
Menaklukan keras hatinya Yao He tidaklah mudah. Bahkan setelah 100 hari Yin Sheng terus mendatangi dan meminta Yao He untuk mengajarinya, Yao He masih terus menolaknya. Seratus hari datang, seratus macam alasan pula yang Yao He berikan pada Yin Sheng.
Mulai dari dirinya sedang malas, punggungnya yang encok, sampai Yao He berpura-pura terkena diare. Semua alasan selalu berganti setiap hari untuk membuat Yin Sheng jera dan berhenti meminta Yao He menjadi gurunya.
Hari ke 101, tidak seperti biasanya dimana Yin Sheng akan datang membawa sarapan untuk Yao He lalu meminta dirinya menjadikan Yin Sheng murid. Hari ini Yin Sheng tidak menampakkan batang hidungnya di gubuk tempat Yao He tinggal.
"Akhirnya anak itu jera..." Ucap Yao He seraya dirinya keluar dari gubuk selesai dirinya bermeditasi untuk mengumpulkan Qi yang akhirnya akan merembes keluar dan habis dalam satu hari.
Di pekarangan Yao He tidak mendapati Yin Sheng yang biasanya sibuk mengurus aneka tanaman herbal. Hanya Xie Qinling seorang saja yang nampak sedang mencabuti rumput di sekitar tanaman.
"Pagi..." Sapa Yao He mencoba beramah-tamah. Yao He sadar dirinya telah menjadi benalu di tempat Xie Qinling dengan menumpang tinggal. Sehingga Yao He mencoba bersikap ramah pada Xie Qinling.
"Jika kamu mencari Sheng'er... Dia sedang ke pasar mengantar tanaman untuk dijual pada rombongan pedagang."
"Rombongan pedagang?" Yao He terkejut bukan main. Setelah lebih dari 3 bulan dirinya tinggal, baru kali ini dirinya tahu jika ada rombongan pedagang yang datang ke desa ini. Rombongan pedagang tersebut bisa menjadi jalan keluar dirinya dari terjebak di desa antah berantah ini.
Setelah bertanya pada Xie Qinling mengenai lokasi pasar, Yao He segera bergerak secepat kilat untuk bisa sampai di pasar. Lebih cepat dirinya bisa sampai di pasar, lebih cepat dirinya bisa keluar dari desa terpencil ini.
"Paman Yao..." Teriak Yin Sheng begitu Yin Sheng melihat Yao He berlari ke arah pasar. Yin Sheng begitu senang melihat Yao He mau datang ke pasar menyusul dirinya. Mungkin saja itu adalah suatu pertanda jika Yao He mau menerima Yin Sheng sebagai muridnya.
"Dimana rombongan para pedagang?" Tanya Yao He dengan nafas sedikit terengah-engah.
"Oh... Mereka belum datang..." Jawab Yin Sheng yang sedikit bingung dengan pertanyaan Yao He. Terbesit pertanyaan di dalam pikiran mengenai alasan Yao He menanyakan rombongan para pedagang.
###
Dunia Kultivator terkenal akan kekejamannya. Dunia dimana yang kuat akan bisa berjaya dan mendapatkan gelar besar, sedangkan yang lemah tentu akan terasingkan dan hidup biasa saja.
Hal tersebut tidak terkecuali untuk para Kultivator muda. Yang berbakat tentu masa depan bisa terlihat cerah, direkrut Sekte besar, sumber daya disediakan, perlindungan pun terjamin. Sedangkan untuk mereka-mereka yang hanya sebatas rata-rata, tentu mereka harus berjuang extra untuk sekedar mendapatkan apresiasi dari sekte mereka berasal.
Cheng Xin dan Cheng Jiaying, dua saudara kembar berbeda gender berasal dari sekte kelas menengah bernama Bamboo Spiral. Kedua kakak beradik tersebut tengah menjalankan misi untuk melindungi para pedagang bersama beberapa Rogue Kultivator.
Total jumlah Kultivator yang melindungi rombongan para pedagang berjumlah 12 orang termasuk Cheng Xin dan Cheng Jiaying. Dari kedua belas Kultivator tersebut, bisa dibilang Cheng Xin dan Cheng Jiaying adalah yang terlemah. Lima dari Rogue Kultivator memiliki tingkat kultivasi Alam Ksatria, sedangkan lima lainnya masih dalam Alam Pembentukan Pondasi.
Sama halnya dengan kelima Rogue Kultivator, Cheng Xin dan Cheng Jiaying juga masih berada di Alam Pembentukan Pondasi. Bedanya Cheng Xin dan adiknya baru saja memasuki Alam Pembentukan Pondasi, sedangkan kelima Rogue Kultivator sudah berada di level menengah.
"Kakak... Misi ini sangat membosankan... Kita hanya menghadapi Magical Beast kelas kecil sedari kemarin. Itupun para Rogue Kultivator selalu lebih cepat dari kita. Kita benar-benar tidak diberi panggung sama sekali disini." Keluh Cheng Jiaying pada kakaknya.
Sudah hal biasa bagi para Rogue Kultivator untuk berebut panggung di depan para pedagang. Karena dengan tampil keren dan kuat di depan mata pedagang, besar kemungkinan mereka akan mendapat pekerjaan lain atau sekedar direkomendasikan kepada pedagang lainnya.
"Tapi badanku pegal semua hanya duduk di atas kuda seperti ini..."
"Sudah... sudah... Kita akan segera keluar dari hutan. Desa yang kita tuju mungkin sudah dekat. Kita bisa beristirahat disana."
Tidak sampai dua jam perjalanan, akhirnya Desa Melati Hijau mulai nampak. Para pedagang langsung bersiap untuk saling berebut dengan pedagang lain untuk bisa mendapatkan tanaman-tanaman dengan kualitas dan harga terbaik.
Pasar dadakan akhirnya tumpah ruah. Para pedagang dan para petani berinteraksi selayaknya kegiatan jual beli.
Cheng Xin, Cheng Jiaying dan para Rogue Kultivator memilih untuk beristirahat sembari menunggu para pelayan pedagang mendirikan tenda untuk mereka menginap.
"Kakak... Pria itu sepertinya aku pernah melihatnya..." Ucap Cheng Jiaying sambil menunjuk ke arah Yao He.
"Jangan mengada-ada Ying'er... Bagaimana mungkin ada orang yang kamu kenal di desa terpencil seperti ini."
"Ah... Ya juga ya... Mungkin aku salah lihat..."
Percakapan kakak beradik tersebut terdengar oleh pimpinan pengawal bayaran pedagang, Lu Da. Lu Da langsung mengamati Yao He yang nampak sedang berbincang-bincang dengan salah satu pedagang.
Lu Da satu pemikiran dengan Cheng Jiaying, merasa pernah melihat wajah Yao He. Lu Da memilih mendekati Yao He dan pedagang tersebut untuk bisa mengamati Yao He lebih lanjut.
"Apakah saudara memerlukan bantuan kamu lebih jauh?" Tanya Lu Da setelah mengetahui Yao He tidak bermaksud menjual tanaman herbal ke pedagang. Terlihat dari Yao He yang tidak membawa keranjang satupun.
"Maaf? Saya telah lancang, saya Lu Da... Pemimpin pengawal rombongan pedagang ini."
"Namaku Yao He... Aku berencana ingin ikut rombongan kalian untuk bisa ke Kota terdekat. Masalah biaya aku bisa memberikan beberapa koin emas sebagai kompensasi." Jawab Yao He tidak ingin berbasa-basi.
"Jikalau seperti itu tidak masalah. Kita akan berisitirahat semalam disini, dan berangkat besok pagi. Aku harap Tuan Yao bisa membayar di muka untuk biaya perlindungan nanti." Jawab Lu Da sedikit sinis. Yao He terkesan sedikit arogan dari cara berbicaranya. Bagaimana mungkin penduduk desa Melati Hijau memiliki koin-koin emas, sedangkan penghasilan mereka satu bulan tidak pernah lebih dari satu koin emas.
"Tentu..." Yao He mengeluarkan lima koin emas dari sakunya, memberikannya kepada Lu Da tanpa berpikir panjang. Lu Da dan pedagang sedikit terkejut melihat Yao He memberikan lima koin emas dengan begitu mudah.
"Kita akan berangkat besok pagi, saya harap Tuan Yao He tidak terlambat untuk bergabung dengan kami besok." Lu Da memberi hormat pada Yao He yang telah memberikannya lima koin emas. Lima koin emas tersebut tentu akan masuk ke kantongnya sendiri. Karena lima koin emas dari Yao He lebih banyak jumlahnya daripada apa yang dirinya dapat dari para pedagang untuk jasa pengawalan.
"Hem... Yao He... Namanya serasa tidak asing..."