
"wah.... wah... ular putih kau cukup tampan juga" ucap xia he.
"terimakasih master" ucap ular putih itu.
"tapi menurut ku ada yg kurang" ucap xia he.
"mohon master membimbingku dan menyatakan kekurangan hamba, hamba akan berusaha memperbaiki nya" ucap ular putih itu.
"baik lh...... hey ular putih apakah aku harus memanggil mu 'ular putih' apa kau memiliki nama, tak mungkin kau tak memiliki nama?? " ucap xia he.
"hamba belum memiliki nama master, mohon master memberikan nama bagi hamba sebagai perlengkapan perjanjian kontrak" ucap ular putih itu.
"hahhh.... baik lh, lan xe. nama mu Lan Xe" ucap xia he.
"terimakasih master" ucap Lan Xe
"Lan xe ikutlah aku berburu keberuntungan" ucap xia he sambil berjalan menuju pintu gua.
"baik master" ucap Lan xe.
keduanya pun melanjutkan perjalanan.
*******
di kemah militer shen yuwen melaksanakan rapat dengan para jendral.
"jenderal zhang xi kau bertugas memimpin pasukan pertama di garis depan, aku percaya dengan kemampuan mu" ucap shen yuwen datar.
"hamba menerima perintah yang mulia" ucap jendela zhang xi.
Tiba-tiba sebuah kegaduhan terjadi di luar.
seorang prajurit masuk ke dalam tenda.
"biarkan aku masuk" suara xia he.
"nyonya shen...... yang mulia pangeran ke-7 dan para jendral sedang melakukan diskusi mohon nyonya menunggu" ucap salah satu prajurit penjaga.
"jangan menghalangi ku, katakan kepada shen yuwen aku ingin masuk" ucap xia he.
banyak prajurit mengepung xia he dan Lan xe.
"Lan xe kau urus mereka, jangan lukai mereka cukup buat mereka tak bisa berkutik" ucap xia he.
-
-
"yang mulia..... nyonya.... nyonya datang" ucap prajurit itu.
"SHEN YUWEN!!!!!! kembalikan uang ku" teriak xia he yg masuk ke dalam tenda.
shen yuwen mendekati xia he.
"uang apa nyonya ku? " ucap shen yuwen sambil mengangkat sebelah alisnya.
"eng.... emm.... kembalikan uang jerih payah ku" ucap xia he.
"apa kau tak nyonya?? bukan kah ini karena kau menjual ketampanan ku kepada nona-nona muda bangsawan itu?? " ucap shen yuwen sambil mendekat kan wajahnya kepada xia he.
"kau.... aisss.....si... siapa yg menjual mu? " ucap xia he sambil sedikit mundur.
jenderal zhang xi mengerti akan situasi itu pun mengajak jenderal yg lain untuk keluar dari tenda diskusi tersebut.
"benarkah??" ucap shen yuwen kembali mendekati xia he.
"te... tentu saja" ucap xia he
shen yuwen berjalan perlahan terus mendekati xia he.
"mau apa kau hah?? " ucap xia he sambil tergagap.
shen yuwen tersenyum miring, xia he semakin mundur dan akhirnya menubruk meja diskusi yg berisi peta militer.
shen yuwen mengurung xia he dengan menggunakan kedua lengannya di sisi xia he dan memajukan wajahnya mendekati wajah xia he.
"aku.... aku.... baik lah kita bagi setengah" ucap xia he.
shen yuwen hanya mengangkat alisnya.
"ck....kau 6 aku 4" ucap xia he.
shen yuwen masih tak bergeming.
"7, 3" ucap xia he, namun shen yuwen malah menutup matanya.
"ck.8, 2" ucap xia he sambil berdecak kesal.
"baik lah,kau yg memaksa ku melakukan ini" ucap xia he
shen yuwen membuka matanya karena bingung dengan apa yg xia he katakan.
Tiba-tiba xia he mencengkram baju shen yuwen dan menariknya mendekat, yg membuat wajah keduanya hanya berjarak beberapa cm.
mata shen yuwen membulat ketika sebuah benda kenyal menempel di bibirnya.
BERSAMBUNG.......