
"Ellard, darimana kau bisa tahu tentang iblis kelas SR?" tanya Alice dengan wajah serius.
"Begini... kau masih ingat dengan pria misterius yang sudah menyerangku?"
"Ya, aku ingat."
"Tujuan pria itu ingin membangunkan sang iblis kelas SR. Aku hampir saja akan melihat siapa dia sebenarnya, tapi dia keburu kabur saat aku mengalahkannya."
"Apa kau melawannya? Apa kau tidak apa-apa?"
"Aku baik-baik saja."
"Bagaimana bisa kau bertemu dengannya?"
"Bagaimana bisa... " Aiken mulai terpikir akan hal itu. Saat dia akan mengingat kejadian itu, kepalanya terasa pusing, dia tak bisa mengingat apa yang sudah terjadi padanya dan pemuda misterius itu.
"Aku tidak tahu. Aku hanya ingat itu, tapi aku tak bisa mengingat kenapa aku bisa bertemu dengannya," ucapnya sambil memegangi kepalanya.
"Sebenarnya Aiken kenapa? Kenapa dia seperti tak bisa mengingat apa yang baru saja terjadi? Dan dia bahkan tidak bisa mengingat foto yang dia simpan sendiri," batin Alice.
Alice menatap Aiken yang masih merasa kesakitan di kepalanya. Lalu Alice memegang kedua tangan Aiken.
"Tak apa. Jangan dipaksakan jika kau tak bisa mengingatnya."
"Kepalaku pusing."
"Tidurlah di pangkuanku. Aku akan menemanimu," Aiken pun menidurkan kepalanya di pangkuan Alice. Alice mengelus-elus kepala Aiken dengan lembut dan membuat Aiken perlahan-lahan memajamkan matanya dan pergi tidur.
"Aiken, sebentar lagi kita akan berpisah. Mungkin setelah perpisahan kita, aku akan pergi jauh dari sini, menjauhimu."
"Setelah permasalahan ini selesai, aku akan pergi jauh. Tapi... aku tak akan melupakanmu."
Pagi itu, saat Aiken dan Alice tengah sarapan bersama, tiba-tiba saja Aiken mendapat pesan dari Alyssa. Pesan itu mengatakan jika Alyssa ingin bertemu dengan Aiken di kafe langganannya.
"Kenapa dia tiba-tiba ingin bertemu denganku? Apa... aku akan mulai bekerja lagi? Karena... ini memang sudah hampir dua Minggu sih," batin Aiken.
"Aiken, ada apa? Apa makanannya tidak enak?" tanya Alice yang melihat Aiken tiba-tiba saja melamun.
"Tidak, ini sangat enak. Emm... setelah ini kau mau kemana, Alice?"
"Emm... aku akan pulang setelah membersihkan rumahmu."
"Heh... apa kau juga akan membersihkan rumahku?"
"Ya. Aku akan membersihkannya. Apa ada sesuatu?"
"Aku akan pergi sebentar. Apa tidak apa-apa jika aku meninggalkanmu sebentar di apartemenku?"
"Tidak apa-apa kok. Setelah aku membersihkan aku juga akan kembali ke apartemen ku."
"Baiklah. Terimakasih, Alice. Aku akan pergi," Aiken pun pergi meninggalkan Alice yang baru akan mencuci piring-piring kotor itu.
Setibanya Aiken di kafe, dia melihat Alyssa duduk bersama dengan seorang pemuda berambut kuning bermata hijau. Pemuda itu tampak asing bagi Aiken, ia mendekati meja itu.
"Apa kau sudah menunggu lama?" tanya Aiken sambil duduk di kursi.
"Belum. Oh iya, Aiken kenalin dia Alex, peneliti khusus agen Reco," ucap Alyssa.
"Namaku Aiken, aku bukanlah bagian dari agen Reco, tapi aku membantu tugas-tugas mereka," ucapnya membungkuk sopan pada pemuda itu.
"Ya, aku sudah tahu," ucap Alex sedikit mengeluarkan senyumannya pada Aiken.
"Jadi... kenapa kau memanggilku ke sini?" tanya Aiken.
"Begini... kapten memberitahu jika kau akan mulai bekerja lagi untuk kami."
"Aiken, ini bukanlah tugas biasa yang akan kau kerjakan," sahut Alex.
"Maksudnya?"
"Begini, sepertinya percakapan ini tak bisa dilakukan di sini. Nanti siang sekitar jam 13.00 kau datang ke markas agen Reco, dan temui aku di ruang penelitian."
"Oke. Entah misi apa yang harus aku kerjakan sampai kita tak bisa membicarakannya di sini. Tapi... aku akan datang nanti," Aiken beranjak berdiri dari tempat dia duduk.
"Karena... aku lagi butuh uang sekarang ini. Kau pasti tahu kenapa kan, Alyssa?" Aiken tersenyum setengah pada Alyssa, dan Alyssa hanya tertunduk diam saja.
Setelah Aiken sudah pergi dari kafe, Alex memulai pembicaraan pada Alyssa.
"Kau kenapa, nona Alyssa?" tanya Alex.
"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja, sekarang ayo kita kembali ke markas. Masih ada banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan," ucapnya lalu dia pergi lebih dulu dari kafe.
Setibanya di apartemen, Aiken terkejut saat dia melihat apartemennya yang tampak bersih.
"Hah... kenapa dia sampai ingin membersihkan apartemenku? Tapi... dia bukan hanya roh iblis yang merepotkan, tapi dia juga baik padaku."
Di sebuah tempat dengan gedung yang cukup mewah, tapi letaknya tersembunyi. Berada jauh dari area perkotaan. Pemuda misterius itu saat itu tengah berada di ruangan medis, bagian perutnya, bekas luka yang Aiken tembak terbalut rapi dengan perban.
"Hah... pria itu sangat hebat. Dia bisa mengalahkanku, dia bahkan bisa menembus perisaiku. Aku pasti akan membalasnya," ucap pemuda misterius itu, bahkan dia masih saja memakai topengnya.
"Tuan, apa anda gagal mengambil manset telinga itu?" tanya seorang pria, salah satu dari petugas medis yang sudah mengobati luka pemuda itu.
"Ya, aku gagal. Tapi... itu bukanlah akhir dari tujuanku."
"Apa maksud anda? Anda tahu pasti kan jika hanya inti dari kekuatan makhluk gaib saja yang bisa membangunkannya?" tanya petugas medis, yang sebenarnya dia bukanlah petugas medis biasa. Tapi juga bawahan pemuda misterius itu.
"Kau salah, Akihiko. Aku masih ada rencana cadangan lain untuk bisa membangunkannya."
"Apa rencananya, tuan."
"Akihiko, kau akan tahu nanti. Untuk sekarang aku masih akan merahasiakannya," sahut pemuda misterius itu sambil berjalan mendekati sebuah pintu ruangan. Entah apa yang berada dalam pintu itu, tapi pintu itu tersegel. Dan hanya pemuda itu saja yang bisa memasukinya, bahkan bawahannya, Akihiko tak bisa memasuki ruangan itu.
"Sebenarnya apa yang berada dalam ruangan itu, tuan?"
"Sudah kubilang jika ini rahasia, Akihiko. Aku pasti akan memberitahumu saat waktunya tiba."
Siang harinya, Aiken tiba di marka besar agen Reco yang lokasi markas itu berada dekat dengan area menara Kahiko.
"Alex, aku datang. Cepat bertahu aku apa tugasku," ucapnya sambil berjalan mendekati Alex yang tengah fokus dengan komputernya.
"Aiken, entah kenapa tapi di area Kahabara, di sana ada sesuatu yang tampak mencurigakan. Di sana seperti ada sesuatu yang berbau supranatural, aku sudah melacaknya, tapi sama sekali tak bisa terlacak."
"Aura supranatural? Apa akan ada monster lagi yang akan datang?"
"Tidak tahu. Tapi... aura ini sangat kuat. Sepertinya bukan mosnter yang akan datang. Tapi... "
"Tapi?"
"Tapi... iblis yang akan datang," jawab Alex yakin.
"Iblis?"
"Apa ini ulah dari pria bertopeng itu? Tapi... bagaimana bisa!" pikir Aiken.
"Lalu... apa yang harus kita lakukan sekarang, Alex."
"Agen Reco masih berada di sana, mencoba untuk menyelidikinya. Kita akan menunggu sampai mereka memberitahu kita apa yang sebenarnya terjadi."
"Apa itu sang iblis kelas SR? Apa dia benar akan datang?" pikir Aiken.