Feng xia he

Feng xia he
pergi menyusul Shen Yuwen



"hey..... kalian, bisakah kalian tak membuat kebisingan yg membuat telinga ku tuli??! "ucap xia he.


" haha..... cih, siapa kau yg bisa mengatur kami??"ucap ketua bandit itu.


"aku?? " ucap xia he sambil bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati kelompok para bandit itu dengan santai.


Tiba-tiba xia he bergerak gesit tak kasat mata dan membunuh 15 orang bandit.


"mungkin bisa di bilang kalau aku adalah dewi pencabut nyawa kalian" ucap xia he sambil memainkan kukunya.


semua orang tegang melihat semua itu, kecuali ketua bandit yg merasa marah karena semua anak buahnya di bunuh oleh xia he.


"apa mau mu hah?? " ucap ketua bandit itu kepada xia he.


"mau ku yh?? hmm?? kau sudah mengganggu ketenangan ku maka..... aku tak akan berhenti sampai aku membawa kepala mu dan melemparkannya ke binatang liar di padang" ucap xia he.


xia he bergerak cepat ke arah ketua bandit itu dan menebas kepalanya menggunakan pisau mini yg ia genggam.


xia he memungut kepala ketua bandit itu kemudian meletakkan 5 keping emas di atas meja, kemudian pergi dengan menyeret kepala ketua bandit itu.


-


-


"huh sangat membosankan" ucap xia he.


"Lin lauyan, yu Feng apa kalian mau memakan kepala busuk ini?? " ucap xia he melewati telepati.


"lebih baik saya memakan masakan tahu busuk yg di olah oleh nona" ucap yu Feng.


"serigala saja tak mau memakan benda yg busuk itu apa lagi aku hiiiiii" ucap Lin lauyan.


"hahaha.... kalian benar-benar memiliki penilaian yg bagus, bagaimana jika aku mengolah kepala ini menjadi makanan paling lezat???" ucap xia he


"tidaaakkk!!!! " seru Lin lauyan dan Yu Feng bersamaan.


*****


kini xia he kembali ke kediaman dengan cara mengendap- ngedap.


xia he merasa tak ada bahaya yg akan menimpanya dan dengan lancar kembali ke kediaman nya, di sana yue yin sudah menunggu kepulangan xia he dengan khawatir.


"ada apa?? " ucap xia he.


"nyonya.... tuan mengetahui jika anda keluar, sebelum ia pergi berperang ia mengambil semua uang nyonya" ucap yue yin.


"Apa????!! Shen Yuwen kau memang sudah gila" umpat xia he.


"sekarang di mana dia??! " ucap xia he.


"tuan sedang pergi berperang ke perbatasan utara" ucap yue yin.


"huh tak bisa di biarkan, aku harus merebut kembali uang ku" ucap xia he kemudian pergi menyusul Shen Yuwen.


yue yin hanya menghela nafas ketika melihat nyonya nya itu pergi lg.


-


-


sepanjang perjalanan xia he terus menerus mengumpat Shen Yuwen.


saat sedang berada di tengah hutan xia he menghentikan langkahnya karena merasakan sebuah aura yg kuat yg ada di hutan itu.


seorang xia he yg memiliki keingintahuannya yg sangat tinggi pun mencari sumber aura yg kuat itu.


akhirnya xia he sampai di sebuah gua, aura itu semakin kuat seolah-olah menarik xia he untuk masuk ke dalam gua itu.


xia he masuk ke dalam gua itu, tanpa sengaja kaki xia he menginjak sebuah batu yg membuat dinding gua mengeluarkan anak panah.


dengan lihai xia he menghindari tembakan anak panah itu, kemudian ia mengeluarkan budur panah yg sudah ia modifikasi.


ia menarik 5 anak panah sekaligus dan menembakkan nya kepda dinding di mana muncul anak panah di dinding tersebut.


namun semuanya hanya bisa menangkisnya, kemudian xia he menarik anak panahnya lg dan menyalurkan elemen api kepada ujung runcing anak panahnya.


dan menembakkan nya, ketika itu dinding itu hancur karena ledakan api yg kuat.


kini xia he melanjutkan perjalanan nya menuju dalam gua.


BERSAMBUNG.......