Feng xia he

Feng xia he
kalung



di kediaman,feng rong mengamuk dan memecahkan barang-barang.


"agr... aku sangat kesal kepada mu feng Xia he" ucap feng rong.


"lihat saja aku akan membuat mu bertekuk lutut di bawah kaki ku, karena sebentar lg aku lh yg menjadi tunangan putra mahkota" ucap feng rong.


*****


"hachu.....siapa yg berani-berani nya mengumpat diri ku"ucap Xia he sambil menggosok hidungnya.


dari kejauhan Xia he melihat jendral berjalan bersama tabib kerajaan memasuki halaman kediamannya.


" huh seperti nya aku harus kembali menjadi ratu film lg"gumam Xia he lirih.


Xia he berdiri dari tempatnya.


"kau duduk saja" ucap jendral.


"maaf kan he'er ayah... " ucap Xia he lemah.


"periksa dengan teliti dan sembuhkan dia" perintah jendral kepada tabib.


"baik" ucap tabib.


"nona berikan tangan mu" ucap tabib.


Xia he mengulurkan tangannya, dan tabib kerajaan memeriksanya dengan teliti. namun raut wajahnya berubah.


"tuan.... sepertinya penyakit putri tertua tak bisa di sembuhkan, tapi aku memiliki obat untuk Memperlambat penyebaran penyakit ini di dalam tubuhnya" ucap tabib kerajaan.


"berapa lama dia bisa bertahan?? " ucap jendral


"dengan resep obat yg saya tulis nanti, kurang lebih dia bisa bertahan satu tahun" ucap tabib kerajaan.


"dan satu hamba menyarankan agar nona tertua tinggal di tempat yg bersih dan layak" ucap tabib kerajaan.


"aku mengerti" ucap jendral.


tabib kerajaan pamit undur diri dan meninggalkan Xia he, jendral dan yue yin yg baru datang.


"menghormat kepada tuan besar" ucap yue yin.


"bawa nona mu ke kediaman anggrek di barat kediaman" ucap jendral kemudian ingin beranjak pergi, namun....


"ayah.... tunggu" ucap Xia he.


langkah jendral terhenti, dan Xia he menghampirinya.


"ayah..... bolehkan he'er bertanya?? " ucap Xia he.


"hm"


"mengapa selama selama 9 tahun ini??mengapa aku di kucil kan??mengapa aku di abaikan??apa karena aku melukai ibu sehingga membuat ibu harus berdoa di kuil?? " ucap Xia he.


".... " jendral terdiam.


kemudian Xia he masuk ke dalam kediamannya.


"dasar bodoh Xia he apa ini perasaan mu?? kau membuat ku menangis" ucap Xia he sambil menghapus air matanya.


"nona para pelayan yg di suruh jendral datang untuk memindahkan barang-barang nona" ucap yue yin dari luar.


"masuk lh" ucap Xia he.


-


-


-


Xia he melihat kediamannya anggrek yg indah itu.


"sepertinya pria tua itu masih memiliki hati,kalau tak salah kediaman ini tak jauh dari kediaman teratai tempat nyonya besar" batin Xia he sambil mengingat ingat memori ingatan Xia he yg asli.


"nona semua barang-barang sudah di rapikan" ucap yue yin.


"baik lh, kalian bisa pergi aku ingin beristirahat" ucap Xia he.


"baik"


Xia he masuk ke dalam kediamannya dan duduk di depan meja riasnya.


"hahhh...... seandainya aku bertemu dengan pria b*****k itu aku akan membuatnya menderita" ucap Xia he.


Xia he melihat pantulan wajahnya, namun netra nya melihat sebuah kalung dengan liontin mawar hitam di lehernya.


Xia he meraba kalung tersebut dan melihatnya.


"ini benar kalung ku" ucapnya.


kemudian Xia he menekan kelopak mawar kecil tersebut dan muncul lh monitor layar di udara.


"ternyata senjata ku dan yg lain ikut berpindah. Mengikuti jiwa ku" ucap Xia he tersenyum devil.


"dengan ini aku akan bebas melakukan apapun, oh ya.... bagaimana kabar si naga tua, beberapa hari yg lalu ia berkata kalau ia ingin melakukan kultivasi tertutup" ucap Xia he sambil menyentuh gelangnya dan masuk ke dalam ruang dimensi.


Xia he masuk ke istana yg di bangun dua tiga tingkat itu.


"kemaren aku hanya melihat-lihat lantai satu, dan menemukan tempat peracikan obat" ucap Xia he.


kemudian ia anak ke lantai dua dan di kejutkan dengan tumpukan senjata-senjata yg legendaris dan ruang latihan, kemudian ia naik ke lantai ke tiga yg di penuhi oleh gudang harta, mulai dari perak, as, intan, berlian dan mutiara berharga.


"hahaha..... kalau seperti ini aku tak perlu khawatir dengan kehidupan ku lg" ucap Xia he.


tak lama ia melihat sebuah telur yg berwarna biru dengan pedang bitung yg tertancap di atas tumpukan emas.


BERSAMBUNG.......