
xia he melepas sapu di tangannya lalu berjalan menuju ruang belajar Shen Yuwen.
"Shen Yuwen!!! " teriak xia he dari luar ruang belajar.
"yang mulia.... nyonya datang" ucap xing sheng.
"kau bisa keluar xing sheng" ucap Shen Yuwen datar.
"baik" ucap xing sheng.
xing sheng keluar berteman dengan xia he masuk ke dalam ruang belajar.
"menghormat kepada nyonya" ucap xing sheng.
"hm"
xia he masuk ke dalam kemudian memukul meja belajar Shen Yuwen dengan kedua tangannya.
"Shen Yuwen...... apa maksud mu melakukan semua itu???!! " ucap xia he marah.
xing sheng hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah xi he.
"Yuwen..... Yuwen..... kau mendapatkan neraka" batin xing sheng tertawa di dalam hati.
xing sheng dan Shen Yuwen adalah teman dari masa kecil, namun sikap mereka akan selalu dingin jika saat dalam tugas.
"apakah ini sikap dari permaisuri pangeran ke-7?? " ucap Shen Yuwen yg berbalik.
"kau..... kau benar-benar keterlaluan.... apa amaksud mu yg selalu menggangu pekerjaan ku hah??!! " ucap xia he sambil menunjuk Shen Yuwen.
"menurut mu?? " ucap Shen Yuwen yg berbalik bertanya sambil kembali membaca bukunya.
"sialan kau Shen Yuwen...... aku akan membalas mu" ucap xia he kemudian mengambil tempat tinta dan ingin melemparkannya kepada Shen Yuwen.
namun dengan cekatan Shen Yuwen manahan pergelangan tangan xia he yg membuat tintah itu tersembur kepada xia he.
"de... demi matahari yg terbit dari barat,aku benar-benar membenci mu Shen Yuwen" ucap xia he sambil menghapus tinta di wajahnya menggunakan telapak tangan nya.
"puffhh..... " Shen Yuwen menahan tawanya melihat wajah xia he.
"oh... dewa... apakah ini istri yg jelek kau berikan kepada ku hahahaha..... " tawa Shen Yuwen yg terdengar sampai luar ruang belajar.
"kau... kau... " ucap xia he.
kemudian terbesit sebuah ide di kepala xia he, xia he tersenyum devil kemudian menjadi tangannya kepada Shen Yuwen.
"hey... apa yg kau lakukan?? " ucap Shen Yuwen sambil menahan tangan xia he yg penuh dengan tinta ingin menyentuh wajahnya.
"tentu saja aku ingin mengelus wajah suami ku" ucap xia he jahil.
tanpa di duga ujung gaun xia he terinkak olehnya yg membuat tubuh xia he jatuh ke Shen Yuwen.
Shen Yuwen membulatkan matanya ketika sebuah benda kenyal dan basal menempel di bibirnya.
begitu jga dengan xia he yg tak percaya dengan semua itu.
beberapa saat keduanya terdiam mencerna kejadian yg telah menimpa mereka.
namun Shen Yuwen dengan cepat mendorong tubuh xia he dari atasnya.
"sial..... kau" ucap Shen Yuwen sambil menghapus tinta yg ada di wajahnya karena menempel dari wajah xia he tadi.
"a... aku..... kita impas" ucap xia he kemudian berlari ingin keluar dari ruang belajar Shen Yuwen.
saat baru beberapa langkah xia he kembali kepada Shen Yuwen dan menggosokkan tangannya yg penuh dengan tinta ke wajah Shen Yuwen, kemudqin berlari menjauh dari Shen Yuwen.
"Xia he!!! " ucap Shen Yuwen marah.
"itu sebagai belas dendam ku karena kau membuat ku kesusahan" ucap xia he kemudian berlari keluar dari ruang belajar
xing sheng yg melihat xia he berlari keluar dari ruang belajar Shen Yuwen pun menggerakkan dahinya, kemudian masuk ke dalam.
"yang mulia hamba melihat nyonya kelua...... r.... pufhhhhhahhahahaa....... " tawa xing sheng pecah saat melihat wajah Shen Yuwen yg penuh Tintah
BERSAMBUNG.....