
Xing sheng yg melihat xia he berlari keluar dari ruang belajar Shen Yuwen pun menggerakkan dahinya, kemudian masuk ke dalam.
"yang mulia hamba melihat nyonya kelua...... r.... pufhhhhhahhahahaa....... " tawa xing sheng pecah saat melihat wajah Shen Yuwen yg penuh Tinta
"xing sheng!!!! apa kau ingin mati??!! " ucap Shen Yuwen marah.
"khm..... maafkan ketidak sopanan hamba yang mulia" ucap xing sheng yg mengendalikan tawanya.
"siapkan air untuk ku mandi" ucap Shen Yuwen sambil menahan amarahnya.
sedangkan di lain sisi xia he berlari menuju kediamannya dan menutupnya.
"aiss......kesalahan apa yg telah ku perbuat?? " ucap xia he.
"Shen Yuwen kau benar-benar sialan, kau merebut ciuman pertama ku" ucap xia he marah.
"tpi..... ini semua gara-gara ku jga... aaaaaahhhh" ucap xia he frustasi.
xia he berjalan mondar-mandir sambil menggigit ujung kuku nya.
namun tak berapa lama langkahnya berhenti.
"Shen Yuwen...... kau salah menguji manusia seperti ku" ucap xia he tersenyum sinis.
kemudian xia he berlari menuju tasnya dan mengambil sebuah kotak dan membukanya.
senyum xia he semakin melebar melihat beberapa botol kecil itu.
"yap.... waktunya pembalasan dendam... suami ku tercinta hahahaha...." ucap xia he.
-
-.
keesokan harinya xia he begitu semangat bangun pagi.
"aku akan menanti kan hari yg indah ini" ucap xia he sambil meregangkan otot-otot nya kaku.
xia he membawa nampan yg berisi teh terbaik dan berjalan menuju kediaman Shen Yuwen.
-
-
Shen Yuwen bangun pagi seperti biasa.
"suami ku..... aku datang untuk melayani mu!!!! "suara teriakan wanita yg sangat di kenal oleh Shen Yuwen.
xia he masuk ke dalam kediaman Shen Yuwen dan menghampiri Shen Yuwen yang memijit pangkal hidungnya.
" suami ku apa kau lelah?? apa kau haus?? biarkan istri mu ini menyiapkan teh untuk mu"Ucap xia he sambil berjalan menuju teko teh yg ia bawa.
"rasain pembalasan sang Lea ini" batin xia sambil memasukkan suatu bubuk ke dalam cangkir teh Shen Yuwen.
"suami ku minum lh teh ini" ucap xia he kepada Shen Yuwen.
sedangkan Shen Yuwen hanya mengangkat satu alisnya.
"huh.. mau bermain licik dengan ku rupanya" batin Shen Yuwen kemudian mengambil cangkir teh itu.
"baik lh. trimakasih istri ku yg tercinta" ucap Shen Yuwen.
"ehehe" ucap xia he
"huek..... jijik gua dengarnya, tapi tahan saja" batin xia he.
Shen Yuwen meneguk teh itu.
"anu..... suami ku aku mempunyai hadiah besar bagi mu, tpi..... " ucap xia he menggantung.
"1... 2.....3" xia he menghitung di dalam hati.
pada hitungan ke 3 ia menjentikkan jarinya yg bersamaan dengan itu Shen Yuwen pingsan.
"hahahaha....... ini adalah pembalasan ku, tenang saja aku mengantar mu ke tempat pemakaman dengan baik kok suami ku" ucap xia he sambil menghampiri Shen Yuwen yg pingsan.
"ohh... sangat di sayangkan wajah tampan ini harus lenyap dari dunia ini" ucap xia he sambil menyentuh wajah Shen Yuwen dengan telunjuknya.
"dan jga...... tubuh yg indah dan kekar seperti ini. selama aku hidup tak pernah meraba tubuh laki-laki....... tapi sekarang bukan mslh bukan menyentuh tubuh mantan suami ku yg tersayang" ucap xia he sambil menjelajahi dada bidang Shen Yuwen.
"sudah lh aku akan mempersiapkan pemakaman mu" ucap xia he kemudian bangkit berdiri, namun tak di sangka sebuah tangan menahan tangan xia he dan menariknya yg membuat xia he jatuh di pangkuan orang tersebut.
xia he terkejut melihat Shen Yuwen tersenyum miring kepadanya, kemudian mencium xia he dan memasukkan cairan yg ada di dalam mulutnya ke dalam mulut xia he.
"hosh..... kau benar-benar... uhuk... uhuk" ucap xia he Terbatuk-batuk.
"selamat menikmati racun mu istri ku" ucap Shen Yuwen tersenyum
"kau.... uhuk.... untung saja level racun pada ku tak terlalu mempan" gumam xia he sebelum pingsan.
BERSAMBUNG........