
"hamba akan membalas dendam kepada jendral yuan yg sudah membuat saya terpisah dengan anak-anak ku dan istri ku" ucap jendral zhang xi
"oh??siapa yg bisa menjadi saksi kebenaran ini? " ucap Shen Yuwen.
"aku akan menjadi saksinya" ucap xia he yg melangkah dan berhenti di depan kedua jendral itu.
"aku lh putri jendral zhang xi, jika tak percaya buktikan tes darah" ucap xia he.
"oh... jadi kau adalah putri jendral besar zhang xi?! " ucap Shen Yuwen.
"bukan kh kau bisa tumbuh menjadi dewasa karena jendral yuan?? " ucap Shen Yuwen.
"haha......di besarkan di dalam neraka?? bukan begitu ayah ku" ucap xia he kepada jendral yuan.
"hahaha..... wanita yg menarik" batin Shen Yuwen.
"baik lh, jendral yuan mengapa kau berlaku demikian??" ucap Shen Yuwen dingin.
"ha.. hamba sangat mencintai Yin peiyu"ucap jendral yuan.
" apa kau sadar, merebut istri orang lain akan menerima hukuman mati?? "ucap Shen Yuwen.
" aku memberi mu dia pilihan, mati atau melepaskan kembali nyonya Yin peiyu dan turun jabatan menjadi prajurit"ucap Shen Yuwen dengan aura membunuh yg membuat jendral yuan berkeringat dingin.
"ha.. hamba memilih melepaskan dia" ucap jendral yuan sambil menundukkan kepalanya.
"hoo.... pilihan yg bagus, semua nya mulai saat ini jendral yuan di turunkan menjadi prajurit kerajaan" ucap Shen Yuwen mengumumkan kepada seluruh pasukan.
"kembali ke tenda" ucap Shen Yuwen.
semua orang kembali ke tenda hanya tersisa xia he, Shen Yuwen, dan jendral zhang xi.
"terimakasih yang mulia pangeran sudah memberikan keadilan bagi hamba" ucap jendral zhang xi sambil memberi hormat.
"anggap saja atas balas budi dari kau mengikuti ku selama ini, dan pertolongan putri anda" ucap Shen Yuwen.
"wah.... pangeran aneh, saya kira kau tak bisa berterimakasih setelah di tolong" ucap xia he.
"putri ku jangan berbicara lancang dengan yang mulia, yang mulia mohon ampuni nyawa putri hamba" ucap jendral zhang xi.
"ayah.... untuk apa memohon kepadanya, tanpa pertolongan ku dia tak akan hidup" ucap xia he.
"putri ku..... " ucap jendral zhang xi.
"jendral zhang xi..... aku mengampuni nyawa putri mu, namun sebagai imbalannya aku akan mengatakannya nanti" ucap Shen Yuwen berjalan pergi.
"terimakasih yang mulia" ucap jendral zhang xi
namun saat ingin melewati xia he dan jendral zhang xi, Shen Yuwen berhenti di samping xia he.
"nantikan pertunjukan yg sangat indah nanti wanita ku" ucap Shen Yuwen berbisik kepada xia he, kemudian kembali melanjutkan perjalanan nya.
"aku akan mengingat mu pangeran aneh" batin xia he sambil menatap tajam punggung Shen Yuwen yg semakin menjauh.
"ayaya......ternyata putri kecil ku masih hidup, dan tumbuh dewasa secantik ini" ucap jendral zhang xi.
"ayah..... aku merindukan mu, ayah..... meimei dan diedie mere jga masih hidup" ucap xia he.
"benarkah??, mari kita menjemput mereka, ayah akan meminta izin dari pangeran ke-7 untuk kembali" ucap jendral zhang xi bahagia.
******
kini xia he dan jendral zhang xi datang ke kediaman jendral yuan untuk mengambil nyonyah Feng serta Qixuan dan Rui.
nyonya Feng yg melihat orang yg ia cintai datang menjemput mereka pun langsung memeluk erat jendral zhang xi dengan erat.
"suami ku maafkan aku yg telah membohongi mu" ucap nyonya Feng sambil terisak menangis.
"tak apa-apa, sekarang mari kita kembali" ucap jendral zhang xi.
"tapi suami ku...... an'er belum kembali beberapa hari ini" ucap nyonya Feng sedih.
"ck.... anak itu kemana dia pergi!! " gumam xia he.
"ayah, ibu, Fui'er kalian kembali lh dulu biar aku yg mengurus semua ini" ucap xia he kemudian pergi dengan cepat sebelum nyonya Feng beraksi.
BERSAMBUNG........