
Aiken berdiri di depan Alice yang sudah terjatuh, ia menembak serangan iblis itu dan menyelamatkan Alice. Wajah Alice terlihat senang, ia mengeluarkan air matanya saat Aiken datang menyelamatkannya. Aiken segera menggendong Alice yang masih terjatuh, ia menggendongnya dan membawanya pergi meninggalkan iblis yang kekuatannya sempat berhenti karena serangan dadakan Aiken.
Sesegera mungkin Aiken membawa pergi Alice. Sementara anggota Agent Reco juga mengerahkan kekuatan mereka untuk menyerang iblis itu. Beruntung makhluk gaib yang berada di pusat kota berhasil agen Reco tangani, dan sekarang hanya tinggal mencari cara untuk menghadapi iblis kelas SR itu.
Aiken membawa Alice ke rumah sakit khusus agen Reco. Di sana Alyssa dan juga Alex berada di sana. Aiken juga menjelaskan pada Alex dan Alyssa tentang indentitas Alice yang sebenarnya. Alice masih terbaring di rumah sakit, setelah obat bius yang disuntikkan padanya, Alice tampak tertidur pulas.
"Ternyata dia juga roh iblis, ya," ucap Alex.
"Tapi, kenapa dia baik? Dan kenapa dia juga melawan iblis kelas SR itu?" tanya Alyssa pada Aiken yang duduk di samping Alice terbaring, Aiken tampak terlihat khawatir dengan Alice.
Tentu saja, Aiken tahu bagaimana ia melihat Alice mengurusnya. Alice bahkan selalu memasak untuknya, membersihkan apartemennya, juga melindunginya.
"Aiken, apa kau baik-baik saja?" tanya Alex, Aiken masih tenggelam dalam lamunannya.
Sampai Alyssa menepuk pundak Aiken dan membuatnya tersadar dari lamunannya.
"Maaf, kau mengatakan apa tadi, Alyssa?" Tanya Aiken.
"Sudahlah, lupakan saja," raut wajah Alyssa seperti sedang kesal, dan Alex tahu itu.
"Apa iblis itu, maaf... maksudku Alice menjalin kontrak denganmu untuk melawan iblis kelas SR?" tanya Alex.
"Ya, karena Alice mengatakan jika di dalam tubuhku terdapat energi yang sangat besar," jawab Aiken.
"Bagaimana bisa kau seorang manusia biasa memiliki energi sebanyak itu? Itu benar-benar diluar nalar logika kita sebagai manusia," ucap Alex.
"Sekarang yang perlu kita lakukan adalah, bagaimana cara mengalahkan iblis itu?" pikir Alyssa.
"Ngomong-ngomong soal itu. Kenapa iblis itu tadi memanggil nama 'kakak'? Apa dia sebenarnya juga sama seperti Alice? Manusia dengan roh iblis?" pikir Alex.
"Kakak? Apa kau benar mendengar nama 'kakak', Alex?" tanya Aiken.
"Ya, telingaku masih waras," sahut Alex.
"Dan juga, kenapa saat kau menyerang iblis itu tadi, dia seperti lebih tenang dari sebelumnya?" tanya Alex pada Aiken.
"Benarkah? Aku tidak melihatnya tadi. Tapi, jika dilihat-lihat, wajah iblis tadi... " Aiken mengeluarkan sebuah foto dari saku celananya, foto gadis kecil yang masih dia simpan. Ia menunjukkan foto itu pada Alex dan Alyssa.
"Itu bukan seperti lagi. Tapi iblis itu memang gadis yang berada dalam foto itu!" ucap Alyssa.
"Tapi, kenapa kau ada foto itu, Aiken?" tanya Alex.
"Aku tidak tahu. Beberapa hari yang lalu aku menemukannya di kamarku," sahut Aiken.
"Aneh, benar-benar aneh. Sebenarnya siapa iblis itu? Apa memang benar dia manusia?" pikir Alex.
"Atau... mungkin kapten tahu semua itu," sambung Alyssa.
"Kapten? Maksudmu pemimpin agen Reco?" tanya Alex.
"Ya, kau sudah tahu kan tujuan kapten apa?"
"Ya, aku tahu. Tujuannya ingin mengambil inti kekuatan iblis kelas SR, benar? Dan dengan bangkitnya iblis itu, keptan dapat dengan mudah menyerap inti kekuatannya, benar?" tanya Alex.
"Ya, tepat sekali. Karena itu, kapten ingin aku selalu mengawasimu," lalu Alyssa mengangkat jarinya dan menunjuk arah Aiken.
"Aku? Tapi kenapa?" tanya Aiken, ia tak merasa ada hubungannya dengan iblis itu.
"Entahlah. Mungkin karena dia sudah tahu, jika kau dapat menyerap inti kekuatan makhluk gaib. Atau mungkin karena hal yang lain," jawab Alyssa.
"Aku, menyerap inti kekuatan makhluk gaib? Kapan?" tanya Aiken. Tampaknya ia tak mengingat kejadian itu.
"Aiken, jangan bercanda. Aku juga tahu itu, dan kenapa kau malah yang lupa?"
"Tapi, aku benar-benar tidak mengingat itu," sahut Aiken.
"Kau benar, ayo kita pergi!" ajak Alyssa.
"Apa sebaiknya aku di sini saja? Aku akan menemani Alice saja," ucap Aiken.
"Baiklah. Serahkan ini pada kami!" ucap Alex. Mereka pun pergi tanpa Aiken.
Alex dan Alyssa pergi ke markas agen Reco, menuju ruangan pemimpin agen Reco. Pemimpin agen Reco itu lagi-lagi duduk dengan santai di ruangannya membelakangi Alex dan Alyssa berdiri saat ini.
"Kapten, saya datang!" ucap Alyssa.
"Bersama dengan saya, kapten!" sambung Alex.
Lalu pemimpin agen Reco itu akhirnya berbalik dan memandang Alex dan Alyssa berdiri saat ini. Sekarang wajah dari pemimpin agen Reco terlihat. Pemuda berumur sekitar 38 tahunan, memiliki rambut berwarna coklat agak kehitaman, bermata biru.
"Alex, tumben kau datang. Ada apa?" tanya pemimpin itu.
"Kapten, saya sudah tahu tujuan anda dan Alyssa! Dan saya di sini ingin bertanya pada anda tentang iblis itu. Anda pasti tahu tentang iblis itu, benar?" tanya Alex.
Kapten beranjak dari tempat ia duduk, ia berjalan mendekati pintu jendela.
"Alyssa, kau mengatakan pada Alex rencana kita?" tanya kapten itu pada Alyssa.
"Tidak, kapten! Saya tak akan berani jika bukan kapten yang meminta," jawab Alyssa.
"Alex, apa kau benar-benar ingin tahu tentang iblis itu? Aku rasa kau tak butuh informasi itu."
"Tentu saja, kapten!" jawab Alex.
"Alyssa, apa kau juga sudah tahu tentang iblis itu?" tanya kapten.
"Belum, kapten," jawab Alyssa.
"Tapi... " kapten berbalik dan menoleh arah Alex dan Alyssa. Kapten tampak tersenyum misterius pada Alex dan Alyssa. "Apa untungnya aku memberitahu kalian tentang iblis itu?" tahta kapten.
"Jika Aiken yang meminta, apa anda tak akan menjawabnya?" tanya Alex.
"Aiken?" raut wajah kapten langsung berubah, menjadi sedikit tenang dan santai. "Di mana dia?" tanya kapten.
"Saat ini Aiken berada di rumah sakit," jawab Alex.
"Aiken kenapa? Apa dia terluka?" tanya kapten, raut wajahnya terlihat sedikit khawatir.
"Ti-dak. Temannya yang terluka," jawab Alex.
Kapten menghela nafas panjang. "Oke. Jadi... Aiken yang ingin tahu tentang iblis itu?"
"Benar," jawab Alex, Alyssa hanya diam saja berdiri di samping Alex.
"Aku tak akan menjawabnya!" ucap kapten, ia kembali tersenyum misterius pada Alex.
"Tapi, kenapa! Bukankah Anda akan menjawabnya tadi?"
"Aku yang akan mengatakannya sendiri pada Aiken. Nanti, aku akan menemuinya," jawab kapten.
"Kapten ingin datang menemui Aiken?" Alex dan Alyssa terlihat bingung dan heran.
"Ya, kenapa? Ada yang salah?"
"Tidak. Baiklah, kalau begitu kami permisi," Alex dan Alyssa pun pergi meninggalkan ruangan kapten mereka.
"Apa aku tak salah mendengar tadi?" tanya Alyssa pada Alex saat mereka sudah berada di luar ruangan kapten. Akhirnya Alyssa membuka mulutnya untuk berbicara.
"Jika kau heran, apalagi aku," sahut Alex.