
Feng Rui membalut luka xia he dengan telaten.
"dia berubah seperti yg di katakan shi jin.... bukan wajah buruk rupanya pun sudah berubah " ucap Feng Rui sambil menatap wajah xia he.
seseorang pria memasuki ruang tersebut dan berlutut memberi hormat.
"hamba memberi hormat kepada tuan muda"ucap pria itu.
" apa kau membawa informasi lg shi jin?? "ucap Feng Rui.
" benar tuan muda... ini semua tentang nona tertua... ehh.... bukan kh itu nona tertua?? "ucap shi jin yg menunjuk xia he yg terbaring pucat.
" lanjutkan saja laporan mu"ucap Feng Rui.
"nona tertua tak di izinkan oleh nyonya besar untuk pergi dari kediaman jendral, alhasil nona tertua mengubah tampilan wajahnya dengan pelayan setianya dengan alat-alat yg aneh, namun hasilnya sangat sempurna, dan nona tertua menyelinap keluar dari kediaman jendral" ucap shi jin.
"sikap ini..... jiejie sudah berubah yh" ucap Feng Rui.
"tentu saja dia berubah, bahkan dia membuat tuan besar dan putra mahkota marah besar" ucap shi jin.
"itu lebih baik.....mulai saat ini aku tak akan membiarkan putra mahkota membuat jiejie menderita, aku hanya menyerahkan jiejie pada pria yg tepat" ucap Feng Rui.
"ugghh.... " suara kecil keluar dari bibir xia he.
"jiejie.... " ucap Feng Rui.
xia he mengerjap matanya, menyesuaikan cahaya yg masuk ke matanya.
"Rui'er..... ck.... berapa lama aku pingsan?? " ucap xia he yg berusaha untuk duduk.
"satu hari jiejie" ucap Feng Rui.
"hah?? yg benar saja.... lama sekali?!! " ucap xia he terkejut.
"jiejie minum lh obat mu dulu" ucap Feng Rui.
xia he menatap cairan obat yg berwarna sedikit hitam itu.
"kau yakin ini bukan racun?? " ucap xia he.
"ya" ucap Feng Rui.
"sudah lh aku percaya pada mu diedie bodoh" ucap xia he kemudian meneguk habis obat itu.
"uhuk.... uhuk.... sangat pait dari obat modern" ucap xia he.
"sudah lh.... suatu saat nanti aku akan menunjukkan nya kepada mu, jdi bagaimana keadaan orang-orang desa?? " ucap xia he.
"setelah meminum air itu mereka langsung sembuh dari segala wabah penyakit, dan untuk bahan makanan yg ada di cincin dimensi sangat mencukupi kebutuhan hidup mereka" ucap Feng Rui.
"tentu saja. itu adalah air kehidupan" ucap xia he santai.
"APA?? AIR KEHIDUPAN??!! " ucap Feng Rui dan shi jin bersamaan.
"knapa emang?? " ucap xia he.
"jiejie..... air kehidupan adalah air yg suci dan legendaris" ucap Feng Rui.
"ooh.. " xia he hanya ber'oh' ria saja.
pandangan xia he jatuh pada shi jin.
"hey.... apa kau bukan orang jahat?? " ucap xia he.
"nona tertua perkenalkan hamba shi jin,pengawal pribadi tuan muda" ucap shi jin.
"Rui'er.... kau memelihara pria m***m seperti dia, yg mengintip dia perempuan di toilet" ucap xia he.
Feng Rui menatap sinis kepada shi jin.
"mohon ampuni kebodohan hamba tuan muda" ucap shi jin yg langsung berlutut.
"cepat minta maaf dengan jiejie" ucap Feng Rui datar.
"nona tertua...... ampunilah hamba" ucap shi jin.
"lupakan" ucap xia he yg memilih turun dari peraduan dan dipapah oleh Feng Rui.
"terimakasih nona" ucap shi jin.
"jiejie kau ingin ke mana?? " ucap Feng Rui.
"menagih utang, dengan si paman itu" ucap xia he
"baik lh" ucap Feng Rui.
keduanya pun pergi ke ruang utama menemui paman yg di maksud xia he yaitu kepala desa, paman dari Huaran dan Hongli.
BERSAMBUNG.....