Greatest Assassin

Greatest Assassin
Bab 7



"Hamaguchi adalah seorang usahawan yang paling disegani. Dia pasti akan memanfaatkan pangkatnya itu untuk membebaskannya bergerak sesuai apa yang diinginkannya.


Tempat pariwisata itu akan dijaga ketat. Dan dengan mudah Hamaguchi bergerak bebas untuk membuat keributan tanpa mereka sadari," ucap Alyssa.


"Aku tidak mengerti dengan penjelasanmu itu. Tapi aku masih bingung, kenapa dia mau bekerja dengan ******* itu. Apa untungnya jika dia bekerja dengan mereka?" pikir Aiken yang semakin membuat kepalanya terasa pusing.


"Mungkin para ******* itu manawarkan sesuatu yang menggiurkan untuk Hamaguchi," sahut Alyssa yang ternyata apa yang dia jawab hanya asal-asalan saja.


Aiken beranjak berdiri dari tempat dia duduk. Dia mengambil jaketnya dan bersiap untuk menjalankan tugasnya yang mungkin kali ini dia harus lebih cepat bergerak.


"Baiklah, serahkan semuanya padaku! Alyssa, jangan lupa kau juga harus tetap memberiku bayaran," ucap Aiken sembari dia berjalan pergi setelah dia juga menyuruh Alyssa keluar dari apartemen nya.


Tempat pariwisata Okagari berada di lokasi jalan Pakaido. Akan membutuhkan waktu setengah jam perjalanan untuk Aiken bisa sampai di sana. Untuk bisa mengawasi gerak-gerik Hamaguchi dan anak buahnya, Aiken tidak boleh langsung bertindak gegabah. Dan untuk itu, Aiken akan bersikap seperti orang biasa layaknya orang yang juga ingin melihat acara pembukaan tempat pariwisata itu.


Setibanya di Okagari, Aiken dengan waspada tapi juga tidak lupa dengan sikap tenangnya melihat sekeliling tempat itu yang begitu ramai pengunjung. Luar biasa, baru acara pembukaannya saja sudah ada banyak pengunjung datang. Bahkan para pengunjung yang berasal dari luar Tokyo pun juga sampai datang ke Okagari.


"Apakah tempat pariwisata ini akan sangat hebat? Sepertinya yang datang bukan hanya dari Tokyo saja," ucap Aiken sembari berjalan untuk melihat-lihat hal yang nantinya akan memberikannya petunjuk.


Saat Aiken tengah berjalan santai menelusuri tengah pariwisata itu, dia melihat Hamaguchi dan juga anak buahnya berada di sana. Dan tampaknya mereka tengah berbincang-bincang serius.


"Itu dia sasaranku. Cih, cukup sulit untuk membunuhnya dengan banyaknya orang-orang di sini," batin Aiken.


"Aku harus mencari cara untuk membawanya pergi tanpa anak buahnya ikut," ucap Aiken.


Aiken masih berdiri terdiam di tempat itu. Dia masih memikirkan cara untuk membawa Hamaguchi pergi dari tempat ramai itu tanpa anak buahnya mengikutinya. Atau lebih baik jika Aiken membunhnnya secara diam-diam? Tapi jika Aiken membuuhnya dengan memasukkan racun pada minuman Hamaguchi, itu akan lebih beresiko lagi. Tidak ada yang tahu jika tiba-tiba saja nanti minuman itu bukan Hamaguchi yang akan meminumnya.


"Sial! Kenapa kepalaku terasa kosong begini sih," gerutu Aiken.


Lalu tiba-tiba saja muncul sebuah ide bagus dari kepala Aiken. Lalu Aiken berjalan pergi, dia membawa busur dan juga beberapa anak panah berjalan pergi menuju sebuah atap gedung dekat dengan Hamaguchi berdiri.


"Ini akan aman. Tapi aku juga harus berhati-hati untuk melakukannya. Jangan sampai aku salah sasaran," ucap Aiken sembari menyiapkan busur dan panahnya juga.


Tidak akan membunuh Hamaguchi jika hanya memakai panah, panah yang sudah Aiken bawa akan diberikan racun tepat pada panah yang berbentuk runcing itu. Untuk bisa membunuh Hamaguchi tanpa ada yang menyadari, itu adalah ide yang cukup bagus dan aman jika Aiken bisa membidik tepat sasaran.


Dengan mata Aiken yang hanya tertuju pada targetnya, Hamaguchi. Aiken juga melihat kanan kiri untuk melihat jika ada orang yang berjalan melewati atau bahkan berdiri dekat dengan Hamaguchi.


"Baiklah. Demi bayaran besar aku harus berhasil," ucap Aiken.


Dengan perlahan tapi juga cepat Aiken menembakkan anak panah itu menuju arah Hamaguchi. Anak panah itu berhasil mengenai tubuh Hamaguchi. Hamaguchi langsung terjatuh saat anak panah itu mengenai tubuhnya. Anak buahnya yang melihat itu, mata mereka langsung tertuju ke semua arah. Aiken langsung berjalan mundur supaya anak buah Hamaguchi tak melihatnya.


Dan akhirnya tugasnya terselesaikan. Dan sekarang Aiken akan langsung pergi meninggalkan Okagari. Jika dia terus di sana, itu akan bahaya untuknya. Walau kemunginan besar dia akan aman, tapi untuk berjaga-jaga saja.


Saat Aiken tengah menunggu taxi yang dia pesan di pinggir jalan, tiba-tiba saja sebuah cahaya hijau tua yang sebelumnya pernah Aiken lihat dalam mimpinya muncul secara tiba-tiba entah darimana.


"Tunggu! Itu cahaya yang aku lihat dalam mimpiku. Sebenarnya cahaya apa itu?" Aiken berjalan perlahan untuk mendekati cahaya hijau tua berbentuk bulat itu.


Saat Aiken akan menyentuh cahaya itu, tiba-tiba saja cahaya itu menghilang. Tapi cahaya itu muncul lagi di jarak lima meter dari Aiken berdiri saat ini. Seakan-akan cahaya itu ingin menunjukkan Aiken jalan, cahaya itu terus menghilang dan muncul di depan Aiken saat Aiken mendekati cahaya itu.


"Sebenarnya cahaya ini ingin mengajakku kemana?" pikir Aiken.


Walau tidak terlalu peduli, tapi Aiken memutuskan untuk mengikuti kemana cahaya itu pergi. Cahaya itu terus menghilang dan muncul sampai akhirnya Aiken tiba di perbatasan jalan masuk ke dalam hutan. Saat Aiken tiba di sana, cahaya hijau tua itu berubah. Cahaya yang berbentuk hijau tua itu tidak lagi menghilang, tapi cahaya itu bisa bergerak.


"Apa cahaya ini memang ingin menunjukkan sebuah jalan padaku? Apa aku ikuti aja. Siapa tahu dia ingin menunjukkan jalan menuju harta Karun lagi," ucap Aiken yang sudah membayangkan jika dia bisa mendapatkan harta Karun, maka dia akan langsung kaya raya tanpa harus berkerja.


Dan cahaya itu kembali bergerak. Aiken terus mengikuti cahaya itu sampai memasuki hutan yang begitu lebat itu. Cahaya itu terus bergerak sampai cahaya itu berhenti di sebuah gua yang sangat besar. Aiken terkejut saat tiba-tiba saja dia sudah berada di depan mulut gua.


"Gua? Apa benar ada harta Karun?" pikir Aiken.


Dan cahaya itu kembali bergerak lagi memasuki gua. Aiken pun juga berjalan memasuki gua mengikuti cahaya itu. Dalam gua begitu gelap, tapi tiba-tiba saja sebuah cahaya dari obor-obor muncul di pinggir gua dan menerangi jalan dalam gua. Aiken mulai merasakan ada hal aneh saat cahaya obor itu mulai muncul.


Aiken terus mengikuti kemana cahaya itu pergi. Sampai akhirnya Aiken tiba di akhir dalam gua. Di akhir dalam mulut gua itu terang karena di atas gua itu berlubang. Jadi sinar matahari bersinar menerangi dalam gua. Tapi hari yang sebentar lagi akan malam membuat dalam gua itu kembali gelap.


Tapi saat bulan mulai muncul di atas langit, dalam gua itu kembali terang. Saat cahaya bulan menerangi dalam gua, tepat pada sinar cahaya bulan itu tiba-tiba saja muncul sebuah pintu gerbang dengan cahaya hijau tua menyelimutinya.