
Malam itu, saat Aiken masih berada di rumah sakit menemani Alice yang masih terbaring belum sadarkan diri, tiba-tiba saja seseorang yang tampak asing bagi Aiken masuk dalam ruangan Alice dirawat. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah pemimpin agen Reco, ia datang sendiri menemui Aiken. Tapi tampaknya Aiken belum mengenal ataupun mengenali wajah orang itu.
"Maaf, tapi anda siapa? Apa anda salah kamar?" tanya Aiken pada pemimpin agen Reco yang hanya menanggapi pertanyaan Aiken dengan senyuman tipis.
"Selamat malam. Namaku Hiroshi. Kau mengenalku?"
Aiken menggelengkan kepalanya, ia jelas tak mengenal pemimpin agen Reco itu.
"Bagaimana bisa kau masih belum mengenalku. Kau sudah cukup lama bekerja untuk agen Reco."
"Apa anda pemimpin agen Reco?" setelah berpikir, akhirnya Aiken mulai mengerti dan memahami apa yang Hiroshi katakan padanya.
"Baguslah jika kau mengenalku."
"Ada apa? Sampai anda datang ke sini, apa anda ada perlu dengan saya?" tanya Aiken.
"Tadi Alyssa dan Alex datang. Apa benar kalau kau ingin tahu iblis kelas SR itu?"
"Ya, saya ingin tahu!"
Hiroshi berjalan mendekati pintu jendela kamar itu. Ia melihat luar jendela dengan raut wajah sedikit sedih. Aiken merasa bingung dengan raut wajah Hiroshi yang ia lihat saat ini.
"Aiken, apa kau percaya jika iblis kelas SR itu adalah putriku?" tanya Hiroshi, ia masih melihat luar jendela.
"Putri anda?" Aiken terkejut bukan main mendengar apa yang Hiroshi katakan. "Tapi... "
"Kau pasti tidak percaya. Tapi... " Hiroshi berbalik, dan pandangannya sekarang tertuju pada Aiken berdiri saat ini. "Ini memang benar," sambungnya.
"Tapi bagaimana itu mungkin! Dan... bagaimana bisa putrimu menjadi iblis?"
"Namanya Akira, saat dia masih kecil dia punya jantung lemah. Aku sebagai ayahnya ingin melihat putri tercintanya sembuh. Aku berusaha sebisaku untuk mencari cara menyembuhkan putriku. Sampai pada akhirnya aku menemukan dokter yang bisa menyembuhkan Akira. Akira menjalani operasi saat dia berumur 11 tahun, tapi operasi itu gagal dan membuatnya menjadi iblis."
"Sekarang apa yang akan bapak lakukan. Apa bapak akan menghentikan putri bapak?" tanya Aiken.
"Aku tak akan berbuat apa-apa. Tapi kau bisa," Hiroshi memegang kedua pundak Aiken. "Kau bisa menghentikannya, Aiken!"
"Saya? Tapi saya bisa apa."
"Aku percaya padamu. Kau mampu menghentikannya," lalu Hiroshi mengeluarkan sebuah tabung kecil berisi cairan berwarna hijau, dengan sebuah suntikan, ia memberikan suntikan dan tabung itu pada Aiken.
"Ambil ini. Suntikkan ini padanya, ini akan membuat iblis itu tenang. Jika iblis itu bisa tenang aku akan mencoba untuk mengubah kembali putriku. Aku juga seorang ilmuwan," ucap Hiroshi.
Aiken menerima tabung dan jarum suntik itu. "Tapi, apa ini benar akan berhasil?"
"Ya, percaya padaku!"
Malam itu juga Aiken akan melawan iblis kelas SR itu. Ia menatap Alice yang masih terbaring belum sadarkan diri. Lalu Aiken memandangi pedang milik Alice yang tergeletak di dekat ranjang, lalu Aiken membawa pedang itu. Dan ia berjalan pergi keluar rumah sakit sembari membawa pedang milik Alice juga ia membawa sebuah senapan jarak jauh.
Saat melihat Aiken yang tampak benar-benar ingin melawan iblis itu, Hiroshi terlihat mengeluarkan senyuman misteriusnya. Ia berjalan mendekati Alice yang masih terbaring.
"Kau roh iblis payah. Lebih baik kau bangun sekarang dan bantu dia!" seru Hiroshi pada Alice.
"Jika sampai Aiken terluka, maka kau akan aku bunuh. Tidak peduli Aiken akan marah padaku, jadi sekarang bangunlah dan bantu dia!"
Hiroshi menatap tajam Alice yang masih terbaring belum sadarkan diri itu. Hiroshi mulai terlihat ingin menangis, saat ia membayangkan jika Aiken akan terluka. Entah kenapa Hiroshi begitu mengkhawatirkan Aiken.
"Setelah aku berhasil menyerap inti kekuatan iblis milik Akira, setelah itu aku akan mengatakan semuanya padanya. Aiken, dia akan kembali padaku lagi," ucap Hiroshi, lalu ia berjalan pergi meninggalkan kamar itu dan juga pergi dari rumah sakit.
Aiken berdiri di sebuah atap gedung dekat dengan area Kahabara, tempat iblis itu berada. Aiken ingin melemahkan iblis itu dari jarak jauh sebelum akhirnya ia akan menyerangnya dari jarak dekat. Aiken menyiapkan senapan jarak jauhnya.
Ia menghela nafas panjang, lalu ia bersiap untuk menembak targetnya. Ia sudah mengunci targetnya, dengan cepat tapi tenang Aiken melontarkan sekitar dua peluru dari senapan itu ke arah iblis itu. Dua peluru itu bergerak tepat pada arah tubuh iblis itu bagian kaki kanan dan kirinya, sontak iblis itu langsung terjatuh saat tembakan itu mengenai kedua kakinya. Masih membutuhkan waktu untuk iblis itu dapat beregenerasi.
Sebelum proses regenerasi iblis itu selesai, Aiken melesat dan menyerang iblis itu dengan pedang milik Alice. Serangan bertubi-tubi datang pada iblis itu, membuat luka pada seluruh tubuh iblis itu. Diam-diam Aiken juga sudah menyiapkan suntikan itu untuk menyuntik iblis kelas SR.
Iblis itu sekarang sudah melemah, Aiken hanya perlu menyuntik iblis itu sekarang. Saat Aiken akan menyuntik iblis itu, iblis itu mengeluarkan tatapan berkaca-kaca pada Aiken dan sontak Aiken langsung menghentikan tangannya untuk menyuntik iblis itu.
"Ka-kak," ucapan itu keluar dari mulut iblis kelas SR, dan membuat Aiken terkejut.
Dan tiba-tiba saja kepala Aiken langsung terasa sakit, penglihatannya mulai terlihat kabur. Mengambil kesempatan, iblis itu bangun dan saat Aiken lengah ia langsung menyerang Aiken dengan pedangnya. Hanya satu kali tebasan saja tubuh Aiken terluka cukup parah. Tubuh depan Aiken terkena tebasan dari pedang milik iblis itu.
Iblis itu akan membunuh Aiken, tapi tepat waktu Alice datang dengan penampilan iblisnya. Ia langsung mengambil pedangnya dan menyerang iblis itu. Dengan cepat Alice membawa Aiken pergi meninggalkan iblis itu.
"Yah, jagoanku tumbang. Ini jadi tidak seru lagi," ucap pak Yoshi, ia sedari tadi telah mengawasi Aiken dari jauh.
"Tuan, apa dia akan mati?" tanya Akihiko, ia selalu mengikuti pak Yoshi.
"Aku tidak setuju jika dia harus mati sekarang. Dia harus tetap hidup, dialah yang bisa membuat semua ini menjadi tambah seru."
"Tapi, sepertinya akan sangat sulit untuknya bisa hidup karena lukanya yang cukup parah."
"Akihiko, percaya saja dia pasti hidup."
Dokter mengatakan jika Aiken terjatuh koma, tidak tahu kapan Aiken akan terbangun sadar kembali. Alice, Alex dan Alyssa yang saat itu berada di sana, mereka bertiga sangat terkejut dengan ucapan dari dokter itu.
"Sial! Seharusnya aku tadi mengawasinya. Kapten Hiroshi pasti mengatakan sesuatu yang membuat Aiken melawan iblis itu!" ucap Alex kesal.
"Aku juga. Seharusnya aku tadi juga mengawasinya. Aku tahu bagaimana sifatnya yang keras kepala terhadap apapun," ucap Alyssa.