Heaven Road

Heaven Road
2. Legenda yang terluka 7



Cahaya dari luapan api yang membara membuat pengawal para pedagang langsung bersiap siaga. Lu Da yang menjadi pemimpin pengawal pedagang tersebut langsung berlari ke arah sumber cahaya.


Begitu juga dengan Cheng Xin, rasa penasaran yang besar membuat dirinya ikut berlari melesat mengikuti Lu Da.


"Kakak... Tunggu aku!" Cheng Jiaying juga ikut menyusul kakaknya.


Langkah Lu Da terhenti beberapa puluh meter dari pusat kobaran api. Dirinya ingin mendekat lebih jauh, namun kedua kakinya seakan tidak mengikuti kemauannya.


"Ada apa Senior Lu Da?" Tanya Cheng Xin yang bingung melihat Lu Da tiba-tiba berhenti.


"Itu..." Lu Da menunjuk pertarungan antara seorang Pria berjubah hitam dengan seorang wanita yang tidak lain adalah Xie Qinling.


Aura kematian yang dikeluarkan oleh Pria berjubah hitam begitu menekan. Bahkan dari jarak sejauh ini Lu Da begitu terintimidasi olehnya, apalagi sabit yang digunakan oleh pria tersebut. Terlihat jelas jika sabit tersebut telah mengambil ribuan nyawa selama ini.


Ketiga orang tersebut hanya bisa melihat jalannya pertarungan dari kejauhan. Mereka bertiga takjub akan kemampuan Xie Qinling yang nampak bisa mengimbangi Pria berjubah hitam.


"Habislah sudah..." Gumam Lu Da yang menyaksikan bagaimana akhirnya Xie Qinling harus terpental di atas tanah. Bisa dipastikan jika Xie Qinling tidak akan selamat.


"Apa kita akan membantunya?" Tanya Cheng Jiaying pada kedua pria di sampingnya.


"Apa yang bisa kita bertiga lakukan di hadapan ranah Alam Dewa seperti Dia? Kita hanya mengantarkan nyawa jika kesana." Jawab Cheng Xin yang dibalas anggukan oleh Lu Da, menandakan dirinya sependapat.


Meskipun tidak tega pada Ibu dan anak tersebut, mereka bertiga tetap sadar diri jika mereka bertiga bukan lawan untuk seorang ranah Alam Dewa.


Mata Lu Da membulat ketika melihat Yao He menangkis tebasan Pria berjubah hitam ke arah anak di samping Xie Qinling dengan sarung tangan hitam.


"Yao He... Sarung tangan besi hitam?" Lu Da akhirnya sadar siapa identitas dari Yao He. "Dia Black Alchemist nomer satu di Kerajaan ini..."


"Apa? Yao He... Black Alchemist? Dia sedang jadi buronan Kerajaan. Jadi dia bersembunyi di tempat ini." Timpal Cheng Xin. "Bagaimana jika kita serahkan dia ke Kerajaan?"


"Tunggu... Jika dia Yao He si Black Alchemist nomer satu. Itu berarti dia punya banyak pil tingkat tinggi. Meskipun dia buronan Kerajaan saat ini, tapi jika kita membantunya saat ini. Maka..." Cheng Jiaying terpikirkan sebuah pemikiran yang sedikit gila. Bagu Kultivator seperti mereka, hadiah koin emas dari Kerajaan memang bagus. Tapi yang paling mereka butuhkan sebagai seorang Kultivator tentu adalah sumber daya untuk menjadi lebih kuat.


"Tentu aku paham, Yao He tentu tidak akan sungkan membagi beberapa pil tingkat tinggi untuk kita. Tapi yang jadi masalah adalah..." Lu Da memberikan senyuman canggung, melihat yang harus mereka hadapi adalah seorang Kultivator ranah Alam Dewa.


"Kita benar-benar harus mengatur strategi yang bagus..."


###


"Kau..." Pria berjubah Hitam nampak geram, ayunan sabitnya ditangkap oleh Yao He dengan sarung tangan besinya.


"Maafkan aku... Tapi sepertinya anak ini sangat menarik... Aku tidak bisa membiarkanmu membunuhnya disini..." Jiwa penelitian Yao He menggelora begitu hebat saat ini. Dirinya telah melihat sendiri seperti apa dantian milik Yin Sheng yang begitu unik. Belum lagi kualitas tulang yang dimiliki oleh Yin Sheng. Yao He yakin ada sesuatu hal dalam diri Yin Sheng, dan dirinya harus bisa mengetahuinya.


"Kultivator cacat sepertimu ingin melawanku? Hahaha..." Tawa renyah keluar dari mulut Pria berjubah hitam. Dirinya bisa melihat Qi milik Yao He yang terus menerus keluar dengan sendirinya dari dalam tubuhnya.


"Bodoh..." Pria berjubah hitam menangkap tinju Yao He tanpa kesulitan. "Dengan kekuatan seperti ini kamu..." Wajah Pria berjubah hitam terkejut bukan main. Tangan yang dirinya gunakan untuk menangkap tinju Yao He terasa mati rasa.


"Kamu yang bodoh..." Yao He menggunakan momentum keterkejutan Pria berjubah hitam untuk menendangnya. Membuat Pria tersebut terdorong beberapa meter ke belakang.


"Racun? Kau..." Pria berjubah hitam sadar dirinya telah terperdaya oleh Yao He. Sarung tangan besi yang Yao He gunakan ternyata mengandung racun kelas tinggi.


"Dengan begini mungkin kita bisa seimbang, Sebelah mata Yao He berubah warna menjadi merah, dirinya mengaktifkan mata Ashura yang dirinya miliki.


"Sial..." Umpat Yao He pelan. Teknik yang dirinya gunakan untuk bisa kabur dari Istana Kerajaan Twinpillar Mountain mengorbankan kemampuan satu mata miliknya. Membuat dirinya hanya memiliki satu mata Ashura yang tersisa.


"Hooo... Teknik Segel Mata?" Pria berjubah hitam sedikit terhibur dengan apa yang Yao He tunjukkan. Meskipun dirinya terkena racun dari Yao He, dirinya masih percaya diri bisa membunuh Yao He dengan cepat. Selama dirinya membunuh Yao He, obat penawar racun untuk di tubuhnya pasti bisa dirinya dapatkan dari Yao He.


"Teknik Segel Mata katamu?" Gerakan Yao He cepat, dirinya sudah berada di hadapan Pria berjubah hitam dalam satu detik. Tinju Yao He siap untuk membuat mulut Pria berjubah hitam terdiam.


Bruk...


Pria berjubah hitam tersungkur beberapa meter di atas tanah. Pipi Pria berjubah hitam tersebut ikut mati rasa seperti tangan kirinya.


"Kurang ajar..." Sumpah serapah Pria berjubah hitam sambil berdiri.


"Apa yang ingin kamu ucapkan?" Yao He tentu tidak memberikan peluang pada Pria berjubah hitam untuk bisa berdiri tegak. Yao He sadar betul, keunggulan dirinya ini tidak akan bertahan lama. Selama momentum ini, dirinya harus bisa membunuh Pria ranah Alam Dewa tersebut.


Bug...


Bug...


Puluhan tinju Yao He lancarkan ke tubuh Pria berjubah hitam tersebut. Racun Dragonbone Crusher yang Yao He gunakan dengan cepat teresap ke dalam tubuh Pria berjubah hitam. Seluruh tubuh Pria berjubah hitam tersebut telah mati rasa, hanya menyisakan kedua kakinya untuk berdiri tegak.


"Aaa..u... U... al.. a..nn... A.. ca.. an.. ni..." Aura gelap dalam jumlah besar muncul dari tubuh Pria berjubah hitam. Bayangan tubuh Pria berjubah hitam tiba-tiba keluar dari atas tanah. Memunculkan sesosok pria yang bentuknya sama persis dengan Pria berjubah hitam, bedanya bayangan tersebut berwarna hitam legam.


"Ini... Teknik Bayangan tak bertuan..." Yao He terkejut melihat teknik yang digunakan oleh Pria tersebut karena teknik tersebut telah menghilang sejak ratusan tahun lalu. "Siapa sebenarnya Pria ini?"


Pemikiran Yao He akan pria tersebut tidak bisa dirinya lanjutkan, karena bayangan tersebut langsung menyerang dirinya. Berbeda dengan melawan tubuh Pria tersebut, bayangan Pria tersebut kebal akan racun. Pukulan Yao He yang tidak berada dalam puncak kekuatannya hanya bagaikan gelitikan kecil untuk bayangan tersebut.


Sedikit demi sedikit Yao He mulai terpojokkan... Beberapa pukulan beruntun berhasil mendarat telak di perut dan wajah Yao He. Bayangan Pria berjubah hitam mengarahkan tangan di depan dada. Bayangan senjata yang sama persis bentuknya dengan sang empunya keluar dari atas tanah.


Slash...


Bayangan Pria berjubah hitam melesat ke arah Yao He dengan cepat. Memberikan satu tebasan yang akurat ke arah titik vital Yao He.