Feng xia he

Feng xia he
Lea



Alea kemarin Alexander adalah wanita yg terkaya di dunia no 2.


ia mendirikan perusahaan digital yg canggih sejak umurnya 10 thn.


Alea yg sering di panggil Lea.


ia kehilangan kehilangan kedua orang tuanya sejak Lea berusia 9 thn.


sejak saat itu Alea menjadi orang yg dingin namun sebenarnya ia adalah orang yg memiliki hati yg lembut, hanya sedikit orang-orang yg dapat ia percaya


salah satu orang yg ia percayai yaitu sahabatnya yg bernama Anabila, karena segala sesuatu Anabila akan mendukungnya.


ia memiliki tunangan bernama Albret Adapita.


sekarang Lea sedang melakukan rapat dengan karyawan perusahaan nya.


"rapat hari ini di bubarkan" ucap Lea


"dan kau Exle datang lh ke ruangan ku setelah ini" ucap Lea.


"baik" ucap pria yg bernama Exle.


di ruangan kerja, Lea merasa perasaannya tidak tenaga sejak dari tadi.


matanya tertuju pada ruang rahasia nya di balik rak buku, ia pun pergi ke sana.


di sana penuh dengan senjata-senjata tajam, dan senjata api bahkan lebih lengkap lg.


"entah mengapa perasaan ku tak enak, namun aku harus membawa semua peralatan ku takut perasaan ku menyatakan yg sebenarnya" gumam Lea dingin.


kemudian Lea melepas lointin nya dan menekan pola yg ada di kelopak mawar hitam yg terbuat dari giok murni.


Tiba-tiba semua barang-barang di sana terisap kedalam kalung tersebut ketika Lea menekan tombol ok pada layar yg mengambang di udara.


setelah itu Lea keluar dari ruangan tersebut dan bertepatan dengan Exle yg mengetuk pintu ruangannya.


"masuk" ucap Lea


"permisi, maaf menganggu nona. " ucap Exle.


"hm"


saat Lea ingin membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba ponselnya bergetar tanda ada notifikasi pesan yg masuk.


Lea melihat pesan tersebut dan terlihat dri raut wajahnya ia sangat marah sekali.


"Kurang ajar" ucap Lea membanting ponselnya.


"Exle ... jika ada terjadi sesuatu dengan ku, aku ingin kau mengelola perusahaan ku ini. dan satu lg... " ucap Lea menggantung dan datang mendekati Exle.


saat di depannya Lea menyentuh baju Exle.


"jika aku tidak kembali sebelum pukul 20.00 maka aku meminta kau untuk menghukum seluruh keluarga adapita dan keluarga dari anabila tanasya.


dan untuk albret dan ana... kau bisa memberikannya kepada ketiga kesayangan ku di tempat ini" ucap Lea sambil meletakan peta lokasi markas tersembunyi yang dan jga kunci utamanya.


"tapi bukan kh nona ana dan tuan albret adalah orang-orang terdekat anda?? " ucap Exle bingung.


"lakukan saja" ucap Lea lalu pergi dan membanting keras pintu ruangannya itu dan pergi menuju bangunan apartemen miliknya dan dimana sahabatnya tinggal.


sesampainya si sana Lea langsung menuju apartemen sahabatnya dan masuk kedalamnya.


suara sepasang insan memenuhi ruangan tersebut yg membuat darah Lea semakin mendidih dan kemudian mendobrak pintu kamar milik sahabatnya itu.


prok... prok....


"jadi ini yg kalian lakukan di belakang ku selama ini" ucap Lea sambil bertepuk tangan


"Lea ini bukan seperti yg kau pikirkan" ucap anabila.


"tidak seperti yg ku pikirkan, huh... asalkan kau tau beberapa waktu yg lalu aku mulai tak mempercayai mu dan menyuruh orang untuk mengawasi gerak gerik mu, namun alangkah terkejutnya aku jika tunangan ku sendiri malah mengkhianati ku" ucap Lea dingin.


"Albret Adapita aku memutuskan pertunangan kita.silakan kalian lanjutkan momen indah kalian" ucap Lea kemudian beranjak ingin pergi namun dua buah peluru menembus jantungnya.


Lea melirik ke belakang ia melihat senyum sinis dari kedua pasangan kekasih yg menggenggam senjata api di tangan mereka.


"haha.... aku tak akan membiarkan kalian hidup dengan kedamaian" ucap Lea sambil melemparkan dua buah jarum kepada keduanya.


"hahaha..... selamat menikmati neraka yg indah" ucap Lea kemudian terjatuh di lantai, namun sebelum melempar jarum tadi Lea sudah menekan telpon kepada Exle.


"sayang mengapa dada ku serasa sesak....... haha.... aku sulit bernapas" ucap anabila.


"apa yg... terjadi.... aku merasakan hal yg sama...... ukh.... rasa sakit ini semakin lama,semakin sakit" ucap albret.


keduanya mengerang kesakitan karena jarum yg Lea lempar tadi yaitu jarum yg mengandung racun dan penawarnya hanya Lea yg tau.


bertepatan dengan itu Exle datang bersama anak buah organisasi di dunia para mafia milik Lea.


namun mereka sudah terlambat sang ketua mereka sudah tergeletak tak berdaya di lantai di atas genangan darahnya.


BERSAMBUNG........