Greatest Assassin

Greatest Assassin
Bab 27



Selang beberapa menit, tiba-tiba saja seseorang datang dan membuat Alyssa dan Alex terkejut. Karena seseorang yang datang itu tidak lain adalah kapten Hiroshi. Tapi Hiroshi datang dengan raut wajahnya yang terlihat marah. Ketika ia tiba, tanpa ragu dia langsung mendorong Alice dan membuat Alice terjatuh ke lantai. Alyssa membantu Alice untuk berdiri.


"Kapten, apa yang sudah anda lakukan! Anda kenapa?" tanya Alex.


"Jika saja kau bangun waktu itu, Aiken pasti tidak akan terluka saat ini. Ini semua salahmu!" Hiroshi marah, ia menunjuk ke arah Alice.


"Anda kenapa? Sebenarnya ada hubungan apa anda dengan Aiken?"


"Kapten, anda juga bersalah dalam hal ini! Jika saja anda tak mengatakan pada Aiken untuk dia melawan iblis itu, maka sekarang ini Aiken akan baik-baik saja!" seru Alex, ia juga sama marahnya pada Hiroshi.


"Aku tidak bersalah dalam hal ini! Iblis bodoh itulah yang salah!"


Dan Alice hanya diam saja, ia tahu dan berpikir jika ia juga ikut bersalah dalam hal ini.


"Sekarang bagaimana cara untuk mencari jantung pengganti untuk Aiken!" bentak Hiroshi.


Alice, Alyssa juga Alex terkejut, mereka tidak tahu menahu tentang jantung buatan Aiken.


"Apa maksud kapten?" tanya Alyssa.


"Apa kalian tidak tahu! Selama ini Aiken bertahan hidup hanya dengan jantung buatan!" jawab Hiroshi.


"Jantung buatan?"


"A-pa. Apa yang harus kita lakukan."


"Jantung milik Aiken saat ini sudah rusak. Dia masih bisa sadar nanti karena masih tersisa daya untuk membuatnya bertahan setidaknya untuk beberapa jam kedepan," ucap Hiroshi.


"Bagaimana anda tahu semua ini! Siapa anda sebenarnya?" tanya Alex, suasana menjadi mulai lebih panas lagi.


"Aku ayahnya! Aku juga seorang ilmuwan! Aku juga yang sudah membuat jantung itu untuk Aiken!" jawab Hiroshi.


"Tapi, seharusnya anda bisa memperbaiki jantung Aiken."


"Tidak bisa. Tak ada alat yang mampu," sahut Hiroshi, ia sudah mulai lemas ketika melihat putranya tak sadarkan diri.


"Ini tidak seharusnya terjadi kan!" seru Alyssa.


"Ada satu cara untuk membuat Aiken bertahan," ucap Hiroshi.


"Bagaimana caranya?" tanya Alex.


"Jika Akira mau memberikan hidupnya untuk Aiken," jawab Hiroshi.


"Akira, siapa?"


"Dia adik Aiken. Iblis kelas SR, itu Akira."


Lalu Alice langsung cepat pergi dari rumah sakit, ia pergi tanpa memberitahu Alex dan juga Alyssa.


"Dia mau ke mana?"


"Apa dia akan melawan iblis itu!" pikir Alyssa.


"Biarkan saja dia! Dia harua bertanggung jawab!" seru Hiroshi.


"Kapten, apa anda yakin ingin adik Aiken mengorbankan dirinya? Dia juga putri anda," ucap Alex.


"Sejak awal aku menjadikannnya sebagai iblis karena aku ingin mengambil inti kekuatannya dan membuat Aiken tetap bertahan hidup.


Sejak lama jantung buatan Aiken hanya dapat bertahan sampai beberapa tahun saja," sahut Hiroshi.


"Apa anda tak menyayangi Akira?" tanya Alyssa.


"Aku membencinya! Dialah yang sudah membunuh istriku, ibu Aiken!" sahut Hiroshi dengan tatapan penuh rasa kemarahan.


Tidak lama kemudian, dokter dengan begitu paniknya keluar dari ruangan. Dokter itu mengatakan jika Aiken tidak berada di kamarnya.


Alice masih mencoba melawan iblis itu dengan kekuatan iblisnya yang sudah mulai berkurang sangat banyak. Tapi dia tetap kalah, sampai saat Alice terjatuh, tiba-tiba saja seseorang datang dan membantu Alice. Orang itu tidak lain adalah Ayumi Hamasaki.


"Maaf, Alice. Aku terlambat!"


"Ayumi, kau darimana saja!"


"Aku mencari tahu tentang iblis itu! Kelemahan iblis itu ada di sayapnya!" ucap Ayumi.


"Ya, demi Aiken. Kita akan melawannya bersama-sama!"


Ayumi dengan kekuatan supranatural melawan iblis itu dan Alice dengan kekuatan iblisnya juga menyerangnya. Tapi, mereka berdua masih belum cukup kuat untuk melawan iblis itu. Mereka bahkan tak bisa menyerap sayap dari iblis itu.


"Ayumi, ini hanya akan sia-sia saja!" ucap Alice, ia juga Ayumi sudah mulai kewalahan.


"Alice!" dari arah lain seseorang berteriak memanggil Alice. Saat Alice berbalik, ia melihat jika Aiken sudah berada di sana.


"Aku akan memberikan semua energi yang kupunya!" ucap Aiken.


"Apa kau baik-baik saja?"


"Ya, sekarang ambil energiku!"


"Tapi... "


Tanpa persetujuan dari Alice, Aiken menarik tangan Alice, lalu Aiken mencium bibir Alice dan membuat iblis kelas SR juga Ayumi sangat terkejut. Wajah Ayumi memerah ketika ia melihat Aiken mencium bibir Alice, dan entah kenapa tapi iblis itu semakin merasa marah. Dengan kekuatan besar iblis itu menyerang Alice, tapi saat itu Alice sudah menjadi iblis yang sangat kuat.


Sementara Aiken sudah mulai merasa lemas, Ayumi membantu Aiken untuk tetap berdiri.


"Dia akan mengalihkan iblis itu! Aku sudah memberikan semua energi yang kupunya," ucap Aiken.


"Walau itu hanya ciuman penyaluran energi, tapi aku... " batin Ayumi.


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Ayumi.


"Aku baik-baik saja, dadaku hanya terasa sesak saja," sahut Aiken.


Alice dengan sangat cepat dan kuat melawan iblis itu, sekarang kekuatannya bahkan lebih besar dari kekuatan iblis kelas SR itu. Alice berhasil melumpuhkan kedua sayap iblis itu dan membuatnya terjatuh lemas. Saat Alice akan menghabisi iblis itu, tiba-tiba saja ledakan besar dayang dan membuat semua yang berada di sana terpental.


Aiken sampai tak bisa bangkit berdiri, tubuhnya sudah melemah. Bahkan jantungnya sudah mulai terasa sesak dan sakit. Iblis kelas SR itu, dia melihat Aiken yang terbaring lemah. Iblis itu mencoba untuk mendekati Aiken, tapi orang yang membuat ledakan itu ternyata pak Yoshi, pria bertopeng. Pak Yoshi menginjak tangan iblis kelas SR itu ketika dia akan mendekati Aiken.


"Kau iblis payah! Susah payah aku membuatmu bangun. Tapi itu hanya sia-sia saja," ucap pak Yoshi, ia masih memakai topengnya.


"Ka-kak!" seru iblis itu ketika ia melihat Aiken sudah mulai melemah.


Sementara Alice dan Ayumi mencoba untuk bangkit berdiri dan mendekati Aiken.


"Aiken, kumohon bertahanlah!" seru Alice dan Ayumi, tapi Aiken seperti sudah tak bisa mendengar teriakan Alice dan Ayumi.


Alex, Alyssa juga Hiroshi juga datang. Mereka membantu Aiken, tapi Aiken sudah tak bisa menggerakkan tubuhnya lagi.


"Aiken, bertahanlah!" seru Hiroshi.


Alice dengan marah, ia langsung menyerang pak Yoshi. Tapi pak Yoshi dengan santai berjalan mundur menjauh dari serangan Alice. Saat Alice melawan pak Yoshi, kesempatan untuk Akira merangkak untuk mendekati Aiken.


"Kakak, bertahanlah! Aku tak ingin kakak terluka," ucap iblis itu, yang tidak lain adalah Akira adik Aiken.


"Akira, kumohon bantu Aiken!" seru Hiroshi pada Akira.


"Tenang saja, ayah. Aku pasti akan menyelamatkan kakak. Kakak, Terimakasih untuk semuanya. Terimakasih sudah menjadi kakak yang baik, aku menyayangimu."


Akira memejamkan matanya, lalu tubuh Akira mengeluarkan cahaya berwarna putih kebiruan. Akira memegang tangan Aiken, lalu Akira mendaratkan satu kecupan di kening Aiken, dan cahaya itu masuk ke dalam tubuh Aiken. Saat cahaya itu masuk dalam tubuh Aiken, saat itu juga Akira mulai akan menghilang. Tak lama lagi, cahaya berwarna ungu kehitaman keluar dari dalam tubuh Aiken dan cahaya itu masuk ke dalam tubuh Alice.


"Ini sudah berakhir!" Alice dengan cepat berlari mendekati Aiken sebelum ia akan menghilang, sementara Akira sudah menghilang. Sebelum akhirnya Alice menghilang, ia memeluk Aiken dengan erat.