
"hey... kenapa kalian menangis?? " tanya xia he.
"meratapi nasib nona" ucap keduanya.
xia he hanya Menggeleng-geleng kan kepalanya melihat keduanya, kemudian memilih menarik pedang tersebut.
ruang dimensi bercahaya.
"agrrr..... mati lh kitaaa!!! " teriak keduanya menangis.
sring.....
"berhenti lh menangis, kalian sangat berisik. atau jika tidak pedang ini akan memotong leher kalian satu persatu" ucap xia he.
kedua perlahan-lahan membuka mata mereka.
dan terkejut jika xia he sedang memegang pedang biru yg bagikan kristal namun sangat tajam.
"wah...... selain tuan pertama pemilik ruang dimensi ternyata nona di akui sebagai pengguna pedang suci itu" ucap Yu Feng girang.
"dan nyawa kami jga terselamatkan huhuhu.. " ucap Lin lauyan.
"kalian sangat cengeng" ucap xia he sambil menghilang kan pedang itu dari tangannya.
"aku lapar, selamat bersenang-senang" ucap xia he.
"nona ingat jangan terlalu banyak makan buah... ke... " ucap Lin lauyan.
namun sudah terlambat xia he sudah pergi dari sana sebelum Lin lauyan menyelesaikan perkataannya.
"ya..... Tuhan..... " ucap Lin lauyan yg mengusap wajahnya gusar.
"ada apa?? " ucap Yu Feng.
"kau tak tau jika nona kita adalah monster dengan akal sehat yg sudah putus" ucap Lin lauyan.
"hah??, tapi bukannya dia adalah wanita yg cantik dan hebat?? " ucap Yu Feng
"kau tak akan percaya jika kau tak melihat dengan kepala dan mata mu sendiri" ucap Lin lauyan yg mengajak Yu Feng.
Yu Feng yg penasaran pun mengikuti Lin lauyan.
di depan pohon kehidupan.Yu Feng semakin bingung.
"hey... apa kau ingin kita makan buah pohon kehidupan ini?? bukan kh kultivasi mu sudah tinggi?? " ucap yu Feng.
"coba kau lihat siapa yg bertengger dengan manis di dahan pohon itu" ucap Lin lauyan.
yu Feng mengarahkan pandangannya dan melihat seorang wanita yg sangat ia kenal.
"nona??! " ucap Yu Feng terkejut bukan main.
bagaimana tidak terkejut, seorang wanita remaja memakan begitu banyak buah kehidupan.
"tidak nona, sebaiknya nona jangan memenangkan terlalu banyak buah kehidupan itu" ucap Yu Feng.
"tak perlu khawatir, kau lihat saja apa yg akan terjadi" ucap Lin lauyan.
tubuh xia he bercahaya.
"mu.. mus... ta.. tahil..., aku saja harus memerlukan satu bulan untuk menaikkan satu tingkat kultivasi" ucap Yu Feng.
"ta.. tapi di.. dia... " ucap Yu Feng.
"ya... dia cukup makan buah kehidupan entah berapa banyak dan bukan pergi ke alam baka namun kultivasi nya naik drastis, lihat saja dari Raja kaisar bumi tingkat 2 kini sudah naik ke tanah langit tingkat awal" ucap Lin lauyan.
"apa yg kalian bicarakan?? " ucap xia he turun dari pohon kehidupan.
"tidak ada nona" ucap keduanya.
"baik lh, ikut aku ke mansion itu" ucap xia he
keduanya hanya saling pandang dan pergi ke sana mengikuti xia he.
"Lin lauyan.... apakah bangunan ini memang bawaan dari kehidupan jiwa ku?? " ucap xia he.
"iya" ucap Lin lauyan.
"perhatikan langkah kalian" ucap xia he.
Lin lauyan hanya menggunakan namun tak sengaja kakinya menginjak kerikil tajam, sekejap sebuah layar monitor mengelilingi Lin lauyan.
"orang tak di kenal, tak membawa senjata. tuan pemilik akan menentukan apa orang ini perlu di siksa" ucap monitor layar itu.
"siksa tingkat rendah" ucap xia he.
"mengkonfirmasi perintah" ucap layar monitor itu.
sekejap balok kayu keluar dari sisi kanan dan kiri lalu memukul Lin lauyan.
"nona......!!! hamba mohon maafkan hamba..... hentikan ini! " pinta Lin lauyan.
"berhenti" ucap xia he.
"penyiksaan tingkat rendah di berhentikan" ucap layar monitor.
"bangunan apa ini?? sungguh menyeramkan" ucap Yu Feng.
"kalian hanya perlu berhati-hati saja, jika tidak nyawa kalian akan melayang, mari kita masuk aku akan memasak kan sesuatu untuk kita" ucap xia he yg santai menempelkan sidik jarinya di layar monitor pagar tembok mansion itu.
"nona.... kau ingin makan lg?? " ucap Yu Feng dan Lin lauyan bersama.
"tentu saja" ucap xia he.
BERSAMBUNG.......