
Tak beberapa lama nyonya Feng membuka matanya, yg membuat xia he tersenyum terharu, karena bisa bertemu dengan wanita yg melahirkannya entah itu di kehidupan pertama dan kehidupan keduanya ini.
"ibu.... " ucap xia he.
nyonya Feng mengubah posisinya dan bangun untuk duduk.
"he'er... mengapa kau menangis sayang??" ucap nyonya Feng.
"aku menyayangi ibu" ucap xia he sambil memeluk nyonya Feng.
"ibu jga menyayangi mu sayang" ucap nyonya Feng memeluk erat xia he.
"ibu... mengapa mereka sangat jahat kepada ku?? " ucap xia he.
"sayang dengar nak... kamu jangan pedulikan mereka lg... kau hanya perlu melindungi adik-adik mu karena.....asal kau tau... kau,Qixuan dan rui'er bukan lh..... " ucap nyonya Feng.
*****
keesokan harinya.
kini xia he sedang berlutut di depan nyonya Feng.
"ibu... izinkan he'er keluar kediaman yh... " rengek xia he.
"tidak... kau tau... di luar kediaman sangat lh berbahaya bagi mu" ucap nyonya Feng.
"tapi... ibu... aku ingin menolong rakyat di desa terpencil yg membutuhkan bantuan" ucap xia he.
nyonya Feng menjewer telinga xia he.
"aduhh... ibu... " ucap xia he.
"apa yg kau bilang?? desa terpencil??! di pasar saja aku tak akan mengijinkan kau pergi, apalagi pergi ke tempat yg berbahaya seperti itu, biar ibu membicarakannya dengan tuan besar, dan biar prajurit yg membawa bantuan ke sana" ucap nyonya Feng.
"sial.... bagaimana cara ku untuk pergi?? " batin xia he frustasi.
"ibu..... jika kau tak mengizinkan ku pergi maka biarkan lh aku beristirahat" ucap xia he.
"baik lh" ucap nyonya Feng
xia he berseru senang di dalam hati namun nyonya Feng tidak bergerak dari duduknya.
"ibu... mengapa kau belum jga pergi?? " ucap xia he.
"aku akan menemani putri ku tidur" ucap nyonya Feng.
"baik lh" ucap xia he mengendus kesal.
kemudian xia he Berbaring di peraduannya.
"xia he berpikirlah..... pikir lh cara kau bisa kabur... " terik xia he di dalam batin nya.
tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala xia he.
"ibu.... aku ingin ke toilet" ucap xia he.
"baik lh biar ibu temani" ucap nyonya Feng.
"ibu... kau terlalu lelah, bagaimana jika kau menyuruh yue yin yg menemani ku, aku tak akan kabur kok" ucap xia he.
"baik lh" ucap nyonya Feng.
xia he kemudian keluar dan bertepatan dengan yue yin yg ingin masuk jga.
"yue yin kemari ikut aku ke toilet" ucap xia he.
"baik nona" ucap yue yin.
sesampainya di toilet xia he membuka dan masuk duluan, namun yue yin masih berdiri di luar menunggu xia he selesai.
"yue yin... apa yg kau lakukan di luar, cepat masuk" ucap xia he.
"tapi nona...." ucap yue yin.
"aku tak menerima bantahan, kau sangat berisik saja,. cepat kemari" ucap xia he
yue yin masuk bersama xia he.
beberapa waktu keduanya keluar, dengan keahlian xia he yg multitalenta di kehidupan pertamanya, xia he menyulam wajah yue yin menjadi dirinya dan wajahnya menjadi yue yin. itu lh keahlian dari sang MUA yg terkenal dan Profesional.
"ingat kau hanya perlu mengantuk dan menggeleng ketika ibu mengajak mu berbicara, bertahan lh sampai aku datang" ucap xia he.
"ba.. baik nona" ucap yue yin.
kemudian keduanya kembali ke kediaman xia he.
BERSAMBUNG.....