
Aiken masih harus memastikan jika memang bagian matanya lah letak kelemahannya. Saat dia lebih dekat dengan mata makhluk gaib itu, memang benar jika titik kelemahan mereka berada pada mata mereka. Jika saja Aiken hanya menembaki mereka tanpa tahu dimana titik kelemahan mereka, maka bukannya mereka mati, tapi justru Aiken akan kehilangan banyak tenaga dan juga banyak amunisi peluru. Apalagi saat ini Aiken hanya membawa beberapa amunisi peluru. Jadi dia harus berhati-hati dengan serangannya, harus bisa menyeimbangkan tembakannya.
Makhluk gaib itu menyerang Aiken menggunakan ekor, tangan dan juga juga kaki mereka yang besar. Kuku tajam mereka juga mereka gunakan untuk menyerang musuh. Aiken terkena seidikit goresan dari kuku tajam mereka dan membuat lengan kanannya mengeluarkan darah.
Melihat darah yang terus keluar dari lengan kanannya, Aiken sesegera mungkin menyelesaikan ini. Dia langsung menembaki bagian mata mereka dan langsung membuat makhluk gaib itu terjatuh lemah. Yang dimaksud dengan titik kelemahan, bukannya jika titik kelemahan mereka diserang, mereka tak akan langsung mati.
Tapi itu akan melemahkan perisai kuat yang berada pada tubuh mereka. Saat makhluk gaib itu mulai melemah, saat itu juga Aiken dengan cepat dan gesit menembaki mereka. Satu persatu dari mereka mulai hancur, cipratan darah sampai mengenai seragam dan juga wajah Aiken.
Tersisa satu makhluk gaib lagi. Dan Makhluk gaib itu tengah meraung marah. Makhluk gaib itu beranjak berdiri dan dengan tangannya yang besar, dia menyerang Aiken dan membuat Aiken terjatuh karena lengah. Karena lengan kanannya yang semakin lama semakin terasa sakit, tubuh Aiken sampai sulit untuk dikendalikan. Pandangannya mulai terlihat kabur karena terlalu banyak keluar darah.
"Sial! Rasanya kepalaku benar-benar pusing," ucap Aiken sambil memegangi kepalanya.
Saat makhluk gaib itu akan menyerang Aiken lagi, peluru datang dari arah Alyssa berdiri. "Aiken, apa kau baik-baik saja?" teriak Alyssa sembari terus menembaki makhluk gaib itu.
Dan sekarang makhluk gaib itu mulai mengalihkan targetnya pada Alyssa. Makhluk gaib itu berjalan mendekati Alyssa. Dan Alyssa sudah semakin takut saat amunisi pelurunya mulai habis.
"Alyssa, lari!" teriak Aiken. Dia juga berusaha untuk bangun, tapi tubuhnya mulai terasa mati rasa.
Tangan dari makhluk gaib itu terayun ke arah Alyssa dan membuat pistol Alyssa terpental jauh saat Makhluk gaib itu menyerang. Saat makhluk gaib itu akan menyerang Alyssa, tiba-tiba saja Ayumi datang dan dengan pedangnya yang besar dia menghabisi makhluk gaib itu hanya dengan satu serangannya.
Alyssa langsung berlari menghampiri Aiken yang sekarang ini sepertinya Aiken sudah tak bisa bertahan lagi. "Aiken, bertahanlah sebentar lagi!" ucap Alyssa sembari membaringkan tubuh Aiken pada pangkuannya.
"Serangan dari makhluk gaib itu bukan hanya serangan biasa saja. Kita harus membawa Aiken ke rumah sakit!" ucap Ayumi.
"Aku bawa mobil. Kau tolong bawa mobilku," pinta Alyssa sembari memberikan kunci mobilnya pada Ayumi.
"Ya, aku bisa menyetir!" ucapnya lalu secepat mungkin Ayumi berlari mengambil mobil Alyssa.
"Aiken, tetap buka matamu. Aku di sini, kau pasti akan baik-baik saja," ucap Alyssa sembari terus mengajak Aiken berbicara agar Aiken tidak menutup matanya.
"Rasanya sulit untuk terus membuka mataku, Alyssa. Rasanya tubuhku benar-benar kacau," ucap Aiken pelan.
"Tidak! Bertahanlah, kau pasti bisa, Aiken."
Dan inti kekuatan dari makhluk gaib itu juga telah masuk dalam manset telinga Aiken saat makhluk gaib tadi sudah hancur.
Saat mobil yang Ayumi setir datang, Alyssa langsung memapah Aiken untuk masuk ke dalam mobil dan dengan cepat membawa Aiken ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit, dokter dan perawat yang berada di sana langsung membawa Aiken ke ruang UGD. Selama hampir setengah jam Alyssa dan Ayumi menunggu. Dan akhirnya dokter keluar sembari pada perawat itu membawa Aiken pergi.
"Dokter, Aiken akan di bawa kemana?" tanya Alyssa.
"Tenang. Dia akan dipindah ke ruang rawat, dia harus rawat inap selama setidaknya tiga sampai lima hari," jawab dokter itu.
"Maaf, tapi kau siapa ya? Dan terimakasih karena kau sudah menolongku tadi," ucap Alyssa pada Ayumi.
"Sama-sama. Namaku Ayumi Hamasaki, aku teman Aiken. Aku datang dari kota Wastaly," jawab Ayumi.
"Tapi kau mempunyai pedang itu? Darimana kau mendapatkannya? Dan bagaimana bisa?"
Ayumi menjelaskan pada Alyssa tentang kekuatan dan kemampuannya. Dia tahu jika Alyssa adalah orang yang Aiken kenal, jadi Ayumi tidak masalah menceritakannya pada Alyssa.
"Jadi begitu. Maaf karena tadi aku banyak bertanya."
"Tidak apa."
Dan akhirnya Aiken pun tersadar. Membuka matanya perlahan-lahan, Aiken melihat ruangan yang menurutnya terasa asing. Aiken menatap sekeliling.
"Ini, dimana?" Aiken bangun dan mencoba untuk mengingat kejadian tadi yang menimpanya.
"Aiken, kau sudah sadar?" Alyssa dan Ayumi langsung mendekati Aiken saat Aiken sudah sadar.
Saat melihat Ayumi dan Alyssa, tatapan Aiken merasa jika dia baru melihat wajah mereka berdua. "Kalian, siapa?" Ayumi dan Alyssa terkejut saat mendengar ucapan dari Aiken.
Alyssa dan Ayumi masih terdiam tercengang melihat Aiken melupakan mereka. "Apa semua karena makhluk tadi?" pikir Alyssa.
"Tidak mungkin. Serangan dari makhluk tadi tak akan membuat ingatan Aiken hilang," sahut Ayumi.
Aiken masih memegangi kepalanya, dia sama sekali tak bisa mengingat apapun kecuali tujuannya untuk membunuh makhluk gaib itu. Dia hanya bisa mengingat apa yang Alice katakan padanya sebelumnya. Tapi dia tak bisa mengingat hal lain selain itu.
"Aku akan pulang," ucap Aiken lalu dia memanggil dokter.
Saat dokter datang, sebelumnya dokter masih belum mengizinkan Aiken untuk pulang karena lengan kanannya pun masih memerlukan pemeriksaan lagi. Tapi karena tampaknya Aiken sudah tak ingin berada lebih lama lagi di rumah sakit, akhirnya dokter pun mengizinkan Aiken untuk pulang dengan syarat tidak boleh terlalu memaksakan lengan kanannya melakukan kegiatan berat.
Di luar rumah sakit, Ayumi dan Alyssa masih mengikuti Aiken dari belakang. Mereka mengkhawatirkan Aiken, tapi bahkan sekarang pun sikap Aiken mulai berbeda. Dia sudah tak seramah dan sebaik sebelumnya lagi. Dia mulai mengabaikan Ayumi dan Alyssa, dan sikapnya menjadi lebih pendiam.
"Aiken, kami akan mengantarmu pulang," ucap Alyssa.
"Aku bisa pulang sendiri," lalu Aiken menoleh ke arah Ayumi dan Alyssa dan menatap mereka dengan tatapan dingin. "Lagipula,,, siapa kalian sampai ingin mengantarku pulang?" lalu Aiken berjalan pergi dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya.
"Apa dia benar-benar sudah melupakanku?"
"Ini pasti ada yang salah. Tidak mungkin karena makhluk gaib tadi," ucap Ayumi yang masih belum bisa menerima jika Aiken hilang ingatan karena makhluk gaib tadi.