
xia he kali ke kediaman jendral, bukanya di sambut dengan ramah namun sebaliknya.
plak....
"siapa yg menyuruh mu keluyuran malam-malam seperti ini?? " ucap jendral sehabis menampar wajah xia he keras.
"hahahaha........ kau memukul wajah ku tadi tuan jendral?? " ucap xia he dengan wajah yg mengelap.
semua orang di sana merinding melihat aura xia he.
xia he mendekati jendral dan menampar keras jga wajah jendral.
"kau!! " ucap jendral.
"apa?? kau ingin membunuh ku?? silakan saja, maka aku akan membunuh mu lebih sadis lg" ucap xia he.
"he'er.... " suara seorang wanita yg memanggil nama xia he.
sehingga membuat suasana yg tegang tadi sedikit mencair
seorang wanita Parubaya masih terlihat cantik berlari dan memeluk erat xia he.
sedangkan xia he hanya menegang melihat wanita itu.
"he'er.... ibu sangat merindukan mu nak" ucap wanita itu yg tak lain adalah ibu xia he yg bernama yin peiyu.
"ma.. mama" ucap xia he lirih.
"sayang ini ibu.... apa kau tak apa-apa?? " ucap nyonya Feng.
xia he tak menjawab malah langsung memeluk erat nyonya Feng dan menangis keras di dalam pelukan nyonya Feng.
"sayang berhenti lh menangis.... ibu ada di sini" ucap nyonya Feng.
xia he melepas pelukannya, nyonya Feng menghapus air mata xia he, namun alisnya mengerut melihat cetakan tangan di wajah putrinya itu.
amarah nyonya Feng memuncak dan kemudian mendekati jendral.
Plak....
suara tamparan yg keras mengisi malam yg sunyi dan dingin itu.
"apa yg kau lakukan kepada putri ku hah?? " ucap nyonya Feng marah.
nyonya Feng menggelengkan kepalanya, kemudian jatuh pingsan.
"ibu... " teriak xia he.
dengan cekatan xia he menyambut ibunya.
"ibu.... bangun" ucap xia he.
"bawa nyonya besar ke kediaman nya" ucap jendral.
saat para pelayan ingin mendekati nyonya Feng dan xia he.
"siapa pun yg mendekati ibu dan aku, ku pasti kan kalian akan mati saat itu jga" ucap xia he dengan kepala tertunduk.
langit malam tiba-tiba bergemuruh perut Menyambar-nyambar, angin tertiup kencang.
"jiejie.... apa yg kau lakukan kau membuat ibu sakit" ucap Feng rong.
"apa kau ingin membunuh ibu dengan tidak membiarkan orang membawa ibu untuk di rawat di kediamannya??! " ucap Feng Qixuan.
"hahaha.... aku akan membalas kalian semua suatu saat, kali ini aku melepaskan kalian semua karena ibu lebih penting dari siapa pun" ucap xia he kemudian membawa nyonya Feng menggunakan Qing gong miliknya menuju kediamannya.
sesampainya di kediamannya xia he menendang keras pintu kediaman nya dan masuk
tak memperdulikan yue yin yg hampir terserang serangan jantung ketika xia he menendang pintu tersebut dengan tenaga dalamnya.
"yue yin tinggalkan aku dan ibuku, aku butuh ruang sendiri" ucap xia he sebelum yue yin mengeluarkan suaranya.
"baik nona" ucap yue yin.
yue yin keluar dari dalam kediaman sambil mengelus-ngelus dadanya.
"aku tak boleh membuat nona marah, ini sangat mengerikan" batin yue yin.
setelah yue yin pergi xia he menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan nyonya Feng dan meminumkan racun dan jga air kehidupan kepada nyonya Feng.
tak beberapa lama nyonya Feng membuka matanya, yg membuat xia he tersenyum terharu, karena bisa bertemu dengan wanita yg melahirkannya entah itu di kehidupan pertama dan kehidupan keduanya ini.
BERSAMBUNG.....