
xia he memicingkan matanya ketika melihat segerombolan orang yg sedang ramai.
"kalian tinggal lh, gunakan uang ini semua kalian.tpi.... jika kalian melewati batas normal aku akan mencincang kalian" ucap xia he sebelum pergi.
"baik nona" ucap keduanya.
-
-
"kembalikan apa yg kau ciri dasar anak-anak pencuri" ucap seorang pemilik kedai makanan dan minuman itu kepada dia orang anak, yg satu cowok yg berusia 8 thn dan satu cewe berusia 5 thn.
sang kakak memeluk erat adiknya melindungi dari pukulan yg di Terima dari banyak orang.
"kalian tuli atau apa hah?? dasar pencuri mati saja kau!! " ucap pemilik kedai sambil mengayunkan balik itu kepada kedua anak itu.
saat balok itu ingin menyentuh tubuh kedua anak itu.
tap..
"kau lh yg harus mati tuan" ucap seorang wanita berjubah hitam bertudung hitam.
"siapa kau?? menganggu saja!! " ucap pemilik kedai itu.
krak...
suara patahan tulang terdengar sangat memilukan di telinga.
"apa kalian yg masih berdiri di sana ingin merasakan jga?? " ucap wanita itu kepada orang-orang yg masih bergerombol melihat kejadian itu.
semua orang langsung bubar meninggalkan wanita itu,kedua anak tersebut dan pemilik kedai yg meringis kesakitan.
"berapa kali kau memukul kedua anak itu tadi?? " tanya wanita itu kepada pemilik kedai.
"mereka pantas mendapatkannya karena berani mencuri di kedai ku" ucap pemilik kedai itu.
"bohong.... kami tidak mencuri..... kami mau membeli sedikit makanan" ucap anak perempuan itu sambil menangis.
"ran'er... " ucap sang kakak
"gege..... ran'er gk mau di salahkan lg" ucap sang adik yg bernama Huaran itu.
wanita itu mendekati kakak beradik itu, sang kk memeluk erat adiknya takut wanita bertudung itu mencelakai adiknya.
"jangan takut" ucap wanita itu sambil mengulurkan kedua tangannya dan mengelus puncak kepala keduanya.
"apa yg kau katakan tadi benar? " ucap wanita itu lembut kepada sang adik.
"iya" ucap nya.
"baik lh, katakan di mana saja dia memukul kalian!? " ucap wanita itu.
sang adik menatap kakaknya.
"dia memukul gege hongli di punggung,bahu, kaki dan tangan gege,semua itu karena gege melindungi ran'er" ucap sang adik.
"baik lh" ucap wanita itu kemudian menghampiri pemilik kedai itu.
wanita itu menggenggam kalung yg ada di lehernya dan kemudian sebuah botol kecil di tangannya dengan isi cairan berwarna pink.
kemudian wanita itu menangkap rahang pemilik kedai itu, dan menuangkan cairan itu ke dalam mulut pemilik kedai itu.
"uhuk... uhuk... apa yg kau minum kan kepada ku" ucap pemilik kedai itu.
Tiba-tiba pemilik kedai itu merasa seperti ribuan jarum menunduk tubuhnya dan balok berduri memukul tulang-tulangnya.
darahnya seakan-akan berhenti.
"bawa tuan kalian ini" perintah wanita itu kepada pelayan yg ada di kedai itu, yg diam-diam mengintip dari dalam kedai.
serempak kemudian mereka membawa pemilik kedai itu ke dalam.
wanita itu mendekati kedua anak itu tadi dan membuka tudung hitamnya sedikit sehingga menampilkan wajah cantik miliknya.
wanita itu tak lain adalah xia he yg melihat segerombolan orang tadi.
"cantik.. " ucap kedua anak itu tanpa sadar.
"terimakasih" ucap xia he tersenyum, yg membuat keduanya malu.
"apa kalian lapar?? " tanya xia he.
keduanya hanya menganggukkan kepala.
"ayo pergi" ucap xia he.
BERSAMBUNG......