Feng xia he

Feng xia he
menolong seorang pria aneh



Tak terasa matahari menampakkan dirinya malu-malu, suara burung menghiasi pagi hari yg indah itu.


xia he mengembalikan buku terakhir yg ia baca, sudah setengah buku di perpustakaan di baca olehnya.


"dunia ini cukup menarik....... dan jga jendral besar zhang xi...... harus ku selidiki" ucap xia he.


lalu xia he keluar dari perpustakaan dan kembali ke kediamannya.


*****


"yue yin.... apa kau mengenal jendral besar He zhang xi?? " ucap xia he kepada yue yin yg sedang menata rambu xia he.


"nu.. nubi mengenalnya, tuan jendral besar He..... yaitu tangan kanan pangeran ke-7.... dan uda merupakan.... saingan cinta nyonya Feng" ucap yue yin.


"tunggu!!! saingan cinta??! apa jangan-jangan dia..... " batin xia he.


"lupakan, ibu ada di mana? " tanya xia he.


"nyonya besar.... sedang berada di kediamannya" ucap yue yin.


"bagus!!, yue yin sampaikan izin ku. aku akan pergi selama beberapa hari..... jangan khawatir" ucap xia he kemudian mengganti bajunya dengan hanfu putih dan mengunakan jubah hitam bertudung.


"aku pergi dulu" ucap xia he sambil membuka jendela kamarnya dan melambaikan tangannya sebelum terjun dari jendela.


-


-


-


xia he melintasi hutan yg lebat.


"menurut informasi yg di dapatkan oleh paman zhang.... ada peperangan di perbatasan utara" batin xia he.


"yu Feng, Lin lauyan... keluar lh... " ucap xia he.


"baik nona" ucap keduanya.


lalu keduanya keluar dari ruang dimensi.


"di depan sana ada berbagai macam jenis herbal yg langka, namun 200 meter dari tempat kita ada 500 ekor serigala, ku serahkan semua itu kepada kalian berdua" ucap xia he.


"baik nona" ucap keduanya serempak.


kemudian xia he menggunakan Qing gong dan melompat-lompat di atas dahan pohon.


tak beberapa lama.....


semua tanaman herbal di petik oleh xia he dan di tanam di ruang dimensi di dekat air terjun kehidupan.


"hah.... akhirnya selesai jga nih" ucap xia he.


xia he kembali melanjutkan perjalanannya, namun di tengah perjalanan xia he berhenti.


"bau ini..... darah" batin xia he.


kemudian xia he meneliti segala penjuru, dan mengikuti bau anyir darah.


sampai ia menemukan seseorang pria yg terluka parah dan bermandi darah yg bersandar di pohon yg rindang.


"kasihan sekali orang ini, apa dia sudah meninggal? " ucap xia he sambil memeriksa denyut nadi pria itu.


"syukur lh dia masih hidup" ucap xia he kemudian mengeluarkan alat medis modern miliknya dari dalam ruang dimensi.


xia he menarik napas panjang dan menghembuskan.


"ini pertama kali ku membuka baju pria.... namun pasien harus di selamatkan tepat waktu" batin xia he.


kemudian xia he membuka baju pria itu, namun sebuah tangan mencengkram tanganya.


"a.. apa.. yg kau lakukan...??" ucap pria itu.


"tentu saja menyelamat kan anda tuan" ucap xia he.


"singkirkan tangan mu dari tubuh ku" ucap pria itu.


"dasar aneh" ucap xia he kemudian menyuntikan obat bius kepada pria itu.


"racun.... apa yg kau berikan kepadaku.... hah!!? " ucap pria itu dingin.


"racun yg membuat tuan secepatnya menghadap ke neraka" ucap xia he.


"a... aku akan mengingat kau" ucap pria itu sebelum pingsan tak sadar diri karena pengaruh bius.


xia he membuka kembali baju pria itu.


"hmmm..... tbuh pria aneh ini cukup bagus dari pada sifatnya" ucap xia he sambil mengambil alkohol untuk membersihkan luka di tubuh pria itu.


"lukanya cukup banyak, ini goresan dari pedang... ini luka dari panah..... ini luka dari pisau kecil. ini luka di sebabkan dari jarum.... ini luka bakar..... ini di sebabkan karena baru tajam huff.... sangat banyak sekali luka yg kau dapatkan.... sangat di sayangkan dunia ini tak ada pistol" ucap xia he sambil mengambil jarum dan benang.


BERSAMBUNG......