengah terbang di atas rumah-rumah. Xu Feng secara reflek menendang bongkahan batu tersebut dan menghancurkannya menjadi berkeping-keping. Xu Feng menatap tajam ke arah asal serangan bongkahan batu tersebut dan mendapati dua orang tengah berdiri dengan angkuhnya menatap ke arah Xu Feng.
"Kalian... Akan kupastikan kalian menyesal telah menginjakkan kaki di tempatku ini!" Xu Feng mengeram menahan marah.