
Shen ji menarik pedangnya, dan xia he menjadi terbang tanpa melepas pedang itu, kemudian xia he berputar yg membuat cadarnya terlepas dan memperlihatkan wajahnya yg semakin cantik.
saat Shen ji lengah xia he merebut pedang Shen ji, dan menghunuskan ke leher Shen ji.
"sungai tak menentu, mengalir 30 thun ke barat. mengalir 30 tahun ke timur.meski gadis ini lemah, jangan sesekali meremehkan nya" ucap xia he.
semua orang terpana melihat kecantikan xia he yg memukau. saat di ruang dimensi xia he mengolah obat dan memperbaiki wajahnya yg sudah sembuh dari buruk rupa itu, alhasil wajahnya sangat mirip dengan wajahnya di kehidupan pertamanya.
kemudian xia he membuang pedang itu dan mendekati Shen ji.
"mulai detik ini, aku adalah musuh mu. Berhati-hatilah mantan ruangan ku yg sangat buruk rupa" bisik xia he.
"kau!! " ucap Shen ji.
"Terima kasih atas pembatalan tunangannya putra mahkota, dengan ini aku akan bahagia di sisa hidup ku" ucap xia he.
kemudian xia he ingin pergi dari sana.
"Xia he dimana sopan santun mu!!?? " ucap jendral marah.
xia he berbalik dan menatap tajam jenderal.
"sopan santun?? apa kau pernah mengajar ku sopan santun?? yg hanya kau lakukan adalah mengasingkan ku, mengabaikan ku. apa kau pantas sebagai seorang ayah?? " ucap xia he marah.
"kau!! " ucap jendral.
"jiejie mengapa kau seperti itu, kau tak sopan dengan ayah" ucap Feng rong.
"benar yg di katakan jiejie kedua" ucap Feng Qixuan.
atmosfer di ruangan tersebut mendadak berubah dingin.
"hahaha..... apa kalian pantas di sebut saudara?? jika aku bisa memilih, aku tak akan lahir dengan darah yg sama dengan kalian. tapi nasi sudah menjadi bubur, tak ada lg angan-angan seperti itu" ucap xia he.
"namun sebagai seorang jiejie... aku akan mengajarkan kalian tata krama" ucap xia he sambil menampilkan senyum devil nya.
Feng rong yg marah pun bergegas berdiri namun ujung hanfunya terinjak yg membuat hanfunya robek dan menampilkan tubuhnya.
"kya...... " teriak Feng rong.
"seret nona kedua ke dalam kediamannya dan kurung dia selama sebulan" ucap jendral marah besar.
"ayah.... maafkan rong'er.... rong'er tak bersalah, ini semua pasti ulah dia" ucap Feng rong.
"ayah... ini semua pasti ulh jiejie xia he, biar aku memberinya pelajaran" ucap Feng Qixuan lalu mengeluarkan cambuk yang dan mencambuk ke arah xia he.
namun dengan satu jari xia he menahan ujung cambuk.
"sudah ku katakan sebagai seorang jiejie aku harus mengajari kalian" ucap xia he.
kemudian xia he berputar di udara dan melilit cambuk itu pada Feng Qixuan dengan gesit.
"dasar j****g, lepaskan aku" ucap Feng Qixuan.
xia he menghambur sebuah bubuk yg membuat Qixuan Terbatuk-batuk.
"XIA HE......!! apa kau tak mendengar perkataan ku??!! " ucap jendral marah besar.
"ya, karena aku tuli" ucap xia he.
kemudian xia he meninggalkan aula setelah membuat kekacauan itu.
xia he tak memperdulikan malah langsung keluar dari kediaman jendral itu dengan menggunakan jubah hitam bertudung.
xia he meredakan amarahnya dengan melihat orang-orang yg berjualan di pasar malam.
xia he membeli beberapa jajanan.
"nona... perasaan dari tadi anda makan terus, dan melupakan bahwa kami sudah lama tak makan" suara Lin lauyan dari dalam dimensi.
"benar nona.... hamba jga sangat lapar" ucap Yu Feng.
"kalian bisa keluar saja dari dalam ruang dimensi dan makan bersama ku sekarang" ucap xia he.
"yeeyy... " ucap keduanya.
kemudian keduanya keluar dari dalam ruang dimensi.
xia he menggerakkan dahinya.
"Lin lauyan kau menculik anak siapa?? " ucap xia he.
"heh?? ini Yu Feng nona" ucap Lin lauyan.
"ehh... ternyata kau seorang bocah berusia 14 thun yh" ucap xia he
"tapi nona umur hamba sudah 800 thn" ucap Yu Feng.
"baik lh aku tarik perkataan ku, kau adalah kakek tua" ucap xia he.
"nona... " rengek Yu Feng kesal.
"haha... baiklah, kalian makan lh ini" ucap xia he sambil memberikan beberapa jajanan kepada keduanya.
BERSAMBUNG.......