
"Hah. Rasanya ingin sekali aku mengembalikan manset telinga ini kepada Alice. Dan aku bisa kembali dengan pekerjaan lamaku," gerutu Aiken.
Lalu tiba-tiba saja ponselnya berdering. Saat melihat siapa yang menelfon Aiken, ternyata Alyssa yang menelfonnya.
"Ada apa?" tanya Aiken.
"Apa kau sedang sibuk?"
"Ya, aku sibuk. Ada apa?"
"Bisakah kau menemuiku di kafe Breast? Aku ingin bertemu denganmu."
"Saat ini aku berada tidak jauh dari kafe itu. Oke, aku akan kesana," ucap Aiken lalu dia mematikan telfonnya.
Dalam waktu limabelas menit, Aiken tiba di kafe Breast. Dia sudah melihat Alyssa duduk santai sambil menikmati segelas kopi.
"Langsung saja. Apa yang ingin kau katakan padaku?" tanya Aiken sembari dia duduk berhadapan dengan Alyssa.
"Begini. Untuk saat ini sampai setidaknya satu sampai dua Minggu kau tidak akan mendapat tugas membunuh," ucap Alyssa.
"Ya," ucap Aiken singkat.
"Heh? Itu saja? Apa kau tidak sedih atau marah?"
"Kenapa aku harus marah? Lagipula aku juga lagi ada kerjaan," ucap Aiken.
"Jadi begitu, ya. Maaf... " ucap Alyssa tertunduk.
"Kenapa kau tiba-tiba saja minta maaf padaku?" tanya Aiken yang bingung saat melihat Alyssa tiba-tiba saja tertunduk.
"Mungkin penyebab kau tidak mendapat tugas lagi karena aku," jawab Alyssa yang masih tertunduk.
Lalu Aiken menepuk-nepuk kepala Alyssa dan membuat Alyssa terkejut. "Ini bukan salahmu, lagipula aku malah senang. Akhirnya aku bisa bersantai untuk setidaknya satu sampai dua Minggu," ucap Aiken lalu dia beranjak berdiri dan pergi meninggalkan kafe.
Saat Aiken dan Alyssa pergi keluar dari kafe, tiba-tiba saja keributan terjadi tepat di depan kafe itu. Dan ternyata makhluk-makhluk gaib itu lagi-lagi membuat ulah. Ada sekitar lima makhluk gaib dengan ukuran tubuh sedang tengah memporak-porandakan kota. Dan bahkan mereka juga menyerang manusia dan memakannya hidup-hidup. Banyak darah mulai berceceran di jalan area itu, orang-orang yang berada di sana semakin merasa ketakutan saat mereka melihat makhluk gaib itu memakan manusia hidup-hidup.
"Mereka, datang lagi!" Alyssa mulai merasa panik. Dia memang ahli dalam membunuh, karena dia sendiri juga salah satu dari agen Reco kelas elit. Tapi dia tak ahli jika berhadapan dengan makhluk gaib.
Alyssa langsung menghubungi semua anggota Agent Reco dan juga organisasi Cleton untuk langsung bergerak menuju TKP. Tapi tampaknya Aiken tak sama seperti Alyssa yang sudah mulai panik. Justru Aiken saat ini tengah mengamati ciri-ciri dari makhluk gaib itu dan yang paling penting adalah mencari titik kelemahan mereka.
"Akan lama jika kita menunggu agen Reco! Aku yang akan menghabisi mereka," ucap Aiken sembari mengeluarkan pistolnya dari dalam tasnya. Aiken langsung berlari mendekati makhluk gaib itu. Aiken hanya berlari mengitari makhluk gaib itu dengan juga berhati-hati jika mereka menyerangnya.
Aiken masih harus memastikan jika memang bagian matanya lah letak kelemahannya. Saat dia lebih dekat dengan mata makhluk gaib itu, memang benar jika titik kelemahan mereka berada pada mata mereka. Jika saja Aiken hanya menembaki mereka tanpa tahu dimana titik kelemahan mereka, maka bukannya mereka mati, tapi justru Aiken akan kehilangan banyak tenaga dan juga banyak amunisi peluru. Apalagi saat ini Aiken hanya membawa beberapa amunisi peluru. Jadi dia harus berhati-hati dengan serangannya, harus bisa menyeimbangkan tembakannya.
Makhluk gaib itu menyerang Aiken menggunakan ekor, tangan dan juga juga kaki mereka yang besar. Kuku tajam mereka juga mereka gunakan untuk menyerang musuh. Aiken terkena seidikit goresan dari kuku tajam mereka dan membuat lengan kanannya mengeluarkan darah.
Melihat darah yang terus keluar dari lengan kanannya, Aiken sesegera mungkin menyelesaikan ini. Dia langsung menembaki bagian mata mereka dan langsung membuat makhluk gaib itu terjatuh lemah. Yang dimaksud dengan titik kelemahan, bukannya jika titik kelemahan mereka diserang, mereka tak akan langsung mati.
Tapi itu akan melemahkan perisai kuat yang berada pada tubuh mereka. Saat makhluk gaib itu mulai melemah, saat itu juga Aiken dengan cepat dan gesit menembaki mereka. Satu persatu dari mereka mulai hancur, cipratan darah sampai mengenai seragam dan juga wajah Aiken.
Tersisa satu makhluk gaib lagi. Dan Makhluk gaib itu tengah meraung marah. Makhluk gaib itu beranjak berdiri dan dengan tangannya yang besar, dia menyerang Aiken dan membuat Aiken terjatuh karena lengah. Karena lengan kanannya yang semakin lama semakin terasa sakit, tubuh Aiken sampai sulit untuk dikendalikan. Pandangannya mulai terlihat kabur karena terlalu banyak keluar darah.
"Sial! Rasanya kepalaku benar-benar pusing," ucap Aiken sambil memegangi kepalanya.
Saat makhluk gaib itu akan menyerang Aiken lagi, peluru datang dari arah Alyssa berdiri. "Aiken, apa kau baik-baik saja?" teriak Alyssa sembari terus menembaki makhluk gaib itu.
Dan sekarang makhluk gaib itu mulai mengalihkan targetnya pada Alyssa. Makhluk gaib itu berjalan mendekati Alyssa. Dan Alyssa sudah semakin takut saat amunisi pelurunya mulai habis.
"Alyssa, lari!" teriak Aiken. Dia juga berusaha untuk bangun, tapi tubuhnya mulai terasa mati rasa.
Saat Aiken dan Alyssa pergi keluar dari kafe, tiba-tiba saja keributan terjadi tepat di depan kafe itu. Dan ternyata makhluk-makhluk gaib itu lagi-lagi membuat ulah. Ada sekitar lima makhluk gaib dengan ukuran tubuh sedang tengah memporak-porandakan kota. Dan bahkan mereka juga menyerang manusia dan memakannya hidup-hidup. Banyak darah mulai berceceran di jalan area itu, orang-orang yang berada di sana semakin merasa ketakutan saat mereka melihat makhluk gaib itu memakan manusia hidup-hidup.
"Mereka, datang lagi!" Alyssa mulai merasa panik. Dia memang ahli dalam membunuh, karena dia sendiri juga salah satu dari agen Reco kelas elit. Tapi dia tak ahli jika berhadapan dengan makhluk gaib.
Alyssa langsung menghubungi semua anggota Agent Reco dan juga organisasi Cleton untuk langsung bergerak menuju TKP. Tapi tampaknya Aiken tak sama seperti Alyssa yang sudah mulai panik. Justru Aiken saat ini tengah mengamati ciri-ciri dari makhluk gaib itu dan yang paling penting adalah mencari titik kelemahan mereka.
"Akan lama jika kita menunggu agen Reco! Aku yang akan menghabisi mereka," ucap Aiken sembari mengeluarkan pistolnya dari dalam tasnya. Aiken langsung berlari mendekati makhluk gaib itu. Aiken hanya berlari mengitari makhluk gaib itu dengan juga berhati-hati jika mereka menyerangnya.