Feng xia he

Feng xia he
memutuskan tunangan



Xia he keluar dari dalam ruang dimensi dan melihat hari sudah malam.


tok.. tok...


"nona, apa nona sudah bangun?? hamba sudah menyiapkan makan malam" ucap yue yin.


"baik lh aku akan keluar" ucap xia he.


-


-


xia he memakan makanan yg sudah yue yin sediakan.


"apa yg kau lakukan hanya melihat?? " ucap xia he.


"hamba menunggu nona selesai agar bisa membersihkan meja" ucap yue yin.


tuk


xia he meletakkan sumpitnya dengan kasar.


"maksud ku bukan seperti itu. sekarang kmu duduk di samping ku" ucap xia he.


"ta.. tapi nona.. " ucap yue yin.


"aku tak menerima penolakan" ucap xia he.


yue yin pun duduk di samping xia he.


"apa yg kau tunggu lg??makan lh" tanya xia he


"nona... tapi kami para pelayan tidak boleh.... " ucap yue yin.


"sstt.... aku tak ingin mendengar nya, ingat semua manusia derajatnya sama" ucap xia he menempel kan telunjuknya di bibir yue yin.


"jangan terlalu terkekang dengan peraturan pelayan yg keramat itu, jika kau setia melayani tuan mu. maka ikutilah peraturan tuan mu ini. wahai pelayan setia ku" ucap xia he.


"ba.. baik nona" ucap yue yin dengan mata yg berkaca-kaca.


setelah selesai makan xia he meminum teh.


tok.. tok..


"masuk" ucap xia he.


"nona... tuan besar memanggil nona" ucap yue yin.


"apa yg membuat si pak tua itu memanggil ku" gumam xia he lirih.


"apa kau tau mengapa dia memanggil ku?? " ucap xia he


"menarik" ucap xia he.


pandangan xia he jatuh pada nampan yg berisi pakaian itu.


"lalu pakaian itu?! " ucap xia he.


"pakaian ini di berikan oleh nona ke dua, ia berkata nona akan sangat cantik di acara ini" ucap yue yin.


"berikan kepada ku pakaian itu" ucap xia he.


yue yin menyerahkan pakaian itu kepada xia he.


"kau tak akan bisa menjebak jiejie mu ini,meimei" batin xia he tersenyum miris setelah mengendus pakaian itu.


"kemari lh" ucap xia he kemudian membisikkan sesuatu kepada yue yin dan memberikan sesuatu kepada yue yin.


"kau mengerti? " ucap xia he


"nubi mengerti" ucap yue yin.


"kau bisa pergi" ucap xia he.


setelah yue yin pergi xia he masuk ke dalam ruang dimensi dan mengambil hanfu putih dengan bulu angsa yg sederhana namun terkesan anggun.


kemudian xia he pergi ke ruang aula kediaman jendral.


ketika xia he masuk, semua memandang ke arah xia he yg yg menggunakan cadar di wajahnya.


"menghormat kepada ayah" ucap xia he.


xia he melirik orang yg di sebut putra mahkota itu.


sesaat ia terkejut, namun di balik cadarnya ia tersenyum devil.


kemudian duduk di bangku yg tersisa.


"aku tak berbasa-basi lg, aku memutuskan tunangan dengan wanita jelek dan lemah itu" ucap pangeran mahkota.


"suatu kehormatan bagi hamba dapat memutuskan tunangan dengan anda, pangeran mahkota Shen jji. karena anda bukan tipe hamba sama sekali" ucap xia he.


"beraninya kau!! " ucap putra mahkota marah kemudian menghunuskan pedang kepada xia he.


sedangkan xia he hanya melirik dan memegang ujung pedang yg ingin menyentuhnya dengan dua jarinya.


Shen ji menarik pedangnya, dan xia he menjadi terbang tanpa melepas pedang itu, kemudian xia he berputar yg membuat cadarnya terlepas dan memperlihatkan wajahnya yg semakin cantik.


BERSAMBUNG......