
Shen Yuwen tersenyum tipis kemudian mendekati wajahnya kepada xia he.
"aa... apa yg ingin kau lakukan?? " ucap xia he tergagap.
Shen Yuwen masih terus mendekati wajahnya yg membuat xia he reflek menutup kedua matanya.
"hahaha....... ayo lh jangan terlalu berharap istri ku" ucap Shen Yuwen.
"sialan kau..... aku akan membalas mu Shen Yuwen!!! " ucap xia he.
"lakukan sebisa mu istri ku......xing sheng msk lh" ucap Shen Yuwen datar.
"mulai sekarang nyonya xia.... akan menjadi pelayan di istana ku ini" ucap Shen Yuwen.
"baik Tuan" ucap pengawal pribadi Shen Yuwen yg bernama xing sheng.
"Apaa.....!!! dasar kau gila" ucap xia he tak terima.
Shen Yuwen mendekati xia he dan mencengkram dagu xia he.
"lakukan saja apa yg ku perintahkan,dan jangan coba-coba untuk melarikan diri atau tidak keluarga mu dalam bahaya" ucap Shen Yuwen berbisik.
"sialan kau Shen Yuwen... kau tak perlu membawa-bawa keluarga ku.aku membenci mu, Shen Yuwen" ucap xia he.
"Tuan sudah waktunya" ucap xing sheng.
"baik lh, istri ku beristirahat lh...... besok kau harus menjadi pelayan di istana ini" ucap Shen Yuwen kemudian pergi bersama xing sheng.
"sialan..... andai aku tak menikah dengan iblis ini" ucap xia he.
xia he memilih masuk ke dalam ruang dimensi dan menjadikan Lin lauyan dan Yu Feng sebagai pelampiasan amarahnya dengan beradu pedang.
"hosh.... hosh.... nona..... hamba tak kuat lg" ucap Yu Feng yg kelelahan.
"sialan kau Yu Feng.... kau membuat ku harus mati menahan serangan beruntung dari nona hah??!! " ucap Lin lauyan sambil terus menerus menunggu serangan dari xia he.
tanpa di duga...xia he mengayunkan pedang kayunya sekuat tenaga yg membuat Lin lauyan terlempar.
"kalian apa tak bisa menahan serangan dengan baik??!!! " ucap xia he emosi
"huhuhu..... nona... kau lh terlalu kuat" ucap keduanya.
"sudah lh. bertarung dengan kalian membuat ku tambah marah" ucap xia he sambil berjalan menuju mansion nya.
saat xia he pergi Lin lauyan dan Yu Feng merasa hidup mereka bebas dari amukan dewi kematian.
"kita selamat" ucap keduanya berpelukan sambil menangis penuh haru.
*****
keesokan harinya xia he di bangunkan oleh kepala pelayanan di istana pangeran ke-7.
"hormat kepada yang mulia, nubi kemari menjalankan perintah dari yang mulia pangeran ke-7 untuk membangunkan nyonya" ucap bibi kepala pelayan itu ramah.
"nyonya.... yang mulia menyuruh nyonya untuk membersihkan halaman utama dan mencuci baju yang mulia" ucap kepala pelayan itu.
"Shen Yuwen!!!!!!! aku membenci mu!!!!! " teriak xia he yg memenuhi istana pangeran ke-7.
-
-
kini xia he sedang mencuci pakaian kotor milik Shen Yuwen.
"hormat kepada nyonya" ucap dua orang pelayan.
"ada apa?? " ucap xia he.
"anu..... nyonya..... Tuan menyuruh kami menambah cucian pakaian kotor ini kepada nyonya" ucap pelayan A.
"sabar..... sabar.... kau tak boleh emosi xia he" gumam xia he.
"baik.... letakkan di situ.... aku akan mencucinya" ucap xia he.
"baik nyonya.kami undur diri dlu nyonya" ucap keduanya.
"hm".
-
-
setelah menyelesaikan cucian yg segunung itu xia he meramaikan jalan utama dan menyapu daun kering yg gugur.
" hah..... pekerjaan ku sudah selesai"ucap xia he bahagia.
saat xia he menyapu daun kering datang tukang
kebun.
" nyonya..... maafkan kami"ucap mereka.
"heh?? memangnya kenapa?? " ucap xia he bingung.
lalu mereka menumpahkan keranjang yg berisi daun kering.
"maaf nyonya.... kami hanya melaksanakan tugas dari Tuan" ucap mereka.
rahang xia he jatuh melihat halaman yg tadi yg sudah ia sapu kini di penuhi oleh dedaunan kering.
"SHEN....... YU..... W... ENNNN..... "xia he tak kuasa menahan amarahnya.
BERSAMBUNG.......