
"Aiken, sepertinya bapak akan memberikan cairan suplemen padamu," ucap pak Yoshi sembari mengambil tasnya. Ia mengambil alat suntik dan sebuah tabung kecil berisi cairan berwarna biru muda.
"Baiklah. Sudah lama aku juga tidak diperiksa lagi oleh pak Yoshi," Aiken pun duduk di samping pak Yoshi.
Sementara pak Yoshi mulai menyiapkan alat suntiknya, lalu dia suntikkan jarum itu pada lengan kiri Aiken. Setelah suntikan selesai, masih belum ada reaksi apapun dalam tubuh Aiken.
"Apa ini akan ada efek sampingnya?" tanya Aiken setelah pak Yoshi selesai menyuntiknya.
"Mungkin ada. Kau akan tertidur untuk beberapa jam kedepan," sahut pak Yoshi.
"Sebaiknya kamu istirahat dalam hotel ini. Jangan pergi keluar dulu."
Dan benar saja. Baru satu menit setelah suntikan itu, Aiken mulai merasa pusing dan mengantuk. Aiken pun membaringkan tubuhnya di ranjang kamar hotel itu. Tidak cukup lama untuk membuat Aiken langsung tertidur begitu pulasnya.
Saat Aiken sudah tampak tertidur pulas, raut wajah pak Yoshi langsung berubah. Pak Yoshi tersenyum misterius menatap Aiken yang sudah tertidur pulas.
"Maafkan aku, Aiken. Tapi, kau harus tidur dulu untuk saat ini. Tenang saja, aku tak akan membunuhmu. Aku hanya tidak ingin kau sampai merusak semua rencana yang sudah aku jalankan selama ini."
Lalu pak Yoshi mengambil sesuatu dari dalam sebuah koper. Dan ternyata dalam koper itu ada sebuah topeng yang sama dipakai oleh pemuda misterius itu, pakaian yang sama yang juga dipakai pemuda misterius itu.
"Aiken, aku pasti akan bisa membangkitkan iblis kelas SR itu. Untuk itu, aku harus bisa membuatmu tertidur, setidaknya sampai semua rencana yang sudah kubuat berjalan dengan lancar."
Lalu pak Yoshi berjalan pergi, dia juga tak lupa mengunci kamar hotel itu. Kunci hotel ia sembunyikan dalam tanah pot bunga yang berada dekat dengan pintu kamar hotel itu, lalu pak Yoshi berjalan pergi keluar dari hotel.
Pak Yoshi pergi menuju tempat di mana pemuda misterius dan Akihiko, asistennya berada.
"Tuan, anda darimana saja?" tanya Akihiko.
"Akihiko, aku baru saja menjalankan rencana tahap awalku," sahut pak Yoshi yang sudah memakai topeng itu.
"Apa itu artinya ruangan rahasia itu akan anda buka?" tanya Akihiko.
Pak Yoshi berjalan mendekati pintu ruangan rahasia itu, lalu ia buka pintu itu. Di dalam pintu itu tidak ada benda yang tampak mencurigakan, lebih mirip seperti ruangan gudang. Akihiko sempat bingung dengan apa yang disembunyikan pak Yoshi. Tapi rasa bingungnya menghilang saat pak Yoshi mengeluarkan sebuah kotak yang cukup besar.
"Ini apa yang kau ingin tahu selama ini, Akihiko."
"Apa yang berada dalam kotak besar itu, tuan?"
"Tunggu dulu, Akihiko. Orang pertama yang akan melihat ini adalah targetku, dan aku akan memperlihatkan isi dalam kotak ini padanya."
Sementara itu Alice tampak tengah berjalan mondar-mandir dalam apartemen Aiken. Ia merasa khawatir karena dia belum bertemu dengan Aiken, dan Alice pun sampai melihat Aiken lupa mengunci pintu apartemennya. Dan itu yang semakin membuat Alice khawatir.
"Astaga, Aiken ke mana sih! Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?" pikir Alice yang mulai terlihat begitu panik.
Dan tiba-tiba saja suara ponsel berdering terdengar dari dalam kamar Aiken. Sontak Alice langsung bergegas memasuki kamar Aiken. Dan ternyata Aiken juga tak membawa ponselnya. Telfon dari Alex, Alice mengangkat telfon itu.
"Halo. Ini siapa?"
"Ini, Alex. Kau, siapa?"
"Alex? Apa kau teman Aiken?"
"Ya, bisa dibilang begitu. Apa kau pacar Aiken?"
"Bu-kan! Aku temannya, ya temannya," jawab Alice sedikit gugup.
"Maaf, tapi Aiken tidak ada. Dia meninggalkan ponselnya di apartemennya."
"Ke mana dia! Ini sangat penting!"
"Kau bisa bicara padaku. Aku akan sampaikan padanya."
"Tidak. Tidak perlu! Aku akan bicara padanya nanti."
Lalu telfon pun terputus. Sekarang Alice tambah merasa khawatir dengan Aiken.
Di markas agen Reco, semua anggota Agent Reco tampak tengah bersiap. Mereka menyiapkan senjata mereka berupa sebuah senapan dan senjata lainnya. Sementara Alex tengah mengawasi area Kahabara. Di sana muncul sebuah lingkaran Supranatural yang mendatangkan banyak sekali makhluk gaib. Dan bukan hanya itu saja, tapi manusia roh iblis yang tampak terlihat kuat juga datang dari lingkaran itu. Manusia roh iblis itu memiliki rambut coklat sedang bermata biru, dengan jepit rambut di kepalanya.
Dan manusia roh iblis itu tampak terlihat marah. Ia sampai menghancurkan pelabuhan yang berada dekat dengan area Kahabara. Bukan hanya itu, para makhluk gaib itu juga mulai pergi berpencar menuju pusat kota.
"Agen Reco, bersiaplah! Kita akan menyelamatkan bumi!" ucap Alex tegas.
"Baik!" jawab mereka serentak setelah mendengar aba-aba dari Alex.
"Alex, bagaimana bisa makhluk gaib itu datang lagi? Dan bukan hanya makhluk gaib, tapi juga iblis!" ucap Alyssa.
"Nona Alyssa, apa ini semua bukan ulahnya?" tanya Alex dengan wajah serius pada Alyssa.
"Apa maksudmu?"
"Aku sudah tahu tentang kapten dan kau. Tujuan kalian aku tahu semuanya!"
"Sungguh! Ini bukan ulah kami. Kapten bahkan tidak tahu menahu tentang ini!"
"Jika ini bukan ulah kalian, lalu ulah siapa? Ngomong-ngomong, apa kau tahu di mana Aiken?" tanya Alex.
"Apa dia tidak ada di sini? Bagaimana bisa di tidak ada sementara kota sedang dalam bahaya!"
"Tunggu! Ini benar-benar aneh. Disaat yang bersamaan Aiken juga tak berada di sini," ucap Alex.
"Aiken harus membantu kita! Dan sekarang dia tidak ada!" gerutu Alyssa.
"Pasti ada yang sudah merencanakan semua ini! Dan jika ini semua bukan ulah kapten atau kau, lalu siapa? Apa ada orang lain yang juga menginginkan iblis itu bangkit?" pikir Alex.
"Ini masalah yang harus kita pikirkan nanti. Sekarang ini kita harus fokus dengan semua makhluk gaib dan juga iblis itu!"
"Kau benar. Aku akan mengirim semua kamera drone untuk mengawasi semua lokasi!" lalu Alex menerbangkan semua drone ke semua lokasi, termasuk lokasi dengan iblis itu.
Iblis itu masih mencoba untuk menghancurkan sekitar area Kahabara, dan bahkan iblis itu sampai menggunakan pedangnya yang besar berwarna biru kehitaman. Hanya dengan satu tebasan saja pelabuhan Karuma langsung hancur lebur tanpa sisa, semua kapal dan benda-benda yang berada di sana hancur tanpa sisa.
"Ka-kak!" iblis itu berteriak memanggil nama 'kakak'.
"Kakak? Apa artinya ini?" pikir Alex yang juga mengawasi iblis itu lewat kamera drone.
"Iblis itu juga manusia. Apa sebenarnya tujuannya datang?" pikir Alyssa.
"Jika saja kita tahu siapa orang yang sudah membuat iblis itu datang, mungkin mudah bagi kita untuk melawan iblis itu," ucap Alex.