
"Kumpulkan Qi yang sudah kamu kumpulkan di permukaan Dantian lalu mulai padatkan!" Yao He memberi instruksi pada Yin Sheng untuk menaikkan kultivasinya. Yin Sheng yang masih dalam mode lotusnya menuruti kata-kata Gurunya.
Uap panas mulai keluar dari tubuh Yin Sheng menandakan Yin Sheng telah berhasil menaikkan kultivasinya ke alam penempaan Qi tahap 2.
"Tidak buruk... Kamu bisa dengan mudah memahami pembentukan lapisan dantian meskipun baru pertama kali mencoba."
"Semua berkat bimbingan Guru..." Yin Sheng memberi hormat pada Gurunya tersebut.
"Tapi aku tidak merasakan perbedaan yang berarti Guru."
Thak...
Sebuah jitakan mendarat ke kepala Yao He. "Kamu baru naik dari alam Penempaan Qi tahap 1 ke tahap 2. Tentu tidak ada perubahan yang berarti. Kamu pikir akan seperti apa?"
"Maafkan murid yang tidak sabaran Guru?"
"Jangan terlalu berbesar hati dengan kekuatan dan kemampuan kita... Ingat... Di atas langit masih ada langit... Kamu harus terus berlatih untuk bisa mencapai langit tertinggi." Yao He berlagak seperti seorang sesepuh bijak yang sedang memberi pencerahan.
"Murid mengerti Guru... Tapi Guru..."
"Apa lagi?"
"Langit tertinggi itu dimana?"
Thak...
"Itu perumpamaan bodoh... Dasar otak kecebong..." Yao He merasa Yin Sheng sedang menguji kesabarannya.
"Teruslah bermeditasi... Jika kamu terus menyerap Qi aku yakin dalam satu minggu kamu sudah nisa naik tingkat lagi." Yao He memberi instruksi tambahan. Qi yang diserap dari Snaketail Ape masih tersisa banyak, tinggal mengumpulkan sedikit lagi dan Yin Sheng akan bisa membentuk lapisan yang kedua atau Penempaan Qi tahap 3.
Yin Sheng melakukan instruksi Gurunya dengan patuh. Dirinya melakukan meditasi tanpa mengeluh selama satu minggu. Yin Sheng hanya beristirahat ketika dirinya makan dan buang hajat. Selebihnya dirinya gunakan untuk meditasi.
Sesekali ketika meditasi Yin Sheng akan mendapat penglihatan dari mata Azhura. Penglihatan yang menunjukkan Ibunya sedang bertarung dengan Pria berjubah hitam.
Pertama kali melihat penglihatan tersebut Yin Sheng menangis, teringat akan Ibunya yang telah tiada. Namun semakin sering penglihatan tersebut ditampilkan, Yin Sheng sadar jika mata Azhura sedang mengajarkan keteguhan hati dan juga teknik berpedang yang digunakan oleh Ibunya.
Setelah Yin Sheng naik ke Kultivator alam Penempaan Qi tahap 3, dirinya mulai bisa mengatur Qi dengan lancar. Yao He pun mulai mengajarkan cara membuat dan menggunakan talisman. Karena hanya dengan Talisman Yin Sheng bisa membuat Dao Magic yang nantinya akan sangat berguna ketika membuat pil ataupun bertarung.
Hari-hari Yin Sheng diisi dengan berlatih dan berburu. Yao He memberikan jadwal yang padat untuk murid satu-satunya tersebut. Bukan karena Yao He terburu-buru ingin menjadikan Yin Sheng kuat. Yao He hanya sadar diri, jika kondisi tubuhnya sudah semakin melemah.
Melepaskan mata Azhura pada Yin Sheng adalah keputusan yang tidak pernah dirinya sesali, namun keputusan tersebut juga sangat berdampak pada tubuhnya. Yao He adalah seorang Black Alchemist yang sangat mengerti struktur organ tubuh manusia. Dirinya sangat tahu luar dalam akan kondisi tubuhnya saat ini. Yao He tidak tahu kapan dirinya akan mengakhiri hidupnya.
Menilai dengan kondisi saat ini, bisa bertahan lebih dari lima tahun sudah merupakan pencapaian yang bagus bagi Yao He. Yao He hanya tidak ingin, semua yang dirinya ketahui dan telah dirinya capai selama ini mati begitu saja ketika dirinya mati. Yin Sheng adalah satu-satunya harapan untuk membuat semua yang dirinya lakukan selama ini tetap hidup.
"Sheng'er..." Yao He memanggil satu-satunya muridnya tersebut untuk duduk bersamanya.
Tiga tahun telah mereka jalani hidup bersama. Kedekatan mereka berdua sudah selayaknya bapak dan anak. Tiga tahun juga telah membuat tubuh Yin Sheng tumbuh menjadi lebih gagah. Setiap hari mengkonsumsi daging Magical Beast membuat tulang dan otot Yin Sheng yang sudah kuat semakin kuat. Bahkan jika hanya dilihat dengan kasat mata, orang-orang akan berpikir Yin Sheng telah berumur 17 tahun.
"Ya Guru..." Yin Sheng memberi hormat.
"Ini adalah lencana Alchemist. Aku ingin kamu menyimpannya. Aku tidak bisa memberikan barang berharga kepadamu, karena semua barang berhargaku hanyalah tanaman herbal dan bahan berumur ratusan tahun. Hanya lencana ini saja yang bisa aku berikan sebagai simbol bahwa kamu adalah muridku."
Yin Sheng menitikkan air mata mendengar kata-kata Gurunya. "Guru... Apakah Guru akan mati? Kenapa Guru berbicara seperti itu?"
Thak...
"Dasar murid durhaka! Kamu mendo'akan aku cepat mati?" Yao He mengumpat sendiri mendengar kata-kata muridnya.
"Bukan begitu Guru... Guru berkata seakan Guru akan berpamitan." Yin Sheng mengelus kepalanya yang terasa sedikit benjol.
"Sudahlah... Kata-katamu itu selalu polos tapi menyayat hati."
"Lencana ini akan berguna jika kamu berkunjung ke Asosiasi Alchemist Nantinya..."
"Asosiasi Alchemist Guru?" Yin Sheng memasang wajah bingung. Merasa baru kali ini mendengar hal tersebut.
"Benar... Di Benua ini..." Yao He menjelaskan akan keberadaan Asosiasi Alchemist serta dua kekuatan besar lainnya yaitu Sekte dan Kerajaan. Hubungan relasi serta kerja sama antara mereka bertiga juga tidak luput dari penjelasan Yao He.
Namun Yao He juga tidak luput menjelaskan akan persaingan tersembunyi antara ketiga kekuatan tersebut. Masing-masing dari mereka tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik meskipun tidak terang-terangan.
Yang paling mencolok dalam menjadi yang terbaik adalah Sekte. Jumlah Sekte di Kerajaan Twinpillar Mountain ini saja sudah sangat banyak. Mulai dari Sekte bintang 1 sampai bintang 10. Masing-masing dari Sekte tersebut menganut aliran yang berbeda-beda, secara garis besar bisa dibedakan menjadi dua. Sekte aliran hitam dan sekte aliran putih.
Sekte aliran hitam dan putih tersebut sering terlibat pertarungan yang konyol. Saling bertarung satu sama lain untuk membuktikan idealisme kultivasi mereka yang paling benar. Itulah sebabnya Sekte sering berusaha untuk merekrut Alchemist secara pribadi. Membuat Alchemist tersebut bekerja pada Sekte untuk menyiapkan sumber daya yang digunakan oleh Sekte untuk berkembang.
"Apa Asosiasi Alchemist diam saja Guru melihat anggotanya direkrut oleh Sekte?"
"Asosiasi Alchemist adalah organisasi independen. Mereka tidak memiliki wilayah, hanya memiliki struktur organisasi pendukung. Menjadi seorang Alchemist tidak berarti mereka akan terikat dengan Asosiasi Alchemist."
"Asosiasi Alchemist akan selalu mencoba membantu setiap Alchemist, tapi setiap Alchemist tidak berkewajiban untuk membantu Asosiasi Alchemist ketika diperlukan. Asalkan Alchemist membayar upeti bulanan ke Asosiasi Alchemist, maka Alchemist tersebut akan selalu menjadi anggota Asosiasi Alchemist serta mendapat perlindungan."
"Murid mengerti Guru..." Yin Sheng memberi hormat kepada Gurunya.
"Ketika kamu berpetualang nanti. Jangan pernah memberitahu siapapun jika kamu adalah muridku pada siapapun kecuali pada Ketua Asosiasi Alchemist. Cukup tunjukkan lencana ini kepadanya dan dia akan tahu jika kamu adalah muridku, aku sudah menaruh jejak Qi milikku pada lencana ini. Dan hanya dia seorang yang akan tahu jika itu adalah jejak Qi milikku. Selebihnya mereka hanya akan tahu jika kamu murid seorang Alchemist yang hebat."
"Kenapa Guru? Bukankah nama Guru begitu terkenal di luar sana? Seharusnya dengan mengetahui aku adalah murid Guru aku akan lebih terbantu."
Thak...
"Jangan melawan perintah Gurumu... Tidak sedikit Sekte yang sakit hati kepadaku karena aku menolak tawaran mereka untuk bergabung kepada mereka. Jika mereka tahu kamu adalah muridku, mereka pasti akan membuat perhitungan kepadamu."
"Dulu mereka tidak berani melawanku karena relasi dan kekuatanku tidak bisa dianggap remeh. Namun jika itu adalah muridku yang masih berkembang dan belum punya relasi, akan berbeda cerita. Mereka pasti akan membuat perhitungan jika kamu menolak untuk bergabung dengan Sekte mereka. Tetaplah merendah, itu adalah jalan yang paling mudah untuk dilalui."
"Murid Mengerti Guru..." Yin Sheng sekali lagi memberi hormat, mencatat dengan benar apa yang Gurunya katakan di dalam hati dan pikiran Yin Sheng.
"Untuk resep-resep pil berkualitas tinggi, aku rasa aku tidak perlu mengatakan dan menuliskannya. Aku yakin mata Azhura akan menunjukkannya kepadamu ketika kamu sudah siap."
"Satu hal lagi... Jangan pernah menunjukkan mata Azhura kepada siapapun, terutama pada pihak Kekaisaran. Mata itu adalah suatu berkah, tapi juga bisa menjadi sebuah kutukan bagi pemiliknya."