Feng xia he

Feng xia he
apa yg jiejie inginkan dari kami



kini ketiganya sedang makan di sebuah restoran yg mahal.


"ini sangat enak gege" ucap Huaran.


"ran'er... " ucap hongli menegur sikap Huaran.


"jiejie..... apa yg kau inginkan dari kami?? " ucap Hongli.


xia he meletakkan sumpitnya dan meminum tehnya dengan anggun,kemudian menatap Hongli.


"coba tebak apa yg ku inginkan dari kalian?? " ucap xia he.


"kami tidak tau" ucap keduanya.


"haha.... ekspresi kalian sungguh menyenangkan di lihat, hahah... aku hanya menginginkan kalian untuk menjadi orang yg seharusnya" ucap xia he.


kemudian xia he memberikan sebuah kalung dengan cincin ruang sebagai lointinnya dan mengalungkan ke leher Hongli.


"apa kalian mengerti cara menggunakan cincin ruang? " ucap xia he.


Hong li menggelengkan kepalanya.


"cincin ruang ini sudah ku modifikasi, kau hanya kepala menekan permata di cincin itu, makan sebuah layar akan muncul,tempelkan jempol kau pada sebuah tempat yg bertulis 'sidik jari' di sana kalian bisa menggunakannya untuk diri kalian atau orang lain" ucap xia he.


Hongli terharu kemudian memeluk xia he dan menangis di dalam pelukan xia he.


"te.. terim... akasih..... jiejie.... kau bukan hanya menolong hidup kami, namun kau memberikan harta untuk kami dan orang-orang desa kami" ucap Hongli.


"tunggu!! Orang-orang desa?? " ucap xia he.


"benar jiejie..... pihak kerajaan tak lg memberi bantuan pada desa kami, sehingga banyak yg menderita kelaparan dan sakit yg parah. Kadang-kadang ada gege yg datang dan memberikan cukup makanan kepada kami" ucap Huaran.


"bisa kah kalian membawa ku ke sana besok?? malam ini kalian menginap lh di penginapan yg sudah ku pesan" ucap xia he.


"baik lh jiejie... " ucap keduanya.


xia he mengayunkan tangannya.


"Lin lauyan datang lh" ucap xia he.


sedangkan kini Lin lauyan dan Yu Feng sedang menunggu pesanan mereka.


Tiba-tiba Lin lauyan seperti tertarik oleh sesuatu.


"uwaa.... gawat nona memanggil ku, Yu Feng tolong tarik aku" ucap Lin lauyan.


"maaf aku hanya membutuhkan ini gege" ucap Yu Feng smbil mengambil kantong uang yg ada gantungan di pinggang Lin lauyan.


"heheh.... selamat bertugas gege" ucap Yu Feng sambil menundukkan kepalanya dan melambaikan tangannya, kemudian kembali menyantap jajanan yg enak itu.


-


kini Lin lauyan tertarik sampai di depan xia he.


"nona apa yg sebenarnya kau inginkan?? " ucap Lin lauyan kesal.


"kau ingin mati?? " ucap xia he sambil menatap Lin lauyan tajam.


nyali Lin lauyan langsung menciut ketika melihat tatapan tajam xia he.


"haha... maafkan hamba nona" ucap Lin lauyan sambil cengengesan.


"kau lindungi lh kedua anak ini, dan ini untuk biaya makan kalian selama besok" ucap xia he sambil melempar sekantong koin emas kepada Lin lauyan.


"baik lh nona" ucap Lin lauyan.


"dimana Yu Feng?? " tanya xia he.


"sedang menikmati kesenagan memakan makanan enak" ucap Lin lauyan kesal mengingat wajah Yu Feng.


"baik lh" ucap xia he.


saat xia he ingin pergi Huaran dan Hongli memeluk kaki jenjangnya.


"ada apa?? " ucap xia he.


"jie.... kau belum memberitahukan nama jiejie" ucap Huaran.


"ahh... aku melupakan hal itu, baik lh ingat baik-baik nama ku. Xia he, itu nama ku. namun..... kalian bisa memanggil ku Lea.. " ucap xia he.


"baik lh jiejie Lea" ucap keduanya.


"ehh... nona, darimana asal usul nama Lea itu?? " ucap Lin lauyan berbisik.


"artinya aku ingin membunuh mu Lin lauyan" ucap xia he.


"ehm... saya tak menganggu waktu nona lg" ucap Lin lauyan.


kemudian xia he pergi kembali ke kediaman terkutuk baginya.


BERSAMBUNG......