
"Kenapa kamu terus mengikutiku?" Yin Sheng merasa kesal Karena Yunyun terus mengikutinya sedari tadi. Berkali-kali Yin Sheng mengusir Yunyun, namun Spirit Beast wanita berekor ular tersebut tidak menghiraukannya.
"Aku tidak mengikutimu. Sudah aku bilang kalau kita hanya searah..." Yunyun mencoba membela diri, meskipun sebenarnya dirinya memang mengikuti Yin Sheng.
Yin Sheng yang merasa kesal akhirnya meningkatkan kecepatannya. Dirinya menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk bisa berlari dengan cepat.
"Ah sial..." Yunyun yang tertinggal jauh hanya bisa melongo, dirinya tidak seperti Yin Sheng yang memiliki ilmu meringankan tubuh untuk berlari dengan cepat. Lagipula ekornya tidak di desain untuk bisa bergerak dengan cepat dalam waktu yang lama.
"Berlari kemanapun juga kamu tetap akan aku temukan..." Gumam Yunyun sembari menjulurkan lidah panjang yang ujungnya bercabang.
Sampai malam pun Yin Sheng tetap tidak menemukan desa atau kota yang bisa dirinya gunakan untuk singgah. Dirinya terpaksa harus berisitirahat dengan beratapkan langit sekali lagi malam ini.
Beristirahat sembari bermeditasi. Itulah yang Yin Sheng lakukan di depan sebuah api unggun kecil. Untuk Kultivator seperti dirinya, tidur dianggap sebagai hal bermalas-malasan. Karena tubuh Kultivator tidak akan merasakan lelah selama mereka masih memiliki Qi di dalam tubuhnya.
Sementara Yin Sheng bermeditasi, Yunyun yang telah berhasil menyusulnya hanya mengamati dari kejauhan. Dirinya tidak ingin terlalu dekat dengan Yin Sheng sehingga Yin Sheng bisa mengetahui keberadaannya. Jika Yin Sheng mengetahui keberadaannya, maka Yin Sheng tentu hanya akan melarikan diri sekali lagi.
Entah apa yang mendasari Yunyun bertindak seperti itu, mungkin Yunyun hanya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bisa menjadi kuat dengan mudah hilang begitu saja. Jika nanti dirinya naik tingkat sekali lagi dan menghadapi hambatan, maka Yin Sheng bisa langsung membantunya selama dirinya bersama Yin Sheng.
Malam semakin larut. Di tengah Meditasi Yin Sheng, tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang wanita dari dalam area pepohonan. Sontak Yin Sheng bergerak ke arah sumber suara. Sementara Yunyun yang berada di kejauhan juga mengikuti Yin Sheng secara diam-diam.
Suara benturan senjata tajam serta beberapa dentuman mulai terdengar ketika Yin Sheng sudah cukup dekat. Yin Sheng mempercepat langkahnya dengan ilmu meringankan tubuh.
Dua kelompok tengah beradu kekuatan satu sama lain ketika Yin Sheng sampai di atas pohon. Dirinya tidak gegabah dengan langsung muncul tiba-tiba. Yin Sheng memilih mengamati apa yang menjadi dasar kedua kelompok tersebut saling berselisih.
Dari pengamatan Yin Sheng, dua kelompok tersebut timpang dalam segi jumlah. Satu kelompok hanya terdiri dari sembilan orang sedangkan kelompok yang satu ada lebih dari tiga puluh orang.
Yin Sheng bisa melihat jumlah Qi yang dimiliki setiap orang dari masing-masing kelompok tersebut dengan mata Azhura miliknya. Berdasarkan jumlah Qinya, Yin Sheng menebak kelompok sembilan orang terdiri dari satu orang Kultivator Alam Raja, satu orang Kultivator Alam Ksatria, satu orang Alam Penetapan pondasi, dan sisanya Alam Penempaan Qi tahap enam.
Sedangkan untuk kelompok yang berjumlah banyak, ada empat orang Kultivator Alam Ksatria, Empat orang Alam penetapan pondasi, tujuh orang Alam Penempaan Qi yang tahapnya berbeda-beda, dan sisanya hanyalah orang-orang biasa yang berbadan kekar.
Di pinggir area pertarungan, Yin Sheng juga melihat adanya tiga gerobak yang masing-masing ditarik oleh dua kuda. Beberapa orang juga terlihat bersembunyi di balik gerobak kuda, wajah ketakutan mereka bisa Yin Sheng lihat dari tempatnya berdiri.
"Apa ini perampokan?" Yin Sheng berusaha menduga apa yang sebenarnya terjadi.
Kalah dalam segi jumlah tentu membuat kelompok sembilan orang terdesak. Kultivator yang berada di Alam Raja nampak beradu kekuatan dengan tiga orang Alam Ksatria. Meskipun unggul dalam segi kekuatan, Kultivator Alam Raja dipaksa harus terus bertahan untuk menghindari rentetan serangan yang datang kepadanya.
"Menyerahlah dan tinggalkan barang-barang kalian disini! Kita akan membiarkan kalian hidup." Teriak salah satu Kultivator Alam Ksatria dari pihak tiga puluh orang yang nampaknya adalah pimpinan dari kelompok tersebut.
"Membiarkan bandit seperti kalian terus semena-mena di wilayah ini hanya akan memperpanjang masalah. Hari ini aku akan menumpas kalian semua." Sambut Alam Kultivator Raja sembari menangkis serangan yang datang kepadanya dengan pedang miliknya.
"Kau yang meminta kalau begitu!" Pimpinan tersebut mengeluarkan sebuah talisman dari balik jubahnya. Talisman tersebut berupa gulungan hitam dengan sebuah garis kuning di pinggirnya.
"Hem talisman tingkat menengah..." Yin Sheng yang melihat bentuk talisman tersebut bisa menebak kekuatan yang terkandung di dalamnya.
Talisman memang sering diperjual belikan selayaknya pil, karena tidak semua orang bisa membuat yang namanya talisman. Untuk menarik perhatian pembeli biasanya talisman kelas menengah ke atas akan dibuat dan dikemas sedemikian menarik. Padahal kegunaan talisman berdasarkan isinya, bukan dari kemasannya.
"Semua hati-hati!" Teriak Kultivator Alam Raja yang melihat pimpinan bandit akan mengaktifkan talisman di tangannya. Dirinya tengah disibukkan dengan kedua Kultivator Alam Ksatria lainnya, sehingga dirinya tidak bisa mencegah tindakan pimpinan bandit.
"Arai hutan pengekang!" Teriak pimpinan bandit yang tengah mengaktifkan talisman di tangannya.
Lingkaran masih muncul di atas tanah tempat mereka berpijak. Dari dalam lingkaran tersebut keluar akar-akar dalam jumlah yang banyak. Semua akar-akar tersebut mengincar semua orang dari kelompok sembilan orang.
Kultivator Alam Penempaan Qi langsung terjerat akar-akar yang muncul. Kultivator Alam Ksatria bisa mengelak beberapa kali namun akhirnya ikut terjerat akar. Sedangkan untuk Kultivator Alam Raja, dirinya melompat ke atas dan mengeluarkan aura biru langit dari dalam tubuhnya. Petir-petir kecil muncul di sekitar aura tersebut. Semua petir-petir tersebut langsung memotong akar-akar yang akan melilit dirinya dengan instan.
"Alam Kultivator Raja memang tidak bisa diremehkan." Senyum kecut terpancar dari pimpinan para bandit.
Semua kelompok bandit menyerang Kultivator Alam Raja secara bersama-sama. Sedangkan akar-akar yang muncul dari dalam tanah juga masih terus mengincar Kultivator Alam Raja.
"Cih... Arai ini benar-benar merepotkan." Umpat Kultivator Alam Raja yang terus meladeni serangan yang datang kepada dirinya. Mempertahankan teknik perubahan Qi di sekitar tubuhnya membutuhkan ekstra Qi. Jika dirinya tidak dengan cepat mengakhiri pertarungan ini, maka dirinya akan kalah karena kehabisan Qi.
"Storm of Thunder!" Kultivator Alam Raja mengeluarkan teknik andalannya. Meskipun menghabiskan hampir seluruh Qi miliknya yang tersisa, hal ini diyakini adalah langkah terbaik yang bisa dirinya ambil.
Gelombang petir menyebar ke seluruh area pertarungan dengan Kultivator Alam Raja sebagai pusatnya. Semua yang berada di sekitar Kultivator Alam Raja langsung tersengat listrik dan ambruk di atas tanah. Meskipun tidak mati, paling tidak mereka semua pingsan.
Sayangnya teknik tersebut tidak pandang kawan atau lawan. Tidak hanya kelompok bandit yang pingsan, tapi juga anggota kelompok Kultivator Alam raja ikut pingsan.
"Teknik yang mengerikan." Yin Sheng bergumam melihat hasil dari teknik tersebut. Dalam sekejap mata Kultivator Alam Raja seakan bisa membalik keadaan dengan sebuah teknik.
"Inikah yang namanya kekuatan Kultivator Alam Raja?" Yin Sheng terkesima dengan apa yang dirinya lihat barusan. Baru pertama kali dirinya melihat secara sadar kekuatan seorang Kultivator Alam Raja.
"Tidak aku sangka, Kamu memiliki teknik yang sangat hebat." Pimpinan para bandit nampak tersenyum di balik sebuah payung. "Jika aku tidak memiliki senjata ini, mungkin aku juga akan langsung terkena seranganmu."
Kultivator Alam Raja nampak tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat. Tekniknya barusan menghabiskan seluruh Qi miliknya, kini dirinya benar-benar merasakan kelelahan namun musuh utamanya masih tegap berdiri.
"Sekarang apa lagi yang ingin kamu lakukan? Atau... Kamu sudah rela mati di tempat ini?" Senyum terkibar di bibir pimpinan bandit. Hasil akhir sudah ditentukan, Kultivator Alam Raja sudah kelelahan dan dirinya masih bisa bertarung dengan normal.
"Sekarang matilah!" Pimpinan para bandit maju menerjang Kultivator Alam Raja. Pedang di tangan kanannya, dan payung di tangan kirinya.
Thang...
Thang...
Kultivator Alam Raja tetap berusaha meskipun dirinya sudah kelelahan. Dirinya hanya bisa menangkis semua serangan sembari terus dipaksa berjalan ke belakang.
"Hahaha... Lihatlah... Ketidakberdayaan seorang Kultivator Alam Raja di tempat ini." Pimpinan para bandit merasa begitu bahagia, bisa menekan Kultivator Alam Raja. Dirinya bagaikan seorang singa yang bermain-main dengan mangsanya.
Ciu...
Set...
Di tengah keasyikan pimpinan para bandit, sebuah benang tiba-tiba mengikat lehernya. Pimpinan para bandit tersebut tentu tidak menyadari akan adanya serangan yang datang, karena dirinya terlampau senang mempermainkan Kultivator Alam Raja.
Tubuh pimpinan para bandit tertarik ke belakang dengan kuat.
Slash...
Slash...
Tangan dan kaki pimpinan para bandit terlepas begitu saja dari tubuhnya. Tubuh tanpa kaki dan tangan tersebut kini tergeletak di atas tanah dengan darah yang berceceran di sekitarnya.
"Aaaa...." Teriak pimpinan para bandit. Merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Sudah cukup... Aku sudah menilainya, dan kelompokmu adalah yang bersalah di tempat ini." Ucap Yin Sheng yang kini berdiri di samping tubuh pimpinan para bandit.
"Ini..." Kultivator Alam Raja terkejut melihat Yin Sheng yang tiba-tiba muncul dan menebas pimpinan para bandit dengan cepat.
Yang membuat terkejut tentu bukan karena apa yang Yin Sheng lakukan, tapi melihat tingkat Kultivasi Yin Sheng yang masih berada di Alam penempaan Qi tahap 7.