Feng xia he

Feng xia he
awal pembentukan organisasi Queen of death Rose



"paman...... kapan jiejie lea bangun?? " ucap Huaran kepada paman nya.


"bersabarlah..... dia akan bangun kok" ucap sang paman.


"aku mendengar ada yg terus merengek menanyakan, apakah aku sudah sadar?? " ucap seseorang yg suaranya sangat Huaran kenal.


semua memandang ke tangga atas dan melihat xia he yg sedang dipapah oleh Feng Rui.


"jiejie Lea" seru Huaran dan Hongli.


kemudian keduanya berlari menuju xia he dan Feng Rui yg sudah mencapai dasar tangga.


keduanya memeluk xia he.


sang paman jga mendekati xia he.


"nona.... akhirnya anda terbangun, saya sebagai kepala desa yg mewakili seluruh orang-orang desa mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada nona" ucap sang paman yg membungkuk memberi hormat.


"tak apa-apa, angkatan kembali wajah mu" ucap xia he.


"siapa nama mu paman?? " ucap xia he.


"nama hamba Liu Zhang" ucap sang paman.


"baik lh.... paman zhang.... apa yg ku lakukan ini bukan secara gratis,sekarang aku menangis utang kalian" ucap xia he kemudian berjalan menuju kursi.


"utang?? kami akan berusaha memenuhi permintaan nona" ucap paman zhang.


"aku mau paman zhang mengumpulkan semua orang agar dapat mendengar apa yg saya katakan" ucap xia he.


"baik... akan hamba lakukan" ucap paman sebelum pamit undur diri untuk mengumpulkan warga.


"jiejie.... apa yg ingin jiejie lakukan?? " ucap Feng Rui


"haha.... kau penasaran?? apa kau ingin marah?? jika kau marah aku mohon jangan gunakan panah keramat itu" ucap xia he sambil tertawa kecil.


"ck..... jiejie.... semua tindakan mu membuat ku bingung" ucap Feng Rui.


tak beberapa lama paman zhang kembali bersama dengan warga. xia he bangun dan berjalan keluar dari kediaman paman zhang.


"nona.... Orang-orang desa sudah berkumpul" ucap paman zhang.


"terimakasih paman zhang" ucap xia he.


"semuanya dengarkan aku...... untuk pertama-tama aku meminta maaf membuat kalian terkejut, takut dan terpuruk dengan kejadian kemaren. dan sekarang semua yg ku lakukan ini bukan gratis, kalian harus membayarnya" ucap xia he.


"dengan apa kami membayarnya nona?? " ucap orang-orang desa.


"dengan nyawa kalian" ucap xia he yg sontak membuat semua orang riuh.


"diam lh dulu. dengarkan apa yg saya katakan" ucap xia he tegas.


"apa kalian ingin selalu di abaikan oleh pihak kerajaan, apa kalian tak ingin hidup sejahtera dan dapat membantu saudara-saudara di luar sana?? " ucap xia he lantang.


"kami sangat ingin, tapi jika kami membayarnya jasa nona dengan nyawa kami maka sama dengan kami mati untuk nona bukan hidup sejahtera" ucap salah satu warga.


"aku ingin menjadikan desa ini sebuah tempat organisasi yg bisa bertumbuh kuat dan makmur, maka dengan itu biarlah kesetiaan kalian sebagai ganti dari nyawa sebenar kalian, jika kalian melangkah aturan yg ki tetapkan maka, nyawa kalian adalah jaminannya" ucap xia he


"organisasi itu akan di beri nama QUEEN OF DEATH ROSE" ucap xia he.


semua warga saling pandang tak berapa lama semuanya menatap xia he dengan seksama.


*******


kini xia he pulang bersama dengan feng rui ke kediaman jendral.


"datang lh ke kediaman ku di waktu senggang mu rui'er, ada hal yg perlu kau ketahui" ucap xia he.


"baik jiejie" ucap feng rui.


saat sedang asik berbicara dengan feng rui nyonya feng membawa tongkat yg ia pukul-pukul pada tangannya, sambil menyeret seseorang dengan wajah sama persis dengan xia he.


BERSAMBUNG.......